Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Saksi Korban Nyatakan Terdakwa kasus Penipuan “Soejono Candra ” Terima Uang 685 Juta.

Saksi Korban Nyatakan Terdakwa kasus Penipuan “Soejono Candra ” Terima Uang 685 Juta.

(698 Views) Juni 16, 2017 4:51 am | Published by | 5 Comments

Saksi Korban Nyatakan Terdakwa kasus Penipuan “Soejono Candra ” Terima Uang 685 Juta.


___________AWASNEWS.COM

SURABAYA| – Sidang Lanjutan akan kasus tindak pidana penipuan atas terdakwa Soejono Candra kembali digelar Dipengadilan Negeri Surabaya, (13/6/17). Jaksa Penuntut Umum JPU, Cathrine Sunita Hadirkan saksi korban yakni Lie Sukoyo. 

Dalamketerangannya, saksi menyatakan telah menyerahkan uang kepada terdakwa sebesar 685 Juta Rupiah. Untuk jual beli rumah sekaligus biaya pengosongan. ” total 685 Juta sudah saya berikan pada Soejono, berupa pecahan ratusan ribu” Papar Saksi korban.

Sementara, Kuasa hukum dari terdakwa ,menyatakan bahwa perkara ini adalah perkara jual beli fiktif dan sudah dilaporkan Polda Jatim dan diajukan Gugatan Perdata di PN Surabaya, “Klien kami sudah melaporkan ke Polda Jatim dengan tuduhan jual beli fiktif, dalam waktu dekat akan dipanggil. Selain itu kami juga sudah melayangkan gugatan perdata,”pungkas Darma singkat.

Adanya laporan ke Polda Jatim dan gugatan Perdata, ditanggapi Salim pendamping hukum Lie Soekoyo dengan enteng,”sampai sekarang Lie Soekoyo belum menerima panggilan, sedangkan gugatan perdata hingga kini juga belum menerima panggilan, “kata Salim.

“Bagus kalau mereka melakukan gugatan, kita tinggal rekonpensi saja tidak usah capek-capek ajukan gugatan. Dan gugatan Perdata ini hanya untuk mengalihkan perhatian saja dari kasus pidananya, “pungkasnya.

Soejono Candra sendiri status tahanannya dialihkan dari tahanan rutan klas 1A Medaeng ke tahanan kota 24 Mei 2017,Lalu. atas rekomendasi Dokter Arifin dengan dalil penyakit hipertensi yang dideritanya. Namun Dalam persidangan, terdakwa terlihat nampak segar bugar dan sehat Wa afiat tak kurang sesuatu apapun.

Kasus penipuan tersebut berawal dari terdakwa Sojono Candra yang berniat meminjam uang pada saksi korban, Lie Soekoyo.2004 silam, Dengan Alasan bahwa rumahnya bakal segera disita oleh pihak Bank Artha Graha, kalau tidak segera melunasi hutang-hutangnya, namun korban tidak mau kalau hanya meminjami uang.

Akirnya terdakwa menjual rumahnya yang beralamat di Perum Unimas blok. C, Waru Sidoarjo. kepada korban Lie Soekoyo Dengan kesepakatan harga sebesar 660 Juta rupiah. Dengan sarat, bahwa terdakwa meminta terhadap Korban untuk tidak menjual rumah tersebut kepada pihak lain sampai dengan jangka waktu dua tahun. Karena beralasan akan dibeli kembali oleh terdakwa. Atas alasan tersebut korban merasa kasihan lantas mengiyakan.

Air susu dibalas air tuba, begitu pepatah lamanya. Sesampai nya batas waktu yang dijanjikan. terdakwa tak kunjung membeli rumah yang sudah ia jual tersebut, sampai Akirnya tanggal 29 November 2006 korban mendatangi terdakwa untuk mengesahkan Jual beli Karena tidak bisa menepati janji – janji harapannya untuk kembali membeli rumah yang pernah ia jual tersebut.

Timbullah Akte pernyataan Jual beli Nomer 9 tahun 2006 yang disertai akte kuasa jual Nomer 10 tahu 2006, antara Soejono Candra kepada Lie Soekoyo dihadapan Notaris Sugiharto. tak hanya itu, untuk Mengosongkan rumah tersebut juga tertuang dalam akte Nomer 11 tahun 2006 bahwa Soejono Candra juga telah menerima uang sebesar 25 juta, untuk biaya pengosongan rumah.

Sampai batas waktu yang dijanjikan yakni 30 Nivember 2006 terdakwa tidak segera Mengosongkan rumah sehingga korban merasa dirugikan sebesar 685 juta. Korban pun Akirnya melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Surabaya, bahkan sampai kasus ini bergulir dipersidangan. korban masih belum bisa menguasai akan obyek rumah yang dalam pandangan hukum sudah sah ia beli.

Terpisah, istri terdakwa yakni yen jet ha, Mengklaim kalau suaminya tersebut tidak pernah menjual rumah yang dimaksud dalam akte jual beli, dengan berdalih bahwa akte tersebut adalah akte kerja sama usaha alat berat buldoser. Tak hanya itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya pernah melakukan upaya hukum praperadilan akan status tersangka yang pernah disematkan oleh penyidik Polrestabes Surabaya pada terdakwa Soejono Candra.

Kendati demikian, upaya hukum praperadilan tersebut kandas setelah Hakim memutuskan bahwa penetapan tersangka pada Soejono Candra adalah sah. Sesuai dengan prosedur hukum. Karena unsur pidana pada pasal 378 KUHP yang diterapkan oleh penyidik berikut bukti-bukti sudah terpenuhi (Junaedi)


Categorised in:

5 Komentar for Saksi Korban Nyatakan Terdakwa kasus Penipuan “Soejono Candra ” Terima Uang 685 Juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.