Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Tak terima Divonis Rehab, Kejari Surabaya Tempuh Upaya Hukum Banding

Tak terima Divonis Rehab, Kejari Surabaya Tempuh Upaya Hukum Banding

(473 Views) November 2, 2017 10:30 am | Published by | 3 Comments

Gambar ilustrasi (dok. Harian Bhirawa)


SURABAYA – (AWAS), Jaksa penuntut Umum (JPU) Marsandi nyatakan tempuh upaya hukum banding atas Vonis rehab yang dijatuhkan oleh majelis Hakim dalam persidangan yang di gelar di pengadilan Negeri Surabaya (12/10) lalu.

Terdakwa Penyalahguna narkotika tersebut ialah Taufiq Vidar Anugrah (24) warga kendung Surabaya. Upaya hukum banding itu diketahui telah didaftarkan oleh JPU per tanggal 16 Oktober 2017.

Sebelumnya, Jaksa Yang bertugas di kejaksaan negeri Surabaya ini menjerat terdakwa menggunakan Dakwaan Pasal tunggal yakni pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Disingung terkait alasan upaya hukum banding, Marsandi mengaku dalam dakwaan terdakwa hanya di dakwa menggunakan pasal tunggal.

” gak ada pasal 127 cuma 112″ singkat Marsandi saat ditemui di PN Surabaya, Kamis, (02/11/17).

Masih kata Marsandi, bahwa terkait vonis rehabilitasi pada terdakwa yang kini dirawat di RS Jiwa di Malang, dirinya mengaku hanya eksekutor yang menjalankan putusan hakim.

” saya hanya menjalankan putusan hakim dan masih ada upaya hukum banding juga kasasi nantinya ” imbuhnya.


BACA JUGA :

• Sidang terselubung! Terdakwa terima beres vonis rehab


Diketahui dalam surat dakwaan, Terdakwa Taufiq ditangkap oleh satreskoba Polres Surabaya tanggal 15 Juli, 2017 pukul 23:00 WIB. Di Jl alas malang, Sememi,Surabaya.

Taufiq ditangkap oleh petugas saat dirinya berada didalam mobil Suzuki merk Ertiga bernomor polisi L 1893 YG.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti Narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 0,25 (nol koma dua puluh lima) gram bersama pembungkusnya, juga sebuah unit HP merek Samsung yang digunakan oleh terdakwa berkomunikasi untuk membeli shabu pada bandar.

Saat diinterogasi petugas terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut miliknya diperoleh dengan cara membeli pada seseorang bandar bernama ROBIN (belum tertangkap/DPO) seharga 200 ribu Rupiah.

Atas Perbuatannya memiliki narkotika jenis sabu tersebut, terdakwa mengakui bahwa dirinya tidak mempunyai surat izin dari pejabat yang berwenang.

Terdakwa juga mengakui bahwa dirinya jug tidak sedang dalam masa rehabilitasi karena kecanduan Narkoba, dan juga tidak pernah melaporkan dirinya sebagai pecandu Narkoba kepada IPWL (Instansi Penerima Wajib lapor).@junaedi


Berita Terkait

Tags: , ,
Categorised in:

3 Komentar for Tak terima Divonis Rehab, Kejari Surabaya Tempuh Upaya Hukum Banding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.