Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Penyebab Kematian Nova Ardiansah Divonis 5 Tahun Penjara

Penyebab Kematian Nova Ardiansah Divonis 5 Tahun Penjara

(475 Views) Juni 13, 2017 4:04 pm | Published by | No comment

Foto Rahman Oktavian saat mendengar vonis dari Ketua Majelis Hakim Komarudin Simanjuntak, 13/6/17. Dok. Junaedi

___________AWASNEWS.COM

SURABAYA| – Rahman Oktavian Terdakwa atas kasus penganiayaan dan kekerasan dimuka umum, terhadap korban Nova Ardiansah (21), warga Gunung Sari. yang oleh warga, mayatnya ditemukan mengapung dibantaran sungai kali mas, Surabaya.17 Januari 2017 lalu, Oleh Majelis Hakim Hanya dijatuhi hukuman 5 tahun Penjara.

” Terdakwa Rahman Oktavian terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 170 ayat 2. KUHP. Menjatuhkan hukuman 5 Tahun penjara kepada terdakwa Rahman Oktavian dikurangi masa tahanan” tegas Hakim Komarudin Simanjuntak. Membacakan Putusannya.Selasa, 13/6/17.

Vonis 5 tahun tersebut didasari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samsu. dari Kejari Surabaya, yang sebelumnya hanya menuntut terdakwa dengan tuntutan 7 tahun Hukuman Penjara, lebih ringan dari ancaman hukuman maksimal pada seorang pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan dimuka umum sehingga mengakibatkan kematiannya seseorang.dengan ancaman maksimal 12 tahun hukuman penjara.

Berawal dari temuan mayat oleh warga, dalam keadaan mengapung di bantaran Sungai Kali Mas. 17/1/17,silam. Mayat tersebut di ketahui bernama Nova Ardiansyah, warga Gunung Sari. Yang sebelumnya ditengarai telah di aniaya oleh sekelompok orang tak dikenal. Bedah kasus pun terkuak oleh ke jelian pihak Polrestabes Surabaya. Yang dengan sigap menyelidiki akan misteri kasus yang penuh muatan kriminal tersebut.

” Saya pukul kepalanya tiga kali di bagian belakang, Wanto yang pukul korban duluan kemudian Habib lalu saya sendiri dan Yunus ” terang terdakwa Rahman , dihadapan majelis hakim yang diketuai Komarudin. Saat memeriksa terdakwa dalam persidangan, Selasa, 23/5/17.lalu.

Terpisah, Orang tua korban, Slamet. Menuturkan pada awak media bahwa putra nya tersebut meninggalkan rumah semenjak tanggal, 7/1/17. Mengendarai Motor Yamaha merek Vixon bernomor Polisi W 6471 ZZ. Dengan berpamitan menginap di rumah temannya.

” Anak saya sering bepergian dan terkadang tidak pulang selama beberapa hari. Katanya menginap di rumah temannya namun tidak tau dimana alamat rumah temannya tersebut, ” Ujar Slamet, saat di mintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

Menurut keterangan dari Rahman, diketahui bahwa Korban, Nova Ardiansah. Diperkenalkan oleh terdakwa kepada Wanto sekitar tanggal 13/1/17. yang oleh terdakwa bahwa Wanto ia sebut sebagai Bandar Narkotika jenis Sabu-sabu (SS).Wilayah Mastrip, Waru Gunung, Surabaya. Sekaligus sebagai Bos dari Sindikat tersebut. Untuk bertransaksi Narkoba, Namun setelah barang Haram tersebut didapatkannya, korban belum bisa membayar sabu bernilai 1,4 juta tersebut.

” Saya malu , masalahnya saya yang kenalkan pertama kali dia kepada Wanto, dia pesan Sabu di malam hari , janji paginya akan segera di bayar, tapi tidak segera dibayar-bayar alasannya belum punya uang” paparnya.

Dari kejadian tersebut, awal mula kejadian Naas yang merenggut nyawa Nova. tanggal 14/1/17, Wanto (DPO) meminta korban untuk datang menemuinya di tempat kost didaerah Mastrip, untuk menagih uang Sabu, perselisihan pun tak terhindarkan saat keduanya bertatap muka, karena korban beralasan masih belum mempunyai uang untuk membayar.

Spontan, Wanto langsung memukul korban secara bertubi-tubi mengenai wajah dan badan korban. Habib dan terdakwa yang saat itu juga berada di tempat kejadian turut pula membantu Wanto, dengan menendang dan memukuli korban sampai terjengkal. Perkelahian tak seimbang tersebut membuat korban Lari tunggang langgang menyelamatkan dirinya.

Belum puas memukuli Korban, kawanan sindikat Bandar narkoba tersebut langsung mengejar korban yang saat itu berlari kearah Sungai Kali Mas, dengan meneriaki “maling” pada korban Nova Ardiansyah. Korban yang saat itu sudah sampai di tengah-tengah Sungai dengan menaiki perahu tambang Akirnya kembali karena takut akan teriakan dan ancaman yang di lakukan oleh terdakwa dan kawan-kawannya tersebut.

” Saya panggil dia untuk bicara baik-baik, untuk menyelesaikan masalah ini ” Seloroh, Rahman. Namun hal itu dibantah oleh Hakim ” Kamu udah pukuli korban gara-gara uang 1,4 juta sampai lari ketakutan karena panik Akirnya loncat ke sungai dan meninggal,Kamu itu mikir jadi orang, udah kamu pukuli masih minta pertanggung jawaban emang kamu panggil sikorban mau kamu bunuh, iya ? ” tandas hakim anggota, pujo SH. Saat memeriksa terdakwa.23/5/17.

Hal berbeda dikatakan kuasa hukum terdakwa, Fariji. ” Bahwa Terdakwa ini hanya ikut-ikutan aja untuk pukuli korban, atas suruhan Wanto. Jadi niat untuk membunuh kepada korban sebenarnya tidak ada, dan terdakwa sendiri sudah mengaku dan menyesali atas perbuatannya tersebut atas pertimbangan tersebut mungkin yang membuat JPU tidak menuntut maksimal ” ungkap ketua LBH lacak, pada wartawan.

Sampai hari ini Pihak kepolisian masih belum bisa menangkap akan ketiga orang teman terdakwa, yaitu Wanto, Habib dan Yunus. Yang sempat ditetapkan Sebagai target Daftar Pencarian Orang (DPO) Karena peran dan keterlibatannya dalam kasus ini, Bahkan sebuah unit Motor Yamaha merek Vixon milik korban, sampai sekarang masih belum dapat ditemukan. [Jun]

 


Categorised in:

No comment for Penyebab Kematian Nova Ardiansah Divonis 5 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.