Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Terdakwa Soejono Candra Dituntut 2 tahun Penjara

Terdakwa Soejono Candra Dituntut 2 tahun Penjara

(490 Views) November 16, 2017 1:31 pm | Published by | No comment
Spread the love

SURABAYA (AWAS) – Soejono Candra terdakwa dalam kasus penipuan dengan modus jual beli rumah, dituntut 2 Tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Moch Sulton dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

Dalam surat tuntutannya, (JPU) menyatakan, Bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur pidana dalam Pasal 378 KUHP, tentang tindak pidana Penipuan.
” menjatuhkan tuntutan hukuman pidana 2 tahun penjara kepada terdakwa Soejono Candra,” kata Jaksa yang sering disapa Sulton diruang Garuda, Pengadilan Negeri PN Surabaya, Kamis,(16/11/17).

Menurut JPU, adapun Hal yang memberatkan, terdakwa terbukti dengan maksud mengutungkan diri secara melawan hukum, dengan tipu muslihat atau rangkaian kebohongan, mengelabui orang lain untuk memberi hutang maupun menghapus piutang secara melawan hukum.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bertingkah sopan selama menjalani persidangan.

Atas tuntutan JPU, terdakwa merasa keberatan dan akan mengajukan Pledoi atau pembelaan. “Saya keberatan Bu Hakim, saya akan mengajukan Pembelaan,” ujar terdakwa Soejono Candra kepada ketua majelis hakim Ane Rusiana.

Kasus ini berawal, pada 13 Juni 2004 terdakwa Soejono Candra menemui saksi Lie Soekoyo dengan maksud untuk meminjam uang, namun korban tidak mau memberikan pinjaman.

Selanjutnya terdakwa meminta kepada saksi Lie Soekoyo untuk membeli rumahnya yang berada di Perum Unimas Garden Blok C-8 RT. 004 RW. 009 Desa Waru Kec. Waru Kab. Sidoarjo dengan kesepakatan harga sebesar Rp. 660.000.000.

Saat itu terdakwa beralasan rumahnya akan disita oleh Bank Artha Graha Surabaya. Dan membutuhkan uang untuk melunasi hutangnya tersebut.

Setelah dijual terdakwa meminta rumah tersebut jangan dijual ke orang lain ia meminta jangka waktu selama 2 Tahun dengan dalih akan dibeli kembali rumah tersebut oleh terdakwa.

karena merasa kasihan maka Lie Soekoyo sepakat dan mengikuti kemauan terdakwa.

Nah, Pada 14 Juni 2004 Lie Soekoyo bersama istrinya Mei Pangestu dan Anton Eko Lianto (anak Lie Soekoyo) pergi ke Bank Artha Graha bertemu dengan terdakwa, dan memberikan uang tunai kepada terdakwa sebesar Rp. 660 juta untuk mengurusi pelunasan.

Selang 2 Tahun kemudian pada tanggal 29 November 2006 terdakwa menemui kembali saksi Lie Soekoyo, yang menyampaikan keinginannya untuk mengesahkan jual beli rumahnya karena tidak sanggup membeli rumahnya kembali.

Untuk pengesahan Jual Beli tersebut, terdakwa dibantu oleh saksi Sugiharto untuk pembuatan akta-aktanya.

Pada 30 November 2006 saksi Lie Soekoyo bersama dengan istrinya saksi Mei dan anaknya saksi Anton menuju kantor Notaris saksi Sugiarto di JL. Bubutan Surabaya,  kemudian terjadi pembicaraan antara  terdakwa dengan Lie Soekoyo mengenai  jual beli rumah sehingga oleh saksi Sugiarto dibantu Akta pernyataan jual beli No. 9 Tanggal 30 November 2006 dengan nilai jual Rp. 660.125.000,- dan Akta kuasa jual No. 10 Tanggal 30 November 2006.

Selain itu dalam pembicaraan antara saksi Lie Soekoyo dengan terdakwa, terdakwa juga meminta tambahan uang sebesar 25 Juta dengan alasan uang tersebut digunakan untuk biaya transportasi perabotan rumah tangga saat pengosongan rumah.

Terdakwa berjanji akan menggosongkan rumah dalam tenggang waktu 3 Tahun mulai tanggal 30 November 2006 sampai tanggal 30 November 2009 untuk itu dibuatlah juga Akta pengosongan rumah No. 11 Tanggal 30 November 2006.

Dengan adanya Akta tersebut Lie Soekoyo merasa yakin akan janji terdakwa sehingga ia tidak keberatan untuk memberikan uang 25 juta.

Namun, Sampai lewat batas waktu yag ditentukan, terdakwa tidak melakukan pengosongan rumah tersebut, sehingga saksi Lie Soekoyo merasa ditipu dan melaporkan terdakwa pada Polisi.@junaedi


Foto : terdakwa Soejono Candra saat menjalani sidang di PN Surabaya. 16/11/17.


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Terdakwa Soejono Candra Dituntut 2 tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.