Menu Click to open Menus
Home » Lintas Peristiwa » Grand Opening Metro Pembaharuan Ternyata Cuma Hoax

Grand Opening Metro Pembaharuan Ternyata Cuma Hoax

(727 Views) Oktober 20, 2017 4:46 am | Published by | No comment
Spread the love

 

Kantor Metro Pembaharuan yang dihiasi berbagai sepanduk mulai berlabel koperasi sampai logo salah satu Partai /dok.awas


SURABAYA  – (AWAS), Grand opening  Metropembaharuan.com di Ball Room Grand Mercure Jl Darmo No 68-78 Surabaya, Rabu ( 18/10/2017) batal digelar tanpa alasan.

Parahnya, ketika awak media mencoba menghubungi nomor ponsel yang tertera di undangan, malah tak direspon. Bahkan si empunya nomor, me-reject, sambungan ketika tahu yang telpon adalah wartawan yang akan datang acara.

“Ya, saya Wahyu, bagian yang mengurusi wartawan,” tegas suara yang ada di saluran ponsel tersebut dan kemudian menutupnya.

Setelah itu, ketika dihubungi berkali-kali, telpon dari awak media malah di-reject. “Nih, orang maksudnya apa? Punya acara, dibatalkan, ditelpon baik-baik malah direject, katanya wartawan, kok malah meghindari wartawan,” keluh para jurnalis yang terlanjur datang ke Grand Mercure. “Wartawan apaan ini, gadungan?,” timpal beberapa awak media yang lain.

Namun setelah beberapa kali dikirim pesan lewat Whatsappmessenger, Wahyu yang ternyata menjabat Wakil Pimred (Wapimred) Metropembaharuan.com, tidak bisa memberikan penjelasaan memuaskan soal batalnya acara grand opening medianya Ia malah mengalihkan ke  Gihon selaku Pimpinan Redaksi (Pimred). “Kalau soal pembatalan launching, silahkan tanya sama, Pak Gihon,” ujarnya singkat.

Wajar jika wartawan kecewa. Pasalnya, pembatalan acara yang diklaim mengundang banyak pejabat di Jawa Timur ini, justru diketahui wartawan ketika tiba di Hotel Grand Mercure untuk melakukan peliputan acara tersebut. Sesampai di sana, Rabu (18/10), ternyata acara grand opening itu tidak ada. Kontan saja, pembatalan ini membuat acara sejumlah wartawan kecewa. “Wah, ini panitianya nggak professional, tak punya etika. Masak tiba-tiba acara ditiadakan seperti ini,” gerutu salah satu wartawan di sana.

Saat awak media mengecek di keanggotaan PWI, Wahyu selaku Wapimred tak tercatat di sana. Begitu pula dengan keanggotaan di Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Ketika dikonfirmasi soal keanggotaan ini, Wahyu pun mengakui kalau di perusahaan persnya tak ada wartawan yang professional, termasuk dirinya. Saat didesak, Wahyu hanya menyebutkan beberapa nama wartawan yang ia anggap kompeten. Sehingga ke-wartawan-an Wahyu pun makin diragukan banyak awak media. “Wah, benar-benar gak jelas orang ini,” geram Andika, salah satu wartawan dari sebuah harian di Surabaya.

Padahal Dewan Pers menyerukan kepada seluruh awak media syarat menjadi pemimpin redaksi atau penangung jawab media massa, termasuk yang berbasis online atau siber, telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Seruan Dewan Pers agar penanggung jawab atau pemimpin redaksi media siber telah mengikuti UKW kategori UTAMA,  disampaikan anggota Dewan Pers Hendry Ch Bangun. Dalam berbagai kesempatan.

“Lha kalau gak punya pengalaman apa-apa, tak bersertifikasi, tiba-tiba menjabat pimred dan selevelnya, itu berarti wartawan gak jelas, patut dipertanyakan kualitasnya,” tegas Hendry.

Sementara Ketua PWI Jatim, Ahmad Munir mengatakan, wartawan wajib menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan memegang teguh dan patuh kepada Kode Etik Jurnalistik. Selain itu, mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi PWI.

“Mereka yang tidak profesional dan tak punya etika, tidak layak bernaung di organisasi profesi PWI,” tegas Munir dengan nada sindiran.

Setelah itu, awak media, mengunjungi kantor Metropembaharuan.com yang berlokasi di Jl. Raya Pandugo 201. Di alamat ini juga tampak sepi dan tak tampak papan nama media. Malah anehnya di kantor tersebut terdapat spanduk yang bertulisan “Simpan Pinjam”, bendera LSM, Partai Perindo dan kantor pengacara.

Saat dikonfirmasi, dua perempuan yang berada di kantor tersebut terlihat tidak menguasai materi seluk beluk tentang media. “Maaf mas, ini memang kantor Metro Pembaruan, tapi kalau detailnya saya tidak tahu, silahkan telpon langsung dengan yang bersangkutan, karena saya hanya menangani simpan pinjam,” ujar Iin dan seorang rekannya lagi, saat ditanyai oleh awak media.
Saat dikonfirmasi di nomor ponselnya, Gihon Sianipar selaku Pimred mengatakan, acara Grand Opening  batal lantaran salah satu donatur membatalkan dengan alasan keuangan. “Acara tersebut kita batalkan, karena alasan keuangan dan diundur tanggal 25 November besok,” pungkasnya.(JUN)


Categorised in:

No comment for Grand Opening Metro Pembaharuan Ternyata Cuma Hoax

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.