Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kasus Mark up e-KTP Setya Novanto tak terlibat, Bagaimana dengan kasus penyuapan?

Kasus Mark up e-KTP Setya Novanto tak terlibat, Bagaimana dengan kasus penyuapan?

(435 Views) Agustus 1, 2017 6:26 pm | Published by | No comment

(AWASNEWS.COM)-Pakar hukum pidana Chairul Huda meminta KPK fokus mendalami sejumlah nama yang disebut dalam vonis hakim kasus e-KTP.

Dalam pertimbangan yuridis hakim, ada tiga nama anggota DPR yang disebut turut serta melakukan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP. Ketiganya yakni, politikus Hanura Miryam S Haryani, Politikus Golkar Markus Nari dan Ade Komarudin. Sedangkan nama Ketua DPR Setya Novanto tidak disebut.

Menurut Chairul, berdasarkan pertimbangan yuridis itu, tiga nama anggota DPR tersebut dianggap hakim sebagai pihak yang paling bertanggung jawab melakukan tindakan yang merugikan keuangan negara.

“Karena ini bukan pasal suap, jadi yang dicari adalah siapa yang telah menyalahgunakan wewenang atau melakukan perbuatan pelanggaran hukum sehingga merugikan keuangan negara. Menurut majelis hakim, nama-nama yang tadi (Akom, Miryam, dan Markus Nari) mendominasi peran dalam menentukan kebijakan sehingga timbul kerugian negara,” kata Chairul saat dihubungi, Selasa (1/8/2017).

Sementara itu, soal hilangnya nama Novanto dalam vonis hakim, Chairul menilai orang nomor satu di Partai Golkar itu tidak memiliki peran signifikan dalam proyek pengadaan e-KTP.

“Tidak muncul dalam pertimbangan yuridis, berarti menurut majelis hakim perannya tidaklah cukup untuk menimbulkan terjadinya perbuatan yang merugikan keuangan negara,” ucap Chairul.

“Ini kan kasusnya mark up proyek. Proyek itu katakanlah bisa jalan dengan anggaran 2,5 triliun, tapi dibikin 5 triliun. Kan mark up itu. Nah siapa yang melakukan mark up itu? Sekarang yang didakwa adalah Irman dan Sugiharto, dan sudah divonis. Dalam pertimbangan keputusan yang bersangkutan, ada nama lain yang disebut. Itu yang seharusnya menjadi titik tolak KPK dalam menindaklanjuti kasus ini lebih dalam,” imbuh Chairul.

Sebelumnya, pada sidang vonis 2 Terdakwa kasus E-KTP Irman dan Sugiharto yang lalu, Hakim Tipikor tidak memasukan nama Setya Novanto dan hanya menyebut 3 nama yakni Ade Komarudin, Markus Nari dan Miryam yang terlibat dalam kasus tersebut.

Atas dasar fakta hukum dalam persidangan itulah, banyak ahli atau pakar hukum, khususnya pakar hukum pidana dan KUHP serta KUHAP menilai Setya Novanto tidak terbukti melanggar pasal 2 atau 3 junto pasal 55 ayat satu ke satu Undang-Undang Tipikor.*


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Kasus Mark up e-KTP Setya Novanto tak terlibat, Bagaimana dengan kasus penyuapan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.