Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » ” BEDAH ” Rekayasa Gugatan Perkara Niaga Pada PT. Gusher, Leny Nyatakan Di Tipudaya

” BEDAH ” Rekayasa Gugatan Perkara Niaga Pada PT. Gusher, Leny Nyatakan Di Tipudaya

(469 Views) Mei 12, 2017 9:54 pm | Published by | No comment

Laporan Reporter : Junaedi

Leny menandatangani surat pernyataan

Saya merasa di Tipudaya oleh Hendrik dan Steven

Surabaya|AWAS – Rekayasa gugatan permohonan PKPU/Pailit dalam tubuh PT. Gusher Tarakan kini terbukti dengan adanya pengakuan Leny, pemohon PKPU/Pailit di pengadilan Niaga Surabaya.

Diketahui sebelumnya, Leny  menggugat mantan direktur PT. Gusher Tarakan Steven Hakim dan Hendrik Hakim (termohon) pada 8/5/17, Lalu.

Gugatan PKPU/Pailit itu dikatakan Leny adalah gugatan abal-abal.

Leny, melalui surat pernyataan yang di tandatangani pada Jumat,12/05/17 menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah memberikan surat kuasa kepada siapa pun untuk melakukan gugatan atau permohonan kepailitan terhadap PT. Gusher Tarakan.

Lebih jauh Leny menjelaskan, djadikannya ia sebagai penggugat dalam perkara ini adalah sebab ulah akan tipu daya dari Hendrik dan Steven.

” Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang mengaku-ngaku Kuasa Hukum pada perkara Niaga nomer 7/pdt.sus.pailit/Niaga. Pn Surabaya, setidaknya sampai tanggal 8 mei 2017,Di jadikanya saya sebagai penggugat untuk mempailitkan PT. Gusher Tarakan adalah suatu hal yang tidak wajar.

Karena saya tidak pernah memberi atau menunjuk Kuasa Hukum, saya merasa di perdaya oleh Hendrik dan Steven, dengan membujuk untuk menyerahkan kwitansi dan PPJB , katanya akan dibayar atau dikembalikan nya uang pembelian unit Stand (Grand Tarakan Mal) yang sudah 13 tahun di janjikan sertipikat nya namun sampai sekarang tidak ada realisasi ” tulis Leny dalam surat yang ditujukan pada Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, (12/5/17).

Dijelaskan oleh Leny, dalam surat pernyataan tersebut. bahwa putranya yang bernama Indra Gunawan di hubungi melalui telpon dan diundang oleh Hendrik Hakim,pada (23/2/16).

Indra menurut Leny  diundang kejakarta dengan alasan bahwa Hendrik akan membayar unit stand Grand Tarakan Mal miliknya yang telah lama vacum, sesuai dengan PPJB antara Leny dengan Hendrik sebesar 341 juta rupiah.

Dalam pertemuan tertanggal 23 februaari 2017 di puri mal Jakarta tersebut, oleh Hendrik. Indra juga diperkenalkan kepada seorang bernama Tafrizal H. gewang SH MH. yang ditengarai sebagai sutradara dalam perkara Niaga yang membelit PT. Gusher.

Belakangan diketahui oleh awasnews.com, bahwa Gewang, ternyata adalah orang yang ditunjuk untuk berperan sebagai kurator dalam perkara Niaga tersebut.

Maka tanggal 17 April 2017, Indra alias acay, bertemu dengan seorang bernama Rusdi yang di saksikan oleh Irdiansah untuk menyerahkan foto copy (PPJB) perjanjian Pengikatan Jual Beli, Dan juga foto copy bukti prmbayaran Unit Stand Grand Tarakan Mal (GTM).

” Melanjutkan pertemuan-pertemuan tersebut, maka anak saya diminta untuk datang ke Jakarta Tanggal 30/4/17. Untuk bertemu dengan Tafrizal H. Gewang SH MH untuk membicarakan rencana pembayaran unit stand yang kami miliki ” bunyi surat pernyataan Leny, yang diterima awasnews.com, 12/5/17.

Leny pun sadar, kalau dirinya selama ini telah di tipu mentah-mentah oleh Hendrik dan Steven setelah mendapat penjelasan dari Kuasa Hukum Mayjend TNI ( Purn ) Gusti Syaifudin. Tonin Tachta Singarimbun SH, Pasca mediasi (rapat pengurus) di Pengadilan Niaga Surabaya.8/5/17. Lalu.

Menurut Tonin, Legalstanding dari Steven Hakim, selaku orang yag mewakili PT. Gusher Tarakan dalam perkara Niaga tersebut tidaklah bisa dibenarakan. Karena yang rups yang dilampirkan dalam kepengurusan PT Gusher Tarakan oleh Steven merupakan hasil rups perpindahan kantor.

Rekayasa gugatan tersebut ditengarai akibat pinjaman/hutang pribadi Hendrik dan Steven. yang sudah mencapai 131 Milyar pada Bank BNI. Bahkan Hendrik dan steven diyakini tidak mampu lagi untuk membayar.

Maka ia pun berinisiatif menggunakan PT. Gusher Tarakan sebagai tumbal kepentingan Pribadinya.

Drama akan trik gugatan tipu daya dengan menjadikan Leny sebagai pihak penggugat, dan dirinya selaku termohon atau tergugat yang mewakili PT. Gusher telah tercium oleh Tonin, akibat menggunakan SK/SP Kemenkum HAM yang sudah usang (di batalkan).

Tujuan penggunaan SK/SP usang itu tak lain supaya dapat mempailitlan PT. Gusher Tarakan milik Gusti Syaifudin yang disahkan secara Hukum oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia,dengan tujuan tak lain sebagai alat atau sarana “Aset” yang bisa dijadikan jaminan untuk membayar hutang-hutang pribadinya pada pihak Bank.

[ Jun ]


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for ” BEDAH ” Rekayasa Gugatan Perkara Niaga Pada PT. Gusher, Leny Nyatakan Di Tipudaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.