Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Proses Sidang “Dagelan” Dalam Perkara Pidana Soejono Candra

Proses Sidang “Dagelan” Dalam Perkara Pidana Soejono Candra

(548 Views) November 24, 2017 5:31 am | Published by | No comment
Terdakwa Kasus penipuan. Soejono Candra

Terdakwa Kasus penipuan. Soejono Candra

SURABAYA (AWASNEWS.COM) – Aroma permainan perkara atas terdakwa penipuan Soejono Candra di Pengadilan Negeri Surabaya makin menguat. Bahkan ditengarai sebagai proses persidangan “Dagelan” pasalnya, dalam sidang yang diketuai Hakim Ane Rusiana tersebut peoses pemeriksaan sidang telah memakan waktu lebih dari 5 Bulan.

Molornya pemeriksaan sidang itu terindikasi adanya pembiaran. karena, setelah pemeriksaan sidang dengan agenda keterangan saksi tanggal 26 Juli 2017. Diketahui dalam sistem informasi sidang melalui SIIP website resmi PN Surabaya, tidak ada lagi keterangan bahwa JPU menghadirkan terdakwa dimuka persidangan tanpa ada alasan pembenar.

BACA JUGA:

• Saksi korban nyatakan terdakwa Kasus penipuan ” Soejono Candra” terima Duit 685 juta

Ironisnya, Kejadian itu tidak di permasalahkan oleh Majelis Hakim, dugaan terdakwa di dalilkan akan dibebaskan demi hukum karena masa pemeriksaan sidang melebihi batas waktu yang ditentukan makin menguat.

Hal itu disandarkan dengan pernyataan Hakim Ane Rusiana yang sebelumnya mengatakan pada wartawan, bahwa apapun putusan hakim nantinya adalah kewenangan.

” Tidak masalah toh..!! Hakim boleh menjatuhkan hukuman, dibebaskan atau diputus NO. Boleh-boleh saja, tidak ada larangan,” katanya.

Dari informasi yang dikumpulkan awasnews.com, pemeriksaan sidang terdakwa Kasus penipuan itu dimulai tanggal 09 Mei 2017 dengan agenda pembacaan dakwaan.

Saat pembacaan dakwaan tersebut JPU Kartika Nova Dian Kusuma dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, tidak menghadirkan terdakwa di muka persidangan. Hal itu diketahui melalui website resmi PN Surabaya.

Lalu 9(sembilan) kali sidang dengan agenda eksepsi dan pemeriksaan Saksi, diketahui digelar secara bertahap, yakni digelar tanggal 17 Mei dan berakhir 26 Juli 2017.

Berikut Catatan yang dihimpun awasnews.com:

* Rabu 24 Mei 2017, pengajuan eksepsi sidang diruang garuda

* Rabu 31 Mei 2017 tanggapan eksepsi dari penuntut umum

* Rabu 7 Juni 2017, sidang putusan sela

* Rabu 24 Juni 2017, pemeriksaan saksi

* Rabu 21 Juni 2017, sidang pemeriksaan saksi

* Rabu 05 Juli 2017, sidang pemeriksaan saksi

* Rabu 12 Juli 2017, sidang pemeriksaan saksi

* Rabu 19 Juli 2017, sidang pemeriksaan saksi

* Rabu 26 Juli 2017, sidang pemeriksaan saksi

Setelah gelar sidang pengajuan eksepsi tanggal 24 Mei 2017, Ketua Majelis Hakim yang diketuai Ane Rusina mengubah Status tahan Terdakwa yang semula berstatus sebagai tahanan Rutan atau tahanan negara berubah menjadi tahan kota atau tahanan rumah.

Penetapan status tahanan kota itu dibacakan Ane tanggal 30 Mei 2017.

Kemudian, agenda sidang pembacaan tuntutan digelar dengan jedah waktu selama 4 bulan kemudian, yakni tanggal 16 November 2017.

Jaksa penuntut Umum M Sulthon yang menggantikan Jaksa Kartika Nova, kala itu menuntut terdakwa Soejono Candra dengan tuntutan selama 2 (dua) tahun penjara. Karena dianggap terbukti dan telah memenuhi unsur Pidana pada pasal yang didakwakan yakni pasal 378 KUHP. Tentang Penipuan.

Proses persidangan makin di ulur-ulur saat Majelis hakim mengijinkan kuasa hukum terdakwa melakukan pembelaan atau pledoi yang di agendakan tanggal 23/11/17.

BACA JUGA:

• Ngendon terlalu lama, berkas perkara notaris Sugiharto dinantikan kejari perak

Namun, baik tuntutan JPU maupun nota pembelaan itu dianggap suatau prosedur acara sidang mubazir, karena proses lazim persidangan terdakwa Soejono Candra telah melebihi batas waktu yang ditentukan.

Sementara, Praktisi Hukum Universitas Airlangga I Wayan Titip Sulaksana menyikapi molornya persidangan itu, Telah dianggap menyimpang dari hukum acara Pidana.

Lebih lanjut Wayan menjelaskan, bahwa keputusan Majelis hakim tersebut bisa ditebak nantinya, ” Untuk itu perlu hakim Agung bidang pengawasan MA, ikut mengoreksi proses persidangan kasus ini.” Imbaunya.

Menurut Wayan, Dalam sidang pidana, terdakwa tersebut wajib hadir, kalaupun terdakwa tidak bisa dihadirkan, sidang masih tetap bisa dilanjutkan dengan putusan verstek.

” Tetapi kalau terdakwa dalam tahanan wajib dihadirkan, demikian pula kalau terdakwa tidak ditahan” terang Wayan pada awasnews.com, Saat dihubungi, Jum’at (24/11/17).@junaedi


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Proses Sidang “Dagelan” Dalam Perkara Pidana Soejono Candra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.