Menu Click to open Menus
Home » Opini » Yan Apul Pendiri AAI Sang Penggagas Posbakum Pengadilan

Yan Apul Pendiri AAI Sang Penggagas Posbakum Pengadilan

(331 Views) November 24, 2017 5:16 pm | Published by | No comment

Yan Apul Hasiholan Girsang

AWASNEWS.COM: Posbakum mulai eksis pada 1979. Yan Apul, Sekretaris Peradin waktu itu, yang memunculkan gagasan perlunya advokat memberi bantuan hukum secara cuma-cuma di pengadilan. Gagasan Apul bermula dari kepusingan menyalurkan anak didiknya di Sekolah Kursus Advokat.

Hingga suatu waktu, Apul pergi ke PN Jakarta Barat, bersamaan dengan adanya kunjungan Ketua Asosiasi Advokat dari Jepang.Siang itu, sejumlah tahanan digiring ke Pengadilan.

BACA :

• Begini prosedur permohonan bantuan hukum di posbakum pn surabaya

Melihat orang-orang berbaju biru dengan kepala diplontos itu, advokat dari Jepang lalu menanyai Apul, Mana Pembelanya. Dengan malu Apul terpaksa jujur, Tidak ada. Bermula dari itu, lanjut Apul, Saya berpikir kita ini advokat tapi tidak bisa mengabdi pada masyarakat.

Setelah kejadian yang membuat malu itu, Apul menemui seorangJaksa Agung Muda. Sang Jaksa menyindir, mengapa advokat seperti Apul tak berniat memberikan bantuan pada masyarakat dengan cuma-cuma. Apul tak pernah terpikir ide untuk itu. Panjang lebar mereka berdiskusi, muncul idepak jaksa agar Apul mendirikan pos-pos bantuan hukum di pengadilan. Maka lahirlah nama Posbakum, nama yang dipakai hingga kini.

Selanjutnya, Apul membawa angkatan pertama lulusan sekolah kursus advokat kepunyaannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Dia meminta Ketua PN Jaktim saat itu, Bismar Siregar supaya anak didik Apul ditampung dan diperbolehkan mendirikan Pos Bantuan Hukum di pengadilan. Bismar menyambut gembira.

Dilantiklah 16 orang murid Apul oleh Bismar. Mereka diberikan tempat di bawah tangga untuk mendirikan pos. Sampai sekarang masih ada. Ada satu mesin ketik di situ, kata Apul mengenang. Tak cukup itu, Apul merintis sejumlah pos-pos baru di PN Jakarta Pusat dan PN Jakarta Barat.

Namun rintisan Apul ternyata taksemulus jalan tol.Sempat muncul penolakan dari PN Jakarta Selatan. Sebabnya, tutur Apul,di PN tempat dia seperti sudah terpetak-petak semacam HPH (Hak Pengelolaan Hutan, red). HPH-nya saat itu sudah dimiliki oleh LBH, tidak ada tempat buat Posbakum, terang Apul.

Dedengkot LBH, Adnan Buyung Nasution sempat menghardik Apul, mengira penggagas Posbakum itu hendak membuat lembaga tandingan. Apul buru-buru menjelaskan, Posbakum memiliki konsep pembelainstant,berbeda dengan LBH yang kantoran. Artinya, tak perlu melapor ke kantor terlebih dulu, tiap kali adaterdakwa datang ke sidang tanpa ada pembela, awak Posbakum akan datang untuk mendampingi.

Dana operasional Posbakum, ujar Apul, dulunya sebagian dibantu oleh Departemen Kehakiman,sebagian lagi dapat dari klien. Dalam perkembangannya, tak hanya perkara pidana saja yang ditangani Posbakum. Mereka juga membuka konsultasi ataupun penanganan buat perkara perdata. Jadinya malah kayak front officePengadilan. Dari penanganan perkara perdata inilah, ujar Apul, advokat di Posbakum dapat uang untuk menghidupi diri.

Advokat senior Yan Apul Hasiholan Girsang meninggal dunia, Jumat (27/2/2015). Pengagas sekaligus pendiri Pos Bantuan Hukum (Posbakum) ini wafat di usia 76 tahun.

Yan Apul meninggal di RS Siloam, Tangerang. Ia  disemayamkan di Rumah Duka Dharmais, Jl Letjen S Parman, Kavling 84-86, Jakarta Barat.

Yan Apul adalah pendiri Asosiasi Advokat Indonesia (AAI). Ia menyimpan cita-cita besar sebelum tutup usia. Yan Ipul ingin mewujudkan kartu bantuan hukum untuk rakyat kecil.

“Ada ide beliau yang belum tercapai semasa hidup. Bila Jokowi punya Kartu Indonesia Sehat, beliau ini ingin ada kartu bantuan hukum untuk rakyat kecil,” kata Ketua Umum DPP AAI Humprey Djemat.@aw-01


Tags: , ,
Categorised in:

No comment for Yan Apul Pendiri AAI Sang Penggagas Posbakum Pengadilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.