Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Perampok pegawai Pajak Ini mengaku Lakukan Ibadah Haji saat jadi DPO

Perampok pegawai Pajak Ini mengaku Lakukan Ibadah Haji saat jadi DPO

(397 Views) September 26, 2017 3:55 pm | Published by | No comment

SURABAYA | (AWASNEWS.com)- Sumaiman (43) Terdakwa perampokan pegawai pajak Pemkot Surabaya (2013) silam menerangkan pada majelis hakim Pengadilan Negeri PN Surabaya bahwa ia sempat melaksanakan ibadah haji setelah melakukan perampokan bersama ke 6 orang rekannya Dibawah komando Mat Tunggal (DPO).

Pengakuan itu ia terangkan saat Mjelis Hakim yang diketuai Djainuri menanyakan perihal status DPO nya sejak 2013 silam dan baru tertangkap 30 Mei 2017.

” Saya ke Arab Saudi pak Hakim ” ujarnya menjawab pertanyaan hakim, 26/9

Mendengar jawaban Sulaiman, Hakim Djainuri berseloroh ” ngapain kamu ke Arab, Ikut Habib Riziq ya ”

Terdakwa asal Bangkalan Madura ini lalu mengaku bahwa kepergiannya ke negara Arab Saudi adalah untuk bekerja sebagai TKI, gelar Haji itu ia peroleh saat bekerja di Saudi.

Sulaiman merupakan satu dari enam anggota komplotan yang dipimpin Mat Tunggal.

Komlotan ini merampok pegawai pajak Pemkot Surabaya yang baru saja mengambil uang Rp 380 juta, saat korban masuk ke halaman kantor UPTD Pajak di komplek Perumahan Jemursari Surabaya, Sulaiman dkk langsung merampas tas berisi uang Rp 380 juta.

Sulaiman memiliki peran sebagai joki motor. Dalam aksinya, komplotan ini menggunakan senjata tajam untuk mengancam korban. Dari aksinya itu Sulaiman mendapat jatah bagian uang sebesar 50 juta.

Tak hanya merampok uang milik pegawai pajak senilai Rp 380 juta. Komplotan ini juga pernah membobol sebuah rumah mewah di Perumahan Dukuh Kupang Timur yang saat itu dalam keadaan kosong.

Dari aksi pembobolan itu, komplotan Sulaiman berhasil menggarong uang sebesar 130 Juta.

Dari tangan Sulaiman, petugas mengamankan barang bukti motor Yamaha Mio GT Nopol M 4422 MU dan sebuah STNK.

Atas perbutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso mendakwa Sulaiman menggunakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara. @junaedi


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Perampok pegawai Pajak Ini mengaku Lakukan Ibadah Haji saat jadi DPO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.