Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kejam ! Direktur RSUD Arifin Ahmad Marahi Keluarga Pasien Kanker

Kejam ! Direktur RSUD Arifin Ahmad Marahi Keluarga Pasien Kanker

(316 Views) Oktober 17, 2017 6:11 am | Published by | No comment
PEKANBARU, AWASNEWS.COM
Keluarga Pasien kanker payudara stadium tiga Soinah yang terlantar selama 17 hari di RSUD Arifin ahmad berasal dari desa batang duku kecamatan bukit batu kabupaten bengkalis
Berawal dari video soinah penyakit kanker payudara stadium 3 yang terlantar di RSUD aripin ahmad yg viral di akun face book tiva iris dan sudah beredar di media sosial hampir lebih kurang 20 ribu yang melihat.
Kedatangan Direktur RSUD Arifin Ahmad kepada keluarga pasien bukan untuk penanganan medis, melainkan memarahi keluarga mengapa di viralkan videonya pasien soinah yang terlantar di Ripdem jalan ponogoro pekan baru, (15/10/2017)
Ripdem adalah tempat penampungan soinah istrahat sementara setelah keluar dari RSUD Arifin Ahmad pekan baru.
Tiva Iris, salah satu pengurus lembaga bantuan perlindungan perempuan dan anak riau (LBP2AR) provinsi riau yang langsung peduli dan melihat keadaan soinah terlantar Ripdem jalan ponogoro.
” Tadi saya langsung mendapat cerita dari anak soinah mengatakan direktur RSUD Arifin Ahmad datang marah marah, dan mengatakan kenapa videonya diviralkan ” kata Tiva Iris dari penyampaian anak soinah
Tiva iris juga membuat surat terbuka di akun facebooknya kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menceritakan kurangnya layanan RSUD Arifin Ahmad kepada masyarakat Riau.
” saya heran direktur rsud Arifin Ahmad bukan malah menolong tetapi malah memarahi keluarga soinah ” ujarnya Tiva Idris
Kami dari Lembaga bantuan perlindungan perempuan dan anak riau (LBP2AR) meminta kepada Gubernur Riau Andi Rachman untuk segera memperbaiki sistem RSUD Arifin Ahmad yang kami anggap kurang melayani masyarakat Riau.
” sampai saat ini Soinah masih berada di Ripdem jalan Ponogoro yang hanya terbaring saja tanpa bantuan medis ” tutup Tiva Iris.
Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka. ( UU Kesehatan 36/2009, Pasal 32 ayat 2).
Pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang melanggar Pasal 32 ayat 2 itu dipenjara maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 200 juta ( Pasal 190 ayat 1). Jika menyebabkan kematian, dipenjara maksimal 10 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar (pasal 190 ayat 2) Jika ada RS yang menerapkan kebijakan deposit / uang muka untuk pasien gawat darurat dapat melaporkan ke hotline Kementrian Kesehatan 1500567.

Dan sangat jelas sekali diatur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999). Menurut pasal 4 UU No. 8/1999, hak-hak konsumen bahwa Pasien adalah Konsumen dan RSUD ARIFIN AHMAD sudah jelas melanggar

 

 

Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran juga merupakan Undang-Undang yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi pasien. Hak-hak pasien diatur dalam pasal 52 UU No. 29/2004 adalah:a)      mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3);

b)     meminta pendapat dokter atau dokter lain;

c)     mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;

d)     menolak tindakan medis;

e)     mendapatkan isi rekam medis.

Perlindungan hak pasien juga tercantum dalam pasal 32 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, atas dasar tersebut Selanjutnya maka upaya hukum yang akan kami jalankan terhadap RSUD Arifin Ahmad

1.      Mengajukan gugatan kepada pelaku usaha, baik kepada lembaga peradilan umum maupun kepada lembaga yang secara khusus berwenang menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha (Pasal 45 UUPK)

2.      Melaporkan kepada polisi atau penyidik lainnya. Hal ini karena di setiap undang-undang yang disebutkan di atas, terdapat ketentuan sanksi pidana atas pelanggaran hak-hak pasien.

(D.Manurung)


Tags: , ,
Categorised in:

No comment for Kejam ! Direktur RSUD Arifin Ahmad Marahi Keluarga Pasien Kanker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.