Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kejari Perak Pilih Bungkam Pada Kasus Dugaan Korupsi Program Jasmas

Kejari Perak Pilih Bungkam Pada Kasus Dugaan Korupsi Program Jasmas

(391 Views) Februari 25, 2018 9:33 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak menaikkan status kasus dugaan korupsi dana hibah dalam bentuk Jaring Asprirasi Masyarakat (Jasmas) Tahun anggaran 2016 dari level penyelidikkan ke tingkat Penyidikan.

Meskipun status kasus tersebut telah naik level. namun, pihak Kejari masih bungkam Saat ditanya siapa saja yang akan diperiksa dalam proses penyidikkan kasus ini. “Nantilah, belum waktunya,” kata Lingga Nuarie, Kasi Intel Kejari Perak Surabaya, pada wartawan (25/2).

Dijelaskan Lingga, kasus dugaan korupsi program Jasmas tersebut berupa proyek pengadaan terop, kursi, meja dan sound system.

Bahkan Surat perintah penyidikan itu telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, 8 Februari 2018 lalu. “Surat Sprintnya Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018,” imbuhnya.

Dalam kasus Jasmas ini, pihak kejaksaan mengaku belum menetapkan seorangpun sebagai tersangka. “Belum, kami masih perlu lakukan pendalaman lagi,”pungkas Lingga.

Seperti diketahui, Sebelumnya, pada Agustus 2017 lalu, Kejari Surabaya juga melakukan penyelidikan kasus dana Jasmas 2016 ini. Saat itu, Kajari Surabaya yang di jabat Didik Farkhan Alisyahdi mengendus adanya keterlibatan sejumlah anggota DPRD Surabaya pada proses pengajuannya (rekom,red).

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, baik dari kalangan kejaksaan maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya muara adanya proyek yang di danai dari jasmas tersebut bermula dari seorang pengusaha berinisial ‘ST’ yang merupakan teman kuliah dari oknum Anggota DPRD Kota Surabaya bernisial ‘D’.

Melalui tangan ‘D’ inilah para oknum legislator lainnya akhirnya mengikuti jejaknya dan pasrah bongkokan kepada ‘D’ mempromosikan program pengadaan terop, kursi, meja dan sound system tersebut ke beberapa kepala RT dan RW di Surabaya.

Untuk menjalankan program itu, para legislator yang berkantor di jalan Yos Sudarso Surabaya tersebut menggunakan tangan konstituennya untuk meloby para RT maupun RW agar mau ikut dalam proyek jasmas tersebut.

Namun untuk menjalankan aksi tersebut pengusaha ‘ST’ tidak berjalan sendirian, ia di bantu oleh beberapa orang sebagai kaki tangannya.

Pada akhirnya pengusaha ‘ST’ dan Oknum Legislator ‘D’ telah menyusun rencana untuk bisa mengolah agar proyek yang didanai dari APBD Surabaya itu bisa dimainkan.

Ternyata, sejak pengajuan proposal hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah dikonsepkan oleh ‘ST’ bersama tiga rekannya. Para ketua RT dan RW hanya tahu beres dan menerima fee sebesar 1 hingga 1,6 persen dari ‘ST’.

Sebelum dugaan penyimpangan ini dilaporkan masyarakat ke Kejari Surabaya, ternyata kasus ini juga pernah diperiksa oleh Inspektorat Pemkot Surabaya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Inspektorat menyebut adanya unsur pidana pada pengadaan terop, kursi, meja dan sound system yang dicairkan dari dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya periode tahun 2016.@Jun


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Kejari Perak Pilih Bungkam Pada Kasus Dugaan Korupsi Program Jasmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.