Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » ” Gak Keluar Lagi Ta Yang” SMS Itu Bikin Pemuda Asal Sidoarjo Jadi Tulang Belulang

” Gak Keluar Lagi Ta Yang” SMS Itu Bikin Pemuda Asal Sidoarjo Jadi Tulang Belulang

(300 Views) Oktober 29, 2017 3:15 pm | Published by | No comment

Petugas Forensik Polda Jatim sedang memeriksa tulang belulang korban pembunuhan 2 tahun lalu yang di pendam dalam sumur: dok. Awas


SURABAYA-(AWAS), kerangka Tulang belulang pemuda asal Pepelegi, Waru, Sidoarjo itu diketahui dibunuh 2 tahun lalu, mayat korban dimasukkan kedalam sumur, lalu diuruk bebatuan dan atasnya dicor di lahan kosong di Desa Geluran, Taman, Sidoarjo.

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Boby P Tambunan, menjelaskan 8 tersangka itu diduga sudah menyebar di 6 wilayah.

Tim juga telah disebar dibeberapa kota diwilayah Jawa Timur.

Wilayah yang kini ditelusuri kepolisian adalah Kediri, Nganjuk, Pasuruan, Mojokerto, Gresik dan Jombang.

“Tim langsung turun setelah kami menangkap 2 tersangka, Abu Dawud dan Gofur di Taman, Sidoarjo,” ujar AKBP Boby P Tambunan, Sabtu (28/10/2017).

Kepastian lokasinya, AKBP Boby tidak menyebut karena mereka masih dalam pencarian.

Penagkapan Abu Daud sendiri berjalan alot, pelaku saat ditangkap bersikeras membantah telah lakukan pembunuhan pada Andi Prawangsa.

Namun pelaku tak berkutik saat petugas menunjukkan beberapa barang bukti. Yang pada Akirnya mengakui perbuatannya.

Pelaku mengaku nekat membunuh Andi karena curiga istrinya telah ditiduri oleh korban.

Kecurigaan itu oleh pelaku didasarkan pada sebuah SMS antara istrinya dan korban.

Dalam SMS tersebut korban mengirim sebuah kata-kata ajakan untuk keluar pada istri pelaku.

“Keluar lagi yuk yang,,,” tulis SMS korban Andi Prawangsa pada Istri pelaku.

Untuk mencari 8 tersangka, timsus bergerak secara mobile dengan tujuan mengawasi terminal, stasiun kereta api, pasar dan permukiman.

Karena para tersangka disinyalir bergerak untuk mengamen atau tiduran di tempat-tempat umum lain.

“Mereka hidupnya nomaden sehingga tim harus terus bergerak,” ungkapnya.
Sementara tersangka Abu Dawud yang diperiksa secara maraton mengakui perbuatannya.

Ia mengaku menghubungi ponsel korban yang nomornya diperoleh dari ponsel istrinya.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Boby Paludin Tambunan saat menunjukkan kerangka mayat yang ditemukan, Kamis (26/10).

Percakapan awal, tersangka Abu Dawud mengajak cangkruk (nongkrong).
Sesama anak jalanan, korban menyetujui karena dalam pembicaraan tidak menyinggung soal perselingkuhan.

Akhirnya korban dijemput Abu Dawud berboncengan naik motor bersama KR (buron) di Aloha, Gedangan.

Mereka bertiga meluncur ke Geluran dan di sekitar TKP (lahan kosong sebelah barat rumah makan siap saji) sudah ditunggu 8 tersangka lain termasuk tersangka Gofur.
Di TKP korban Andi ditanya oleh Abu terkait SMS yang dikirim ke istrinya.
Namun Andi tidak mengakui. Tak pelak, tersangka Abu Dawud mengarahkan pukulan ke tubuh korban.
Rupanya pukulan tangan itu turut disambut 9 tersangka lain.

Ada yang menghujamkan batu ke bagian wajah dan timpukan batu ke tubuh korban.

Dalam waktu 10 menit korban sudah tidak berdaya dan semua pakaiannya dilucuti oleh para tersangka.

“Tersangka Gofur yang kami tangkap turut menghajar korban saat di lokasi,” jelasnya.

Penyidik kini tengah mencari tersangka siapa yang menyuruh korban dibuang ke sumur dan menyuruh memasak air panas untuk disiramkan ke tubuh korban saat sudah meninggal dunia.
Dua tindakan yang dilakukan itu dinilai sangat keji.

“Setelah tertangkap nanti akan kami berikan ke media peran masing-masing tersangka,” papar AKBP Boby.
Terungkapnya pembunuhan yang sudah berlangsung 2 tahun lalu, atas peran serta masyarakat.

Pasalnya, pihak keluarga korban tidak lapor ke polisi atas hilangnya Andi Prawangsa.

“Dari kesadaran masyarakat yang tinggi, Alhamdulillah kami bisa mengungkap peristiwa ini,” katanya.
Namun untuk mengungkap kejahatan ini, penyidik harus menelusuri lahan kosong yang sudah ditumbuhi ilalang setinggi 1 meter.

Setelah ditelusuri ternyata ada empat sumur. Dua sumur masih mengeluarkan air dan kondisinya tidak berbau.
Setelah dua sumur lainnya diteliti, salah satunya bagian atas dicor.
Dari kecurigaan itu, sumur dibongkar dan ternyata di bagian dalam penuh dengan bongkahan batu dan gragal.

Untuk menggali ini, petugas dibantu masyarakat harus bekerja ekstra karena harus mengambil satu persatu bongkahan yang ada.
Setelah menyentuh kedalaman hingga 2,5 meter mulai terlihat selimut warna merah motif kembang.

Setelah digali lagi ditemukan tulang bagian kaki dan tulang lainnya. Diduga kuat, saat korban dibuang bagian kepalanya ditaruh bagian bawah.

Setelah itu ditimbun dengan bongkahan yang ada di sekitar lahan kosong.@junaedi


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for ” Gak Keluar Lagi Ta Yang” SMS Itu Bikin Pemuda Asal Sidoarjo Jadi Tulang Belulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.