Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Rentetan Kasus Pailit PT Gusher Tarakan, Advokat Peradin Laporkan Rekan seprofesi Dari Lembaga PERADI

Rentetan Kasus Pailit PT Gusher Tarakan, Advokat Peradin Laporkan Rekan seprofesi Dari Lembaga PERADI

(460 Views) Oktober 11, 2017 4:35 pm | Published by | No comment

Moh Hasan SH, (memakai dasi) advokat dari Lembaga Peradain sekaligus ketua LBH Perpari /dok. Awas


SURABAYA – (AWAS), Moh Hasan SH, Advokat Dibawah naungan Lembaga Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) ini melaporkan rekan seprofesinya Fahrul Siregar, yang diduga anggota dari Lembaga PERADI. Ke Polda Jawa Timur. Selasa,(10/10/17)

Pelaporan ini terkait dugaan tanda tangan palsu didalam surat Kuasa. Dimana disebutkan dalam surat kuasa tersebut bahwa Leny (65) memberikan kuasa pada Fahrul Siregar untuk melakukan gugatan PKPU/Pailit kepada PT. Gusher Tarakan.

“Ada dugaan tanda tangan klien kami telah dipalsu dalam surat kuasa yang ia ajukan dalam sidang PKPU/Pailit PT. Gusher Tarakan” Ujar Hasan, Rabu, 11/10. yang diketahui sebagai Kuasa Hukum dari Leny.

Dikatakan Hasan, dugaan adanya surat kuasa palsu itu diketahui dari adanya pernyataan yang dibuat lenny.

Dalam surat pernyataan tertanggal 12 Mei 2017 tersebut, Lenny secara tegas menyebut tidak pernah bertemu dengan orang-orang yang mengaku sebagai kuasa hukumnya.

Tak hanya itu, Lenny juga menduga upaya mempailitkan PT Gusher Tarakan tersebut adalah hasil rekayasa dari kurator yang ingin mengais rejeki dibalik kisruh antara PT Gusher dengan para pemegang sahamnya atau para pihak pemilik Ruko Gand Tarakan Mall.

Dalam suratnya kepada Sujatmiko SH MH Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, Lenny juga merasa di perdaya oleh Hendrik dan Steven, dengan bujuk rayu untuk menyerahkan kwitansi dan PPJB , katanya akan dibayar. atau dikembalikan nya uang pembelian unit Stand (Grand Tarakan Mal) yang sudah 13 tahun di janjikan sertifikat nya namun sampai sekarang tidak ada realisasi.

“Itulah pernyataan yang dibuat klien saya secara tertulis dan sudah dikirimkan ke Ketua PN Surabaya,” kata Hasan

Namun surat pernyataan yang dikirimkan itu seolah-oleh terbaikan dan bahkan persidangan perkara ini tetap dilanjutkan.

“Ini yang menjadi tanda tanya.? Apalagi di berita acara persidangan disebutkan bahwa hakim ketua telah mengecek surat kuasa dari pemohon dan termohon, Saya ingin tau bentuk surat nya seperti apa ? Apa betul sudah dicek ? sambung Hasan.

Masih kata Hasan, setau saya memang ada surat kuasa dari Leny untuk Fahrul terkait perkara Pailit, tapi itu surat palsu dan sudah di tuangkan oleh Leny dalam surat pernyataan.

Dari informasi yang dihimpun, Pada sekitar tahun 2005 Hendrik Hakim, mantan pengurus Direksi dari PT. Gusher Tarakan, telah menjaminkan sebagian atau seluruhnya aset perusahaan kepada BNI Banjarmasin untuk pinjaman uang sekitar Rp 80 miliar tanpa persetujuan RUPS perseroan. Kini Hutang tersebut telah mencapai 131 Milliar yang tak mungkin bisa terbayar kecuali dengan jalan dipailitkannya PT Gusher Tarakan.

Sedangkan dalam putusan pengadilan di Jakarta barat dan Pengadilan Tarakan menyatakan bahwa pinjaman tersebut adalah merupakan pinjaman pribadi stiven hakim dan hendrik hakim kepada Pihak BNI, Tanpa melibatkan RUPS Perseroan atau PT Ghuser kepengurusan dari Gusti syaifudin yang disahkan oleh kemenkumham sejak tahun 2014. @junaedi


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Rentetan Kasus Pailit PT Gusher Tarakan, Advokat Peradin Laporkan Rekan seprofesi Dari Lembaga PERADI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.