Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » OKNUM JPU KEJARI DENPASAR PIDANAKAN PERKARA PERDATA

OKNUM JPU KEJARI DENPASAR PIDANAKAN PERKARA PERDATA

(677 Views) Oktober 17, 2016 1:11 pm | Published by | No comment
Spread the love

Pada dasarnya, penyidik adalah gerbang terdepan pada proses penegakan hukum pidana di Indonesia sebelum melanjutkan atau menentukan dugaan perkara tindak pidana yang didalamnya ada anasir atau unsur perdata.

sudah sewajarnya terlebih dahulu mengkaji dan mendalami tentang semua hal terkait fakta-fakta hukum yang dilaporkan tersebut secara profesional dan proporsional, sehingga akan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

hampir sebagian besar Laporan Polisi yang mengarahkan sengketa keperdataan ini didasarkan pada penggunaan Pasal 372 jo Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dan/atau penipuan.

sebagaimana kaidah dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 1601.K/Pid/1990 tanggal 26 Juli 1990 yang menyebutkan:

“Unsur pokok delict penipuan (ex Pasal 378 KUHP) adalah terletak pada cara/upaya yang telah digunakan oleh si pelaku delict untuk menggerakan orang lain agar menyerahkan sesuatu barang.”

Dalam kasus yang terkait dengan adanya kesepakatan sebelumnya baik melalui lisan ataupun tertulis. maka harus diketahui, apakah niat untuk melakukan kejahatan dengan menggunakan suatu nama palsu, tipu daya atau rangkaian kebohongan, sudah ada sejak awal, sebelum dibuatnya kesepakatan (atau diserahkannya uang/barang tersebut) setelah terjadinya kesepakatan.dan apabila terjadi sesuatu di luar kesepakatan dalam perjanjian setelah dibuatnya kesepakatan itu, maka hal tersebut merupakan wanprestasi.yang sepatutnya di selesaikan lewat jalur hukum keperdataan.

Sungguh ironis,nasib yang kini dialami oleh Made Kembir(52). warga kelurahan jimbaran ini diduga telah dikriminalisasi oleh oknum aparatur penegak hukum yang kurang Profesional dalam menangani kasus tindak pidana yang ada hubunganya dengan perkara perdata.akibatnya ia pun kini harus mendekam di jeruji besi walaupun dalam keadaan sakit keras karena mmengidab penyakit diabetes akut.tak dapat dipungkiri kalau hal ini dapat menciderai dan melukai akan azas Hukum Pidana dan tatanan Hak asasi manusia. karena JPU terlalu memaksakan perkara perdata ke ranah pidana.

Oleh oknum JPU (jaksa penuntut umum) dari kejaksaan negeri denpasar(Yuli Peladiyanti SH) I Made Kembir digiring dan didakwa dengan dugaan melanggar pasal 372/378 tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.atas suatau perkara yang secara analisa hukum harus di pandang dan di selesaikan lewat jalur hukum keperdataan.

Sesuai dengan Surat edaran serta petunjuk dan tekhnis oleh Jaksa Agung Muda tentang penanganan perkara tindak pidana umum Nomer B-230/E/Ejp/01/2013 yang obyeknya ada hubungan dengan permasalahan tanah.

Dengan jelas di terangkan dalam surat tersebut,dimana apa bila tetdapat adanya “gugatan perdata” atas barang atau tentang suatu hubungan hukum antara dua pihak tertentu,maka perkara pidana yang bersangkutan untuk dipending dan menunggu putusan inkrah dari pengadilan dalam perkara perdatanya tersebut.

Dengan berpedoman akan ketentuan pasal 81 KUHP,dan Perma nomer 1 tahun 1956 juga surat edaran MA nomor 4 tahun 1980 juga Yurisprudensi ( putusan Mahkamah Agung ) Nomor 413/K/KR/1980 tanggal 26 Agustus 1980 jo. putusan MA Nomor 129K/Kr/1979 jo. Putusan MA Nomor. 628/pid/1984 tanggal 22 juli 1985 sepatutnya kalau perkara tersebut di tangguhkan sesuai dengan dasar dasar yuridis.

Diberitakan beritalensa.com sebelumnya, bahwa Made Kembir dilaporkan oleh Wayan suarta( 49 ) di Polresta Denpasar terkait Uang 110 juta.padahal uang tersebut adalah uang titipan dari Suarta sendiri yang sebelumnya telah ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Hal Kesepakatan tersebut, semuanya telah di paparkan oleh Made kembir di hadapan Hakim saat gelar sidang di Pengadilan Negeri Denpasar (11/09 ).Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang diketuai oleh Suka Nila SH tersebut, Made kembir menerangkan kalau dirinya telah menjelaskan kepada wayan suarta sebelum ia menyerahkan uang sebesar 110 juta tersebut tujuanya tidak lain adalah untuk menbiayai perkara sengketa tanah dari ida bagus artana yang ada di Pengadilan.

“Di awal saya sudah menjelaskan kepada Wayan Suarta,kalu ada obyek tanah milik Ida Bagus Artana dengan luas kurang lebih 2,4ha (hektare) yang kini sedang berperkara di pengadilan baik perdata maupun pidana.kalau perkara itu menang saya akan dapat fee sukses seluas 65are.karena saya ikut membantu secara finansial dalam membiayai perkara tersebut.

Saya tidak pernah mengatakan”imbuh kembir lagi”kepada Suarta, kalau tanah Seluas 5 are yang tertulis di kwitansi itu adalah tanah saya,semuanya sudah saya jelaskan di awal dan dia pun tau perihal permasalahan tanah tersebut.fee sukses itulah yang akan saya berikan kepada suarta kalau perkara itu menang di pengadilan.tapi ternyata perkara itu kalah dipengadilan, baik pidanya maupun perdatanya.dan saat saya mau kembalikan uang titipan tersebut ia tidak mau terima dengan alasan kalau dirinya masih mempunyai hutang sama saya terkait akses jalan yang di gunakan untuk jalan menuju perumahan yang ia bangun yang sampai hari ini belum ia selesaikan pembayaranya kepada saya.tapi kenapa ia malah melaporkan saya. tutur Made kembir di Muka Hakim.

Diketahui Setelah berkas dilimpahkan oleh polresta Denpasar ke Kejaksaan Negeri Denpasar pengacara dari Made Kembir I Wayan Suka SH,telah mengirim surat permohonan penundaan pemeriksaan perkara karena adanya “Pra Yudisial” dimana Made kembir menggugat Wayan Suarta dengan gugatan Hutang piutang terkait obyek uang 110 juta tersebut.

Akan tetapi surat permohonan penundaan pemeriksaan perkara tersebut tidak digubris oleh penyidik maupun JPU sehingga menggelinding tanpa halauan.publik pun menilai bahwa Made Kembir telah di kriminalkan oleh segelintir oknum penegak hukum yang tak profesional bahkan sempat ada kecurigaan bahwa oknum – oknum yang menangani perkara tersebut sengaja menjalankan perkara pesanan (titipan ) orang, yang “beraroma Suap”.


Categorised in:

No comment for OKNUM JPU KEJARI DENPASAR PIDANAKAN PERKARA PERDATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.