Menu Click to open Menus
Home » Nasional » Sudutkan Media, Jenderal Myanmar Juga Tak Hiraukan Sanksi PBB

Sudutkan Media, Jenderal Myanmar Juga Tak Hiraukan Sanksi PBB

(399 Views) Oktober 12, 2017 11:36 pm | Published by | No comment

Foto: Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing/reuters


Jenderal Min Salahkan Inggris 

YANGON – (AWAS), Panglima militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tmengatakan bahwa warga muslim Rohingya bukan penduduk asli atau pribumi di negaranya.Dia juga menyebut jumlah pengungsi Rohingya terlalu dibesar-besarakn oleh media.

Dapat dipahami statmentnya tersebut secara tidak langsung telah mengamini sejumlah pembantaian yang dilakukan tentaranya terhadap sejumlah etnis minoritas ” Rohingya”

Komentar Jenderal Hlaing disampaikan dalam pertemuannya dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Scot Marciel. Dia menolak menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan anak buahnya dalam kekerasan di negara bagian Rakhine.

Meski bukan presiden, jenderal Hlaing dianggap orang yang paling berkuasa di negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu. Sebab, di bawah konstitusi, atasan kepala junta militer adalah dirinya sendiri. Dia tidak melapor setiap keputusan militer terhadap pemimpin de facto Aung San Suu Kyi. Dia bahkan tidak bisa dipecat.

Jenderal Hlaing yang merujuk Rohingya dengan istilah ”Bengali”, mengatakan bahwa penjajah Inggris-lah yang bertanggung jawab atas masalah tersebut.

”Orang-orang Bengali tidak dibawa ke negara ini oleh Myanmar, tapi oleh penjajah,” katanya kepada Marciel, menurut laporan pertemuan yang diunggah di halaman Facebook-nya, pada hari Kamis (12/10/2017).

”Mereka bukan penduduk asli, dan catatan membuktikan bahwa mereka bahkan tidak disebut Rohingya tapi hanya orang Bengali selama masa penjajahan,” lanjut Panglima Militer Myanmar ini, seperti dikutip Reuters.

Kantor HAM PBB pada hari Rabu mengatakan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah secara brutal mengusir 0,5 juta warga Rohingya dari negara bagian Rakhine utara ke Bangladesh. Pasukan tersebut juga disebut membakar rumah, tanaman dan desa untuk mencegah para warga minoritas itu kembali.

Kantor HAM PBB dalam laporannya berdasarkan 65 wawancara dengan pengungsi Rohingya yang tiba di Bangladesh, menyatakan bahwa para warga minoritas mengalami pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley pada bulan lalu mencela apa yang dia sebut ”kampanye brutal dan berkelanjutan untuk membersihkan negara dari etnis minoritas”.
Dia kemudian meminta negara-negara untuk menunda pemberian senjata ke Myanmar sampai militernya melakukan tindakan pertanggungjawaban yang memadai.

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra’ad al-Hussein telah menggambarkan operasi militer itu sebagai ”contoh buku teks pembersihan etnis”.

Namun, Jenderal Hlaing tidak menanggapi tuduhan tersebut. Dia justru menuduh kelompok gerilyawan telah membunuh 90 orang warga Hindu dan 30 warga Rohingya yang terkait dengan pemerintah.*


Berita Terkait

No comment for Sudutkan Media, Jenderal Myanmar Juga Tak Hiraukan Sanksi PBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.