Menu Click to open Menus
Home » Lintas Peristiwa » Indonesia pilih jalur diplomatik pasca bentrok dengan kapal perang Vietnam di perairan Natuna

Indonesia pilih jalur diplomatik pasca bentrok dengan kapal perang Vietnam di perairan Natuna

(27177 Views) Mei 26, 2017 5:02 am | Published by | No comment

Foto ilustrasi kapal perang

Jakarta|AWAS — Kementerian Kelautan dan Perikanan memutuskan menyelesaikan insiden penangkapan kapal di Natuna yang berujung pada ditangkapnya salah satu pengawas perikanan asal Indonesia oleh pihak Vietnam, Minggu (21/5) kemarin, dengan jalan diplomatik.

Sekretaris Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto menyebut, kedua negara telah sepakat menyelesaikan insiden Natuna yang terjadi di kawasan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) secara diplomatik dan tidak berlarut-larut.

“Kita akan menyelesaikan insiden itu melalui jalur diplomatik, dan akan berusaha keras agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Rifky di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (23/5).

Raifky mengatakan, insiden ini bermula ketika kapal patroli KKP Hiu Macan menyergap lima kapal ikan asing dari Vietnam di laut Natuna yang berada di kawasan ZEE Indonesia. Namun, ternyata pada saat yang sama ada kapal Coast Guard Vietnam yang juga langsung datang.

Kapal coast guard ini menginginkan kapal ikan yang diamankan oleh pihak Indonesia itu untuk segera dilepaskan.

Bentrokan tidak terhindarkan dan berakhir dengan tenggelamnya salah satu kapal ikan Vietnam. Adapun, sebanyak 44 nelayan Vietnam yang berada di kapal itu meloncat ke laut dan kemudian diselamatkan kapal Coast Guard negara itu.

“Nah, di situ juga, ada salah satu pengawas kita, yang memang sudah masuk ke kapal itu untuk memeriksa sebelum kapal-kapal itu diamankan, dia juga ikut diselamatkan oleh coast guard Vietnam,” kata Rifky.

Pengawas asal Indonesia itu, ikut dibawa ke Vietnam. Namun, Rifky enggan menyebutnya sebagai sandera.

“Nggak, [pengawas KKP] bukan sandera, itu upaya penyelamatan. Tapi kan di laut ada teritorial jadi saat hari itu kita tidak bisa langsung jemput dia,” kata Rifky.

Bahkan, menurut Rifky kondisi pengawas KKP tersebut saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Dia aman di bawah perlindungan KBRI Indonesia di Vietnam.

“Iya sudah mau pulang kok, tinggal tunggu tiket saja,” kata dia.

Oleh karena itu, Rifky menegaskan tidak ada pertukaran sandera dalam upaya diplomasi insiden Natuna ini. Adapun Rifky menambahkan Indonesia akan memulangkan 400 nelayan Vietnam dalam waktu dekat. Hal itu, tegas Rifky, tidak ada sangkut pautnya dengan insiden Natuna.

“Bukan, bukan sandera. Jadi tidak ada barter,” kata dia.

Sementara itu, terkait tenggelamnya salah satu kapal nelayan dalam insiden itu, KKP akan bekerjasama dengan Pemerintah Vietnam dan akan melakukan investigasi bersama guna mencari tahu penyebab tenggelamnya kapal nelayan itu.

“Tentu, kita investigasi bersama, hubungan Indonesia-Vietnam juga sangat baik, makanya kita akan cari tahu bersama kenapa bisa tenggelam,” kata dia.


Categorised in: , ,

No comment for Indonesia pilih jalur diplomatik pasca bentrok dengan kapal perang Vietnam di perairan Natuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.