Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Sosialisasi Budidaya Durian di Kecamatan Dagangan

Sosialisasi Budidaya Durian di Kecamatan Dagangan

(228 Views) Maret 11, 2018 2:31 pm | Published by | No comment

” Sosialisasi Budidaya Durian Di Kecamatan Dagangan ”

Kasi Perlindungan Tanaman Hortikultura Djatmiko memberikan pemaparan di hadapan peserta di BPP Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun

Dinas Pertanian dan Perikanan dalam hal ini Bidang Hortikultura mengadakan sosialisasi mengenai budidaya durian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), desa Dagangan kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, Selasa ( 27/2/2018 ).

Durian merupakan tanaman buah berupa pohon, sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian ini berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Tanaman durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk – kapukan, yg lazim durian disebut tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia, dan Coelostegia.

Seperti yang disampaikan kasi Perlindungan Tanaman Hortikultura Djatmiko, ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebar luaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut antara lain, durian Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor:), Sunan (Jepara), Montong (Thailand), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Sijapang (Betawi) , dan Sihijau (Kalimantan Selatan), terangnya.

Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan makanan lainnya, ada manfaat lainnya ,yaitu tanamannya sebagai pemcegah erosi, batangnya untuk bahan bangunan / perkakas rumah tangga, bijinya yg memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan ( dapat dibuat bubur yg dicampur dengan daging buahnya ), katanya.

Di Indonesia tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra, sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya , umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Srilangka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara , durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yg dipelihara intensif oleh negara Thailand, ungkapnya.

Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air dengan kedalaman yg cukup, di tempat ketinggian untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m/dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yg cocok di tanam di berbagai ketinggian.

Pada umur sekitar 8 tahun tanaman durian sudah mulai berbunga, musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni – September sehingga bulan Oktober – Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian sebaiknya sebelum musim hujan tiba, karena air hujan dapat merusak kualitas buah. Warna durian yg hampir masak agak berbeda – beda tergantung pada kultivarnya.

Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yg sangat menyengat.Untuk durian yang dapat di panen dalam satu pohon ada 60 – 70 butir / pohon satu tahun dengan bobot rata – rata 2,7 kg, apabila di inginkan jumlah buah yg banyak lagi maka bobot buah akan berkurang, pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut Kepala Bidang ( Kabid ) Hortikultura Dinas Pertanian Sumanto yg dalam hal ini diwakili Kasi Perlindungan Tanaman Hortikultura Djatmiko beserta staff, Kepala BPP kecamatan Dagangan, kelompok petani durian dari 4 kecamatan yaitu, kecamatan Geger, Dagangan, Dolopo dan kecamatan Kebonsari sebanyak 40 orang. ( Ben ).


Categorised in:

No comment for Sosialisasi Budidaya Durian di Kecamatan Dagangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.