Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Berikan cek bodong secara bertahap, terdakwa kasus penipuan dituntut 2 tahun

Berikan cek bodong secara bertahap, terdakwa kasus penipuan dituntut 2 tahun

(407 Views) Agustus 7, 2017 4:17 pm | Published by | No comment

(AWASNEWS.COM)
SURABAYA| Edi Santoso Susanto alias Ie Liang terdakwa kasus penipuan dengan modus kerjasama tambang pasir, dituntut hukuman 2 tahun dan 6 penjara oleh Muhammad Yusuf Akbar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Senin (07/08) siang. Saat gelar sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

JPU menilai terdakwa yang melanggar dakwaan kesatu pasal 378 tentang penipuan.

“Terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan ke 1, menjatuhkan hukuman pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara kepada terdakwa, dikurangi terdakwa menjalani tahanan,” ucap Jaksa Akbar membacakan tuntutan.

Atas tuntutan JPU, terdakwa Edi Santoso Susanto berencana lakukan pembelaan (pledoi) melalui penasehat hukumnya pekan depan.

Diketahui, Edy Santoso Susanto nekat meminjam uang sebesar Rp 1,5 milar kepada Suhwadji untuk menjalankan bisnis tambang. Untuk meyakinkan pada korban, Edy menjaminkan dua SHM rumah, BPKP mobil, BPKP Dumtruck, dan surat alat berat (beghoe) ke Suhwadji. Selain itu, Edy juga menjaminkan 13 cek BNI senilai Rp 1,5 miliar dengan ketentuan bisa dicairkan setelah jatuh tempo.

Singkat cerita Edy tak kunjung mengembalikan pinjaman tersebut. Lantaran Edy banyak berdalih.

Ironisnya, saat Suhwadji berniat untuk mencairkan cek pemberian Edy. 13 cek yang diberikan secara bertahap tersebut setelah jatuh temponya pencairan, ternyata cek tersebut tidak bisa dicairkan alias cek Bodong. Karena mendapat Surat Keterangan Penolakan (SKP) dari bank yang bersangkutan.

Setelah cek tersebut tidak bisa dicairkan, Suhwadji kemudian meminta pertanggungjawaban pada Edy yang kemudian dijanjikan akan dibayar secara tunai. Akan tetapi sampai saat ini janji-janji harapan tersebut tidak pernah dipenuhi oleh Edy.

Tak terima, Suhwadji lantas melaporkan Edy ke polisi dengan laporan pasal 378 jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penipuan. Juga ditengarai adanya unsur kesengajaan memberikan cek bodong secara bertahap.

Pada Rabu 21/6/2017 lalu, terdakwa Edi Susanto Santoso alias Ie Liang mendapatkan penangguhan penahanan dari ketua majelis hakim Dedi Fardiman, dengan uang jaminan sebesar Rp 250 juta.

(Junaedi)


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Berikan cek bodong secara bertahap, terdakwa kasus penipuan dituntut 2 tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.