Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Dua Orang Saksi Dihadirkan Dalam Gugatan PMH PKL Kedurus Pada PT Agra

Dua Orang Saksi Dihadirkan Dalam Gugatan PMH PKL Kedurus Pada PT Agra

(150 Views) Juli 10, 2018 7:37 pm | Published by | No comment

Dua orang saksi disumpah oleh panitera pengganti sebelum memberikan keterangan dipersidangan/dok. Junaedi awasnews.com

AWASNEWS.COM – Dua orang saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), yang dilayangkan penghuni lapak kedurus pada PT. Agra Paripurna cq Haji Ismail (alm) di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (10/7/18).

Dua orang saksi tersebut ialah Joko dan Yuliatin, mereka adalah pemilik lapak sekaligus korban eksekusi ilegal yang dilakukan PT Agra Paripurna.

Saksi Joko mengaku mengetahui saat PT. Agra melakukan eksekusi paksa dengan memagar lahan yang ditempati lapak mereka.” tau pak” jawab Joko saat ditanya Hakim Selamet Riyadi.

Lebih lanjut Joko menerangkan bahwa saat proses eksekusi dan pemagaran paksa tersebut, penghuni lapak tidak sempat melakukan evakuasi barang-barang mereka yang masih berada didalam lapak.

Pemilik lapak mengaku takut dan trauma, karena saat proses penggusuran itu berlangsung, PT Agra melibatkan banyak petugas gabungan untuk mengawal eksekusi.

” Saat penggusuran, pemilik lapak tidak sempat untuk mengambil barang yang ada di stan lapak. Selain itu, pemilik lapak tidak berani melakukan perlawanan karena dalam penggusuran di lapangan banyak aparat keamanan seperti Polisi, TNI, Satpol PP dan lainnya dan dilengkapi alat lengkap,” terang Joko.

Dalam kesempatan yang sama, saksi Yuliatin juga menerangkan bahwa ia menempati lahan tersebut karena menyewa pada Haji Ismail, Selaku Direktur PT. Agra Paripurna. Ia menyatakan hanya menyewa lahan sedangkan untuk bangunan lapak dan pengurukan lahan dibiayai menggunakan uang pribadi.

” Tanahnya saja, kalau dihitung dengan bangunan lapak dan pengurukan biayanya mencapai 40 juta ” kata Yuliatin.

Sebelumnya, para pedagang PKL Kedurus telah melaporkan aksi pemagaran dan Pengerusakan paksa yang dilakukan PT Agra Paripurna pada stand lapak mereka ke Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, pada Kamis/21/12/17) silam.

Laporan dugaan tindak pidana itu teregister dengan Nomer LP/1426/XII/Bareskrim pasal 170 dan atau pasal 368 KUHP tentang dugaan tindak pidana Pengerusakan yang dilakukan bersama-bersama atau lebih dari satu orang.

Tak sampai di situ, para pedagang juga melaporkan aksi pengerusakan itu ke kementrian Koordinator bidang politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) karena adanya keterlibatan instansi pemerintah atas eksekusi yang dianggap ilegal itu.

Sedangkan menurut Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Wibowo, menganggap PT Agra Paripurna adalah pemilik yang sah akan akan status tanah yang disewa oleh para pedagang PKL. Atas dasar itu pihaknya berani melakukan pengawalan eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan.

” Selama ini tanah yang ditempati pedagang itu statusnya hanya pengalihan, penggunaan fungsi. Bukan hak milik. Pemilik yang sah itu PT Agra Paripurna,” kata Bambang.

Pernyataan Bambang tersebut dibantah oleh kuasa hukum PKL Kedurus , Hermawan Benhard Manurung. Menurutnya eksekusi yang dilakukan PT. Agra adalah tindakan premanisme yang nyata-nyata telah melawan hukum.

Pasalnya kata Benhard, para penghuni lapak PKL Kedurus bukanlah penghuni liar. Mereka adalah warga yang taat hukum mereka menempati lahan itu karena menyewa pada Haji Ismail, yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

” Ini adalah perbuatan yang nyata-nyata melawan hukum, kami nyatakan ini adalah tindakan ilegal, tindakan premanisme yang di dalangi pemangku kepentingan, Setahu kami di Indonesia ini tidak ada eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan ” ujar Benhard Manurung.

Secara tidak langsung, Benhard menambahkan ” Otoritas Pengadilan telah dilecehkan oleh segelintir orang – orang yang seolah berhak dan punya legal setanding malukan Eksekusi ” pungkasnya.@Rd/Jun


Berita Terkait

Tags:
Categorised in:

No comment for Dua Orang Saksi Dihadirkan Dalam Gugatan PMH PKL Kedurus Pada PT Agra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.