Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Belum Ada Tersangka Pada Kasus Dugaan Korupsi Yang Melibatkan Pengembang Raksasa

Belum Ada Tersangka Pada Kasus Dugaan Korupsi Yang Melibatkan Pengembang Raksasa

(185 Views) November 13, 2017 1:01 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM – Polda Metro Jaya tengah menyidik dugaan korupsi dalam penentuan NJOP pulau reklamasi. Penentuan NJOP di masa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful.

Kepolisian mengusut kasus setelah mendapatkan laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan fakta di lapangan harga tanah Jakarta yang melampaui penetapan NJOP tersebut.

Penyidik telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dan melakukan gelar perkara.

Setelah Kepala Badan Pajak menerbitkan surat keputusan NJOP senilai Rp 3,1 juta per meter persegi, pengembang Pulau D, PT Kapuk Naga Indah, langsung membayar bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) senilai Rp 483,5 miliar.

Dengan cepat, Pada hari yang sama, Kantor Pertanahan Jakarta Utara menerbitkan sertifikat HGB Pulau D untuk anak perusahaan Agung Sedayu Group itu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, dalam kasus ini polisi menggunakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kendati demikian, polisi masih belum menetapkan satu orang pun tersangka dalam kasus ini.

Padahal Polisi telah memeriksa sedikitnya 30 saksi berkaitan dengan kasus ini, di antaranya memeriksa tiga pegawai Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) sebagai saksi.

Pemeriksaan untuk mengetahui mekanisme penghitungan NJOP.
Polisi juga melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menghitung kerugian negara akibat penerbitan NJOP Pulau C dan D. “Nanti BPK lebih tahu. Kami kan bukan BPK, perlu ada saksi ahli soal kerugian negara itu,” kata Argo.@aws


Berita Terkait

No comment for Belum Ada Tersangka Pada Kasus Dugaan Korupsi Yang Melibatkan Pengembang Raksasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.