Menu Click to open Menus
Home » Internasional » Pengamat Melihat Kejanggalan Dalam Tragedi Bom Di Masjid Al-rawdah

Pengamat Melihat Kejanggalan Dalam Tragedi Bom Di Masjid Al-rawdah

(6604 Views) November 28, 2017 7:36 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM : Serangan terhadap masjid desa Al-Rawdhah, Bir al-Abed, Sinai Utara menjadi tragedi langka di Mesir. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 305 selama akhir pekan; 27 anak termasuk di antara mereka yang terbunuh dan hampir 200 lainnya luka-luka.

Tindakan itu dapat terjadi meskipun masjid hanya berjarak beberapa meter dari pangkalan militer dan pos pemeriksaan. Berdasarkan hal itu, pengamat politik Dr Amira Abo el-Fetouh mengatakan seharusnya tindakan tersebut bisa segera dihentikan, namun kenyataannya tidak demikian.

BACA JUGA: 

• Mesir Jawab Serangan Bom di masjid Al-Rawdah Dengan Jet tempur

“Ini menimbulkan pertanyaan tentang kenapa kelompok bersenjata tersebut -yang tidak lebih dari 40 militan- tidak dihentikan atau dicari? Parahnya, mereka mengendarai mobil roda empat; bagaimana bisa mereka melewati Terowongan Ahmed Hamdy dalam perjalanan ke El-Arish? Tak satu pun tentara atau pasukan polisi menghentikan mereka,” ujarnya dalam sebuah tulisan yang dimuat Middle East Monitor.

“Tentara dan polisi juga membiarkan militan memasuki masjid, tidak terpengaruh, dan membiarkan mereka membunuh ratusan jamaah tanpa hambatan, tanpa ada militan yang terluka atau ditangkap,” imbuhnya.

Menurutnya pihak keamanan telah lalai menjalankan fungsinya. Akan tetapi, Presiden Abdel Fattah Al-Sisi menolak untuk menuduh pasukan keamanan lalai.

“Yang menggelikan, Al-Sisi mengeluarkan pidato yang mengecewakan pasca serangan. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi adalah konsekuensi dari peningkatan dan perkembangan Mesir dalam rangka memerangi terorisme,” katanya mengkritisi peran Al-Sisi sebagai kepala negara.

El-Fetouh mengatakan Al-Sisi tidak selayaknya mengkambinghitamkan perang melawan terorisme. Terutama karena dia adalah mantan kepada intelijen militer sebelum menjadi Menteri Pertahanan. Lebih jauh, dia juga mengkritisi langkah Al-Sisi pasca serangan.

“Dalam sambutannya, dia (Al-Sisi.red) mengatakan akan menghadapi terorisme dengan kekuatan yang brutal. Penggunaan kata ‘brutal’ artinya dia akan menggunakan penindasan yang kejam dengan menggunakan kekuasannya,” katanya.

Hal itu terbukti, lanjut dia, setelah beberapa jam berlalu. Sebelum kita melihat Angkatan Udara Mesir mengebom daerah pemukiman di Sinai Utara dan warga sipil yang tinggal di sana. Oleh militer, penduduk di dalamnya digambarkan sebagai “sel teroris”.

“Jika tentara tahu di mana sel-sel ini, mengapa mereka tidak dibom sebelum terjadinya pembantaian? Apakah tujuan dari ‘pertunjukan udara’ ini untuk menenangkan orang-orang Mesir, yang kemarahannya telah mencapai titik didih karena minimnya kinerja tentara di Sinai dan pengabaian misi tempur dan keamanan perbatasannya?” ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa tentara hanya sibuk membuat kue dan acar, serta bertani ikan dan udang. El-Fetouh memperkuat argumennya dengan menunjukkan kehadiran Al-Sisi dalam even pembukaan peternakan ikan dan udang milik Angkatan Bersenjata.

“Mereka bangga dengan prestasi seperti itu, yang jauh dari tugas tempur mereka sebenarnya; tentara telah dipermalukan dan orang Mesir pun marah,” katanya.

El-Fetouh juga menilai bahwa militer di bawah kekuasaan Al-Sisi telah kehilangan semangat juangnya dan mengubah doktrin militernya dari memerangi tentara Zionis kepada perang terhadap kaum Muslimin yang digambarkan sebagai “perang melawan terorisme”.

“Tentara telah berubah menjadi lembaga ekonomi yang menjual ikan, udang dan permen. Apakah tentara benar-benar membunuh puluhan teroris, seperti yang diumumkan dalam pernyataan resmi? Atau apakah itu hanya dalih untuk untuk menghilangkan aib dan rasa malu karena lusinan warga sipil tak berdosa di Sinai terbunuh?” katanya.

Lebih jauh, El-Fetouh menganalisis bahwa tindak kekerasan yang kerap berulang di Sinai Utara adalah cara pemerintah untuk memindahkan penduduk sebelum mencaplok daerah tersebut.

“Ada banyak pertanyaan yang diajukan. Hal itu akan dijawab dalam beberapa hari mendatang saat berbagai peristiwa terungkap. Masih banyak yang terjadi, dan masih banyak yang harus terjadi,” tutupnya.

Middle East Monitor||kiblat||


Berita Terkait

No comment for Pengamat Melihat Kejanggalan Dalam Tragedi Bom Di Masjid Al-rawdah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.