Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Saksi Ahli Hukum Perdata Bongkar Janji Harapan Dr Aucky Hinting pada Pasien

Saksi Ahli Hukum Perdata Bongkar Janji Harapan Dr Aucky Hinting pada Pasien

(729 Views) Oktober 25, 2017 11:24 am | Published by | No comment
Spread the love

jika perjanjian awal disertakan bukti dengan aseoir maka bukan lagi disebut perjanjian upaya, melainkan sudah perjanjian hasil.

SURABAYA – (AWAS), Dr Aucky Hinting, PhD, SP, And melalui tim kuasa hukumnya menghadirkan dua saksi ahli pada persidangan gugatan wanprestasi yang dilakukan mantan pasien bayi tabung, Tomy Han dan Evelyn Soputra.

Dua saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan tersebut adalah, Dr. Budi Wiweko , SPOG, selaku Ketua Persatuan Dokter Otentik Indonesia (Perfitti) dan DR. Ghansham Anand , SH, Mkn, Ahli Hukum Perdata dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya.

Ironisnya, dua ahli yang digadang-gadang mampu untuk membuktikan bahwa pemilik Klinik Ferina ini tidak bersalah dalam melakukan proses bayi tabung terhadap penggugat dan adanya perbuatan ingkar,dua saksi itu justru berbalik menyerang Aucky Hinting.

Dalam persidangan yang digelar diruang candra, Dr Budi Wiweko mengatakan, penggugat tidak termasuk pasien infertilitas sekunder, artinya, pasutri yang tidak hamil dalam waktu satu tahun (tidak normal).

“Tapi jika sebelumnya sudah hamil (pasangan normal), proses bayi tabung itu tak boleh dilakukan,”terang Budi Wiweko saat menjawab pertanyaan tim kuasa hukum penggugat, Eduard Rudy Suharto pada persidangan, Rabu (25/10/2017).

Sementara DR. Ghansham Anand , SH, Mkn, Ahli Hukum Perdata dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, perjanjian antara penggugat dengan tergugat merupakan perjanjian upaya. Namun, jika perjanjian awal disertakan bukti dengan aseoir maka bukan lagi disebut perjanjian upaya, melainkan sudah perjanjian hasil.

“Kalau memang ada bukti yang seperti dimaksud, maka perjanjian itu bukan perjanjian upaya lagi, tapi sudah menjadi perjanjian hasil, karena sudah menyebut jenis hasil kelamin bayi pada proses bayi tabung tersebut,”kata Ghansham Anand saat dihadirkan sebagai saksi ahli oleh Aucky Hinting.

Usai persidangan, Eduard Rudy Suharto, ketua tim dari kuasa hukum penggugat mengatakan, keterangan dua ahli yang dihadirkan pihak tergugat justru menguatkan gugatannya.

“Sudah jelas apa yang diterangkan dua saksi ini semakin menguatkan gugatan kami,”ujar Eduard Rudy.

Selain itu, lanjut Ketua DPC KAI Surabaya itu mengatakan, apa yang dilakukan tergugat pada kliennya, sudah merupakan pelanggaran berat dan telah berorientasi bisnis. “Dan itu dibenarkan oleh saksi Dr Budi SPOG pada persidangan tadi,” ujarnya.

“Penggugat tidak termasuk infertilitas primer dan infertilitas sekunder , dia subur dan normal, jadi jelas tidak boleh ditabung” Imbuh Eduard.

Untuk diketahui, Kasus ini bermula saat Tomy dan Evelyn yang ingin memiliki bayi laki-laki akhirnya mengikuti program bayi tabung di dokter Aucky Hinting dengan membayar biaya Rp 47 juta.

Singkat cerita, bayi yang dilahirkan Evelyn ternyata berkelamin perempuan. Ironisnya lagi, bayi tersebut kerap keluar masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang buruk.

Selain menggugat Aucky Hinting, Tomy Han dan Evelyn Soputra juga menggugat IDI Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, lantaran dianggap melakukan pembiaran adanya mal praktek di Klinik Ferina, milik Aucky Hinting. (Junaedi)


Berita Terkait

No comment for Saksi Ahli Hukum Perdata Bongkar Janji Harapan Dr Aucky Hinting pada Pasien

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.