Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Sidang kasus Sindikat Bandar shabu, JPU Hadirkan 5 orang saksi dari komplotan terdakwa

Sidang kasus Sindikat Bandar shabu, JPU Hadirkan 5 orang saksi dari komplotan terdakwa

(536 Views) Agustus 9, 2017 5:44 pm | Published by | No comment

________

(AWASNEWS.COM)-Diyan Susanto (59),petugas Sipir Lapas Depok Jawa Barat yang menjadi terdakwa dalam kasus penyalahgunaan Narkotika, karena kedapatan memiliki dan menyimpan serbuk haram (shabu-shabu) seberat 2,2 kilo gram di rumah kontrakannya.

Rabu (9/8/2017), ia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda keterangan saksi.

Diyan adalah petugas sipir yang ditengarai turut terlibat dalam peredaran shabu yang dikendalikan oleh Muhammad Amin penghuni Lapas Depok. Peran Diyan adalah penghubung dalam bertransaksi shabu-shabu.

Pemeriksaan sidang yang dipimpin Hakim Manopo tersebut, Jaksa Penuntut umum (JPU) Wilhelmina Manihutu dari Kejari Surabaya menghadirkan 5 saksi yang juga berstatus Terdakwa (berkas terpisah) yakni Reza Puryono (Kurir), Fery Panduwiguna (Sipir), Muhammad Yamin aliasa Amin (Terpidana) dan Saipulloh (Ojek dan penjaga gudang).

Dalam keterangannya, Reza Puryono alias Daeng mengaku dirinya diperintah oleh bandar besar bernama Cecek (diduga nama fiktif), untuk mengantarkan barang (shabu) kepada terdakwa, Jum’at (27/1/2017), sekitar pukul 24.00 WIB. Namun ditolak dan diminta keesokan harinya.

“Saya hubungi terdakwa dan memintanya untuk menjemput di Bulak Kapal, untuk menyerahkan barang tapi dia (terdakwa) tidak tahu isinya pak Hakim,” terang saksi Daeng memberi pembelaan.

Namun, sesampainya di kost di Jalan Cijantung, yang dijadikan sebagai gudang, Barang (shabu) tersebut dibuka lalu terdakwa menghubungi Feri Pandiguna (Saksi Sipir) untuk membawakan timbangan. Dalam hal ini, Resa alias Daeng kembali pasang badan dan mengatakan Feri tidak mengetahui akan barang tersebut.

“Pak Feri tadinya juga tidak tahu kalau itu sabu pak Hakim, dia hanya membawakan timbangan saja. Dia baru tahu setelah ditimbang dan di foto untuk dikirimkan ke Amin (Terpidana dan koordinator bandar),” kilah Resa.

Sedengkan Feri Panduwiguna tetap mengelak kalau dirinya terlibat dalam sindikat Narkoba tersebut, dirinya hanya membawa timbangam elektrik atas permintaan Terdakwa, ” saya tidak tahu akan hal itu (Narkoba), saya hanya diminta membawa timbangan saja,” ucapnya.

Disinggung terkait diketahuinya isi dalam bungkusan tersebut adalah Narkoba dan kronologi perkenalannya dengan Resa alias Daeng, feri mengaku baru mengetahui setelah sabu tersebut dilakukan penimbangan,” setelah ditimbang baru tahu, kalau sama saksi Resa saya sudah kenal sejak dia masih didalam,” ungkapnya.

Sementara Saipulloh, dalam keterangannya, mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui aktivitas didalam kamar kost yang dijadikan gudang,” saya hanya tukang ojek dan penjaga kost pak hakim,” akunya singkat.

Namun, Muhammad Amin yang merupakan koordinator peredaran Narkoba, lebih banyak diam dan mengaku mengenal terdakwa, Resa dan Feri,” karena saya masih didalam, kenal hanya sebatas kenal saja pak,” ujarmya singkat.

Terdakwa ditangkap oleh Ditreskoba Polda Jatim saat menimbang Narkoba seberat 2,225 gram di kost yang dijadikan gudang penyimpanan shabu-shabu di Jl Cijantung, pada 28 Februari 2017. Lalu.

Atas perbuatannya Terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 132 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

(Junaedi)


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Sidang kasus Sindikat Bandar shabu, JPU Hadirkan 5 orang saksi dari komplotan terdakwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.