Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Gigi Teman rontok! Terdakwa Narkoba Akui perbutannya karena takut

Gigi Teman rontok! Terdakwa Narkoba Akui perbutannya karena takut

(346 Views) Oktober 31, 2017 9:47 am | Published by | 2 Comments

 

SURABAYA-(AWAS), Bimantara Purnomo Putra dan Ruven Rinaldo Fransisco Pandelaki, dua terdakwa penyalahgunaan Narkoba jenis sabu, menarik semua keterangannya dalam BAP saat diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polsek Wonorejo.

Hal itu ia utarakan saat gelar sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin,(30/10).

Dalam sidang tersebut kuasa hukum tersakwa
menghadirkan Moch. Hajar Arifin (Berkas terpisah), sebagai saksi meringankan.

Dalam keterangannya, kedua terdakwa mengaku dirinya terpaksa mengakui keterlibatannya dalam penyalahgunaan Narkoba saat diperiksa penyidik di Mapolsek Mulyorejo.

“Barang bukti (pipet kaca, bong dan korek api gas) saya yang ambil dari bawah tv (dalam kamar), tapi saya tidak tahu itu punya siapa, soalnya yang masuk ke kamar saya banyak,” ungkap terdakwa Ruven Rinaldo.

Ketua Majelis Hakim Dede yang mempertanyakan keterangannya dalam BAP, terdakwa mengaku merasa ketakutan setelah mendengar Parikesit (Dilepas) disiksa dan diancam akan ditembak,” karena takut saya terpaksa mengaku “iya” saat ditanya penyidik, karena tidak mau disiksa seperti Parikesit,” tambahnya.

Hal senada juga dinyatakan terdakwa Bimantara, dirinya juga tidak berani membantah,” saya takut pak, soalnya melihat Parikesit (Dilepas) giginya sampai rontok karena dihajar,” timpalnya.

Saat disinggung dirinya didampingi kuasa hukum saat pemeriksaan, terdakwa mengaku langsung menandatangi BAP tanpa membaca terlebih dahulu.

Bahkan dirinya juga tidak disuruh membaca isi BAP oleh kuasa hukumnya,” saya tidak disuruh baca Pak Hakim, saya hanya disuruh tanda tangan agar cepat,” ungkap kedua terdakwa.

Sementara saksi Hajar Arifin saat memberikan kesaksian, juga mencabut BAPnya karena takut.

Jaksa penuntut umum (JPU) Marsandi yang menyatakan bahwa pada saat tahap II (Penyerahan barang bukti dan tersangka) di Kejari Surabaya, juga mengakui,” Saat tahap II, kamu didampingi kuasa hukum, kenapa kamu tidak membantah,” tanya Marsandi kepada saksi Hajar.

Mendapat pertanyaan tersebut, Saksi Hajar mengaku masih trauma dan takut karena disampingnya masih ada penyidik,” apa saya menekan kamu, apa saya juga mengancam kamu, disini kamu membuat pernyataan secara tertulis,” tanya JPU Marsandi yang menyerahkan pernyataan saksi.

Pieter Manuputty kuasa hukum terdakwa saat disinggung pernyataan terdakwa yang mengaku dilarang membaca BAP, membantah melarangnya, bahkan dirinya sudah menyuruh terdakwa membaca dan membantah bila tidak seauai.

“Saya sudah menyuruh membaca dan membantah bila ada yang tidak sesuai, tapi klien saya ini masih ketakutan. Namun setelah di Lapas Medaeng, dia baru cerita bahwa BAP tersebut tidak sesuai,” elak Pieter.

Dalam dakwaan, kedua terdakwa ditangkap unit Reskrim Polsek Mulyorejo, Senin (3/4/2017) setelah sebelumnya menangkap Parikesit dan 4 orang lainnya (Dilepas).

Dari keterangan keduanya, terdakwa mengaku membeli shabu kepada Hajar Arifin (Berkas terpisah) seharga Rp 250 ribu. Perbuatan keduaTerdakwa sebagaiman diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU R.I No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika@Junaedi


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

2 Komentar for Gigi Teman rontok! Terdakwa Narkoba Akui perbutannya karena takut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.