Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Aneh! Sidang Kasus Penipuan, Kuasa Hukum PT ASL Dalilkan Sarat Sah Jual Beli Dalam Duplik

Aneh! Sidang Kasus Penipuan, Kuasa Hukum PT ASL Dalilkan Sarat Sah Jual Beli Dalam Duplik

(291 Views) Januari 24, 2018 8:52 am | Published by | No comment

SURABAYA (AWASnews.com) – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar persidangan kasus pemalsuan dan penipuan senilai 510 juta atas terdakwa Hasan Aman Santoso, Bos PT. Aman Samudra Lines. Rabu, (24/1/18).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan duplik (Jawaban) dari kuasa hukum terdakwa atas replik (tanggapan) yang telah dibacakan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) pada gelar sidang pekan lalu.

Kuasa hukum terdakwa, Benny Wahyu Sujatmiko saat membacakan duplik perkara No. 3140/Pid.B/2017/PN Surabaya menyatakan, jika obyek sebuah unit kendaraan Truk Head merk Hino yang di beli dari saksi korban Eddi Tanuwijaya, dalam keadaan tidak di lengkapi STNK, Buku KIR Mati dan Pajak tidak di bayar.

“Tanpa adanya STNK, kendaraan tersebut tak dapat di jalankan atau di operasionalkan karena tidak di lengkapai surat kendaraan” Dikutip dari kuasa hukum terdakwa, Benny Wahyu Sujatmiko saat membacakan duplik diruang Kartika I PN Surabaya.

Ironisnya, pernyataan duplik yang di bacakan kuasa hukum terdakwa terkait pembelian Truk Head Hino itu dikatakan tidak disertai dengan STNK dan KIR Mati serta Pajak belum dibayarkan, padahal hal itu telah di jelaskan secara gamblang oleh saksi korban, Eddi Tanuwijaya pada sidang sebelumnya.

“STNK pada transaksi jual beli,  masih dalam pengurusan. Pada tgl 13 Oktober 2016 STNK tersebut sudah selesai. Setelah STNK tersebut diberikan pihak terdakwa menolak tanpa adanya alasan yg jelas” Ujar saksi korban melalui kuasa hukumnya, Wellem Mintarja

Tak hanya itu, Lanjut Eddi, KIR memang mati dan sudah dituangkan dalam surat jalan yang telah diserahkan oleh saksi Oriza Wahyu Prasetyo (karyawan CV. Brother Wijaya), dan surat itu sudah di terima karyawan terdakwa yaitu Agus Effendi (Karyawan PT. Aman Samudra Lines) pada saat pengambilan Truk.

“KIR pada saat itu memang mati. Akan tetapi, jika KIR yang mati itu bukan suatu alasan untuk tidak melakukan pelunasan pembayaran kepada saksi korban dari pembelian sebuah Truk Head Hino senilai Rp 510 juta” Jelas saksi korban, Eddi Tanuwijaya menanggapi duplik yang di bacakan kuasa hukum terdakwa.

Menanggapi pajak kendaraan yang belum dibayar Wellem menjelaskan jika pajak dan STNK pada saat itu dalam proses pengurusan.

“Pada tanggal 13 Oktober 2016 Saat itu masih proses pengrusan, karena pajak tersebut sekalian pengurusan proses STNK”

Wellem menambahkan, Sesuai fakta persidangan bahwa pembelian Truk Head Hino sebelumnya telah disepakati antara kedua belak pihak. Dalam kesepakatan itu mulai dari, dokumen kepemilikan kendaraan serta kondisi fisik yang sesuai, sehingga kemudian terjadilah transaksi.

“Menurut kami, tidak ada alasan yang sah untuk membatalkan jual-beli tersebut dikarenakan syarat sahnya suatu perjanjian telah terpenuhi sehingga perjanjian tersebut tidak dapat dibatalkan sepihak, apalagi cara membatalkannya dengan memblokir kedua cek tersebut seolah-olah cek tersebut telah hilang” Tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa kasus pemalsuan dan penipuan ini telah memberikan tiga buah cek/bilyet giro Bank BNI sebagai sarana dalam jual beli kendaraan Truk Head Hino senilai Rp 510 juta pada saksi korban.

Setelah cek diterima, terdakwa melalui saksi Effendi Ardiyanto (karyawan PT. Aman Samudra Lines) lantas mendatangi Bank BNI dan mengaku bahwa telah kehilangan dua lembar cek dengan No. 794268 dan No. 794269.

‌Mendengar laporan dari terdakwa, pihak dari Bank BNI lantas menyarankan terdakwa untuk meminta surat kehilangan dari kepolisian.

Setelah mendapat surat keterangan kehilangan dari kepolisian yang diminta Bank Panin, saat itu juga pihak Bank BNI langsung memblokir kedua cek tersebut. Alhasil cek yang diterima korban, Eddy Tanuwijaya tak bisa dicairkan.

Atas perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mereka dirugikan ratusan juta rupiah sehingga melaporkan terdakwa pada kepolisian.

Atas perbuatannya tersebut, Bos PT. Aman Samudra Lines ini dituntut hukuman selama 2 tahun 5 bulan penjara oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Siaka Christiana, dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya.

JPU menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan.@Jun


Berita Terkait

No comment for Aneh! Sidang Kasus Penipuan, Kuasa Hukum PT ASL Dalilkan Sarat Sah Jual Beli Dalam Duplik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.