Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Peringatan Hari Jadi 100 Tahun Kota Madiun

Peringatan Hari Jadi 100 Tahun Kota Madiun

(472 Views) Juni 26, 2018 1:39 pm | Published by | No comment

Walikota Madiun memimpin upacara Hari Jadi Kota Madiun yang ke 100 di halaman Balaikota Madiun.

MADIUN, AWASNEWS – Dalam rangka peringatan hari jadi Kota Madiun yang ke-100, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun banyak menggelar berbagai kegiatan untuk menghibur masyarakat Kota Madiun dari Festival Pecel Pincuk, Pameran berbagai produk UMKM yang digelar di alun-alun selama dua pekan, Charismatic Night Festival, Ketoprak, Kesenian Jaranan, Festival Pencak Silat dan diakhir acara Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk pada 28 Juli 2018 dengan menampilkan lima (5) dalang dan 100 Waranggono.

Kota Madiun yang usianya genap 100 Tahun pada 20 Juni 2018 lalu, sudah satu abad lamanya dan usia yang bukan muda lagi, ini harus dijadikan momentum merefleksikan diri, apa yang sudah dan akan dilakukan kedepan nanti, peringatan Hari Jadi bukan sekedar seremonial semata. Peringatan wajib dimaknai sebagai energi positif yang mampu mendorong performa dan kinerja demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kata Walikota Sugeng Rismiyanto dalam sambutannya saat upacara peringatan hari jadi Kota Madiun, Jumat (22/6/18).

Lanjut Sugeng Rismiyanto, satu abad bukan angka yang kecil oleh karena itu melalui tema, ” Seratus Tahun Madiun Kharismatik Lebih Maju, Sejahtera dan Berbudaya.” Peringatan 100 Tahun ini kita ingin mendiskripsikan atas semua potensi yang ada di Kota Madiun. Meskipun Kota Madiun sudah maju, kita ingin kota ini menjadi singgahan (jujugan) masyarakat termasuk wisatawan. Tentu saja harus dilakukan giat-giat yang menyangkut seni, budaya, tari dan budaya lokal yang ada, ini menunjukkan bahwa Kota Madiun memiliki destinasi (tempat kunjungan) bagi masyarakat, terangnya.

Namun dengan bertambahnya usia, ini harus dimaknai dengan bertambahnya kinerja di segala bidang, apalagi Kota Madiun merupakan pusat Pendidikan, Kesehatan, Perekonomian hingga Seni dan Budaya. Ini harus ditingkatkan demi mewujudkan Kota Madiun yang lebih maju, sejahtera dan berbudaya. Namun jangan terus terlena, semangat untuk lebih baik lagi harus terus digelorakan, kesejahteraan masyarakat juga terus meningkat. Ini dapat dilihat dari capaian IPM (Indek Pembangunan Manusia) Kota Madiun ada diperingkat ketiga (3) Jawa Timur Tahun ini, ungungkapnya.

Walikota Sugeng Rismiyanto mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dan mengabdikan diri demi kemajuan Kota Madiun. Selain itu kita harus menghormati dan menghargai jasa para pahlawan, khususnya para leluhur Kota Madiun. Karena tanpa kerja keras dan pengorbanan mereka, mustahil Kota Madiun bisa menjadi seperti sekarang ini. Untuk itu saya berharap ini menjadi teladan dan memicu semangat generasi penerus untuk terus mengisi Kota Madiun dengan prestasi demi kesejahteraan masyarakat, tandasnya.

Sugeng Rismiyanto menambahkan, diakhir kegiatan peringatan hari jadi Kota Madiun ada pagelaran wayang kulit pada tanggal 28 Juli nanti, Pemkot berencana mengundang seluruh mantan Walikota dan Wakil Walikota Madiun serta Kepala Daerah se Eks Karisidenan Madiun yang tergabung dalam Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo). Capaian ini tentu bukan kinerja satu dua pihak, akan tetapi atas kerja keras bersama , karena tanpa dukungan semua pihak mustahil capaian dapat diraih, pungkasnya.

Acara upacara Hari Jadi kota Madiun dilanjutkan dengan Festival Pecel Pincuk terbanyak digelar di depan balaikota sepanjang jalan Pahlawan dengan menyajikan sebanyak 16.000 pecel pincuk dimana Kota Madiun berhak atas rekor MURI penyajian pecel pincuk terbanyak Tahun ini, yang mana sebelumnya dipegang Kabupaten Blitar pada Tahun 2016 sebanyak 14.730 pecel pincuk. ( Adv. Ben ).


Categorised in:

No comment for Peringatan Hari Jadi 100 Tahun Kota Madiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.