Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Demo Bawa Parang, Penolakan Ustad Abdul Shomad Dianggap Sebagai Aksi Provokasi

Demo Bawa Parang, Penolakan Ustad Abdul Shomad Dianggap Sebagai Aksi Provokasi

(8330 Views) Desember 10, 2017 5:09 pm | Published by | No comment

BALI (ANC) – Insiden penolakan ustad Abdul Somad di Bali oleh sejumlah massa yang tergabung dalam ormas dinilai merusak toleransi yang sudah dibangun selama ini di tanah air.

Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, cara-cara yang dilakukan ormas tersebut ketika menyerang hotel tempat Ustad Abdul Somad berceramah pada Sabtu (9/12/17)lalu, sangat merusak toleransi yang dibangun di Indonesia.

BACA JUGA: 

• Ketut Ismaya: Tak Ada Senjata Tajam, Kalau Datang Ke Bali Hubungi Saya, Saya Yang Jamin Dan Jamu

“Kami termasuk yang menyesalkan cara-cara anarkistis yang memaksakan kehendak seperti itu. Justru cara-cara seperti itu menurut saya merusak toleransi.” ujar Dahnil pada wartawan Minggu (10/12)

Akan tetapi kedua ormas itu menegaskan bahwa pihak yang menyerang Abdul Somad di Bali tidak mereka kenal.

Bahkan kejadian itu sempat viral di media sosial (medsos). Dari sejumlah rekaman video yang diunggah di berbagai aplikasi medsos ada tayangan yang menunjukkan massa yang membawa senjata tajam seperti parang meminta agar ustad Somad diusir dari Bali.

Massa awalnya hanya diperbolehkan berunjuk rasa di depan hotel, tetapi kemudian merangsek masuk.

Polisi lalu melakukan memediasi perwakilan massa dengan pihak panitia.

Namun mediasi tidak membuahkan hasil. Demonstran meminta ustad Somad mengikrarkan janji sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah Alquran yang akhirnya dipenuhi.

Dahnil melihat penyerangan itu bentuk dari sikap intoleransi yang dipicu oleh organisasi massa dengan menyulut provokasi.

Dia menyarankan, jika ada pihak tidak setuju dengan Ustad Abdul Somad, maka dapat dilakukan dengan cara dialog. Bukan melakukan tindakan anarki.

“Jadi kalau kemudian tidak bersepakat dengan Abdul Somad silakan saja datang dan berdialog dengan yang bersangkutan, tapi tidak dengan cara intimidasi. Terus kemudian berusaha untuk membubarkan. Cara-cara seperti itu justru memprovokasi” tegas Dahnil.

Dahnil menyatakan ketika terjadi satu tindakan provokasi intoleransi, maka akan dapat menjalar ke tempat lain. Oleh karena itu, tindakan seperti itu tidak boleh terulang. Seperti yang terjadi di Bali.

“Saya mengikuti ceramah-ceramah dia. Jadi mohon stop tindakan provokasi seperti itu. Mari sama-sama kita rawat toleransi yang autentik. Yang mana watak utamanya adalah dialog bukan intimidasi dan provokasi ” imbau Dahnil.@aw-01/J


Foto: Dahnil Azhar


No comment for Demo Bawa Parang, Penolakan Ustad Abdul Shomad Dianggap Sebagai Aksi Provokasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.