Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Eksepsi Guru Besar Ubaya Lanny Kusumawati Ditolak JPU

Eksepsi Guru Besar Ubaya Lanny Kusumawati Ditolak JPU

(401 Views) Februari 20, 2018 4:27 pm | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya I Gusti Putu Karmawan menolak eksepsi dari Tim Kuasa Hukum Prof Dr Lanny Kusumawati SH.,M.hum, terdakwa kasus memberikan keterangan palsu pada akta otentik berupa cover notes.

Hal itu disampaikan JPU I Gusti Putu Karmawan saat membacakan nota jawaban atas eksepsi terdakwa Prof Dr Lanny yang dibacakan secara bergantian di ruang sidang cakra, PN Surabaya, Selasa (20/2/2018).

Menurutnya eksepsi yang diajukan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) itu telah masuk ke materi pokok perkara.

Jaksa Karmawan menyebut, penyusunan surat dakwaan yang didakwakan pada terdakwa telah sempurna, karena sudah disusun secara cermat,jelas dan teliti, sesuai Pasal 143 (2) KUHAP.

“Meminta agar majelis hakim pemeriksa untuk menolak eksepsi terdakwa Prof Dr Lanny Kusumawati dan menerima jawaban jaksa penuntut umum serta melanjutkan pemeriksaan perkara ini ke pembuktian,” ucap Jaksa Karmawan membacakan nota jawabannya.

Usai pembacaan nota jawaban itu, majelis hakim yang diketuai Maxi Sigarlaki mengaku akan meberikan jawaban atas permohonan pengalihan status tahanan terdakwa dari tahanan di Rutan Medaeng menjadi tahanan kota yang diajukan oleh Keluarga terdakwa, Alumni Universitas Ubaya, Rektorat dan Dekan Ubaya, dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) serta Pengacara terdakwa,  “Sampai bertemu pada 27 Pebruari 2018 nanti, untuk pembacaan putusan sela. Sidang ditunda untuk pembacaan putusan sela,” kata Hakim Maxi sembari menutup persidangan.

Sementara itu usai persidangan, Alexander Arif mengaku opitimis dalam putusan sela nanti terdakwa akan dialihkan statusnya menjadi tahanan kota, mengingat posisi terdakwa sebagai seorang Guru Besar di Ubaya, sebagai Notaris,juga sebagai pengajar. Bahkan dengan adanya penahanan pada beliau studi belajar mengajar mahasiswa jadi terbengkalai bahkan tidak bisa mengikuti ujian skripsi.

“Saya optimis permohonan kami dikabulkan, karena dalam permohonan kami alasannya cukup jelas bahwa sesungguhnya beliau adalah guru besar, yang sekarang gara-gara dalam tahanan rutan mahasiswanya tidak bisa mengikuti perkuliahannya dia, disamping itu karya ilimiah dari mahasiswanya terbengkalai, disamping selama ini terdakwa terbukti kooperatif dan tidak pernah mangkir dari panggilan penyidik maupun persidangan. Saya kira majelis hakim akan bijak mengambil keputusan,”ucap Alex.

Alex ini juga berpendapat, bahwa dakwaan JPU kabur karena cover notes No 35 sudah dianulir dalam cover notes No 7, yang secara terang benderang mengatakan dua badan hukumnya sendiri-sendiri, tapi pengurus dan pemegang sahamnya sama Cover noters, “PT. Raja Subur Abadi dan PT. Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat disebut juga dengan nama PT. Subur Abadi Raja, d/h N.V.Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy, masing-masing merupakan perseroan yang berstatus sebagai badan hukum dan berdiri sendiri.” pungkas Alex.

Untuk diketahui, Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, akibat dilaporkan Suwarlina Linaksita ke Polrestabes Surabaya atas tuduhan pemberian keterangan palsu pada akte otentik berupa cover notes dan kemudian surat keterangan perihal cover notes tersebut digunakan seseorang yang bernama Eka Ingwahjuniarti untuk mengeksekusi rumah dan tanah yang berlokasi di Jalan Kembang Jepun 29 Surabaya, yang ditempati Suwarlina Linaksita dan suaminya yang bernama Tjioe Kie Pho alias Bambang Soephomo sejak tahun 1931.

Sedangkan menurut Prof .Dr Halusiana pada xtrempoint menuturkan, bahwa penangguhan penahanan yang diajukan seorang terdakwa adalah hak mutlak yang patut dijunjung oleh semua pihak.

“Ini hak semua terdakwa untuk mendapat perlakuan yang sama dimata hukum,apalagi ini seorang pengajar bahkan Guru Besar. Apalagi sampai memakai baju tahanan dan memakai borgol segala, ini tindakan yang sangat irasional yang se-harusnya tidak patut dilakukan oleh seorang Jaksa. Sebab terdakwa bukan seorang penjahat kelas kakap,koruptor atau pembunuh lalu harus diperlakukan semacam itu tapi terdakwa adalah seorang Guru Besar bahkan Pengajar,”tegas pria yang mengajar Hukum Tata Negara disalah satu Universitas Negeri Jogja itu sore tadi di Merriot selasa (20/02/18)@Rb/Jn


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Eksepsi Guru Besar Ubaya Lanny Kusumawati Ditolak JPU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.