Menu Click to open Menus
Home » Nasional » LPKP2HI : Bocornya Data Nasabah Adalah Tanggung Jawab Pimpinan Bank itu Sendiri

LPKP2HI : Bocornya Data Nasabah Adalah Tanggung Jawab Pimpinan Bank itu Sendiri

(461 Views) Agustus 26, 2017 10:33 pm | Published by | No comment

Foto : Mohammad Hasan SH, Presiden LPKP2HI


AWASNEWS.COM
Rohan Hafas, Sekretaris PT. Bank Mandiri (Tbk) beralasan agar masyarakat tidak membiarkan penggesekan kartu kredit di komputer kasir, kecuali pada Ekektronic Data Capture (EDC). Upaya itu menurutnya demi mengurangi bocornya data para nasabah pada pihak-pihak tertentu.

” Gesek di EDC saja. Itu datanya langsung ke bank, dan ter-protect (proteksi) secara sistem. Kalau digesek di keyboard kasir itu, kami tidak tahu ke mana data kartunya, dan bisa saja disalah gunakan,” katanya, 26/8/17.

Bukan rahasia umum, Bocornya data nasabah sendiri sebenarnya sudah berjalan lama,dan Ditengarai dilakukan oleh oknum pegawai bank itu sendiri, ironisnya hal itu baru diketahui oleh pihak bank karena adanya tangkapan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Data para nasabah tersebut biasanya dijual secara paket, mulai dari harga Rp350 ribu hingga jutaan rupiah, kepada pihak marketing atau consumer finance perbankan. Yang biasanya digunakan untuk menawarkan produk-produk mereka.

Untuk data 1.000 nasabah, misalnya, di jual dengan harga Rp350 ribu. Sementara, data 100 ribu nasabah dijual senilai Rp1,1 juta. Hal tersebut dibeberkan oleh tersangka berinisial (C) 27.

Penangkapan C dilakukan setelah Bareskrim Polri menerima laporan dari masyarakat terkait keresahan penawaran pembuatan kartu kredit atau asuransi melalui telepon. Padahal, pemilik nomor telepon tidak pernah memberikan nomornya kepada pihak-pihak itu.

Terpisah, Presiden Eksekutif Lembaga pengawas korupsi dan pemantau penegak hukum Indonesia (LPKP2HI) Mohammad Hasan menilai, bahwa bocornya data pada nasabah dinilai sebagai suatu kejahatan serius yang mesti harus di tangani dengan serius pula oleh pihak aparat penegak hukum.

Pasalnya dalam data tersebut tercantum dengan jelas nilai dan jenis kartu kredit para nasabah, bahkan Track record kartu credit dan juga data-data pribadi para nasabah termasuk Nomer telpon.

” Ini kejahatan serius yang harus pula diseriusi pula cara penanganannya oleh pihak penegak hukum, nilai kartu dan data pribadi termasuk Nomer telpon nasabah dengan mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan ” tegasnya.

Hasan juga menghimbau pada para petinggi dari pihak Bank itu sendiri untuk turut bertanggung jawab akan maraknya penjualan data yang dilakukan oleh para pegawainya, menurutnya, keteledoran menagement para pimpinan dari pihak bank itu lah yang menjadi kendala dan faktor utamanya.

” Faktor utama dari bocornya data nasabah adalah karena keteledoran para pimpinan Bank itu sendiri, kalau management nya profesional tentu hal tersebut tidak akan sampai terjadi, yang paling bertanggung jawab dalam perkara ini tentu pihak pimpinannya. ” tutup Hasan.
(Junaedi)


Tags:
Categorised in:

No comment for LPKP2HI : Bocornya Data Nasabah Adalah Tanggung Jawab Pimpinan Bank itu Sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.