Menu Click to open Menus
Home » Kepolisian » Sekjend PDIP Pelesetkan Pelaporan Megawati ke ranah Politik

Sekjend PDIP Pelesetkan Pelaporan Megawati ke ranah Politik

(374 Views) November 9, 2017 9:57 am | Published by | 1 Comment

AWASNEWS.COM – Laporan Ulama’ Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah, terhadap ketua umum Partai berlogo kepala binatang (BANTENG) itu Oleh Ahmad Basharah, sekjend PDIP. Di dramatisasi dengan memelesetkan laporan tersebut keranah politik, yakni terkait Pilkada Jatim yang akan digelar 2018 tahun depan.

Ahmad Basarah berpandangan subjektif bahwa pelaporan Ketumnya tersebut adalah untuk mengobarkan isu SARA di Pilgub Jatim 2018.

“Laporan polisi kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dengan tuduhan melakukan perbuatan yang menyatakan permusuhan atau kebencian atau penghinaan terhadap golongan tertentu pada pidato HUT PDI Perjuangan tanggal 10 Januari 2017, ke Polda Jawa Timur pada tanggal 8 November 2017, sebagai sesuatu tindakan hukum yang patut dicurigai sebagai upaya untuk memulai mengobarkan isu SARA dalam Pilkada Jawa Timur,” ujar Basarah kepada wartawan, Kamis (9/11/2017).

Pernyataan Basharah tersebut, secara nalar tidak bisa dijadikan acuan publik, pasalnya, kecurigaan Bhasharah hanyalah spekulasi politik tanpa dasar dan bukti konkrit hanya main curiga sana curiga sini.

menyebut siapa yang ia curigai, Basarah lagi – lagi menyatakan pernyataan subjektif, Menurut dia, pelaporan itu karena baru dilakukan jelang ajang Pilgub Jawa Timur 2018.

 

“Mengapa demikian, peristiwa pidato Ketua Umum PDI Perjuangan pada HUT PDIP ke-44 telah terjadi 11 bulan lalu, tepatnya tanggal 10 Januari 2017. Tetapi, mengapa baru dilaporkan tanggal 8 November 2017 ketika tahapan Pilkada Jatim baru dimulai digelar?” Dalihnya seperti dilansir detik.com (,09/11).

Diketahui sebelumnya, Dalam pidato HUT ke – 44 PDIP, mega menyebut suatu golongan tertentu dengan mengatakan adanya golongan yang memiliki Idiologi tertutup.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pemimpin Idiologi tertutup itu adalah peramal masa depan

” para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa “self fulfilling prophecy”, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.” Ujar Megawati saat pidato.

Belum diketahui golongan mana yang di maksud Megawati sebagai golongan Idiologi tertutup tersebut.

Mungkinkah yang disebut Megawati penganut Idiologi tertutup itu adalah para pendakwah yang notabene menyampaikan wahyu bersumber dari “kitab suci” yang mengatakan adanya kehidupan setelah kematian.@junaedi

 


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

1 Komentar for Sekjend PDIP Pelesetkan Pelaporan Megawati ke ranah Politik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.