Menu Click to open Menus
Home » Nasional » Manuskrip Kuno Bustan Salatin Ungkap Sistem Ketatanegaraan Nusantara

Manuskrip Kuno Bustan Salatin Ungkap Sistem Ketatanegaraan Nusantara

(82 Views) Agustus 18, 2018 11:57 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — “Bustan Salatin” merupakan manuskrip kuno karangan seorang ulama asal India, Syaikh Nuruddin Muhammad Ibnu Ali Ar-Raniri ia lama menetap di tanah Melayu (Aceh) dan fasih berbahasa Melayu.

Melalui Manuskrip Bustan Salatin dikatahui tingginya peradaban tanah Melayu, pada abad itu (16), ketatanegaraan bukan sibuk mengurusi tentang tingkat ekonomi masyarakat, melainkan lebih fokus kepada tingkat peradaban intelektual masyarakat.

Gambaran dari manuskrip tersebut, tingkat ekonomi masyarakat kala itu sudah tergolong masyarakat yang sangat kaya raya dengan mata uangnya yakni Dinar Dirham.

Manuskrip ini di hadirkan oleh Syaikh Ar Raniri sebagai rujukan bagi para Sultan (raja-raja Melayu) setelah Sultan Iskandar Tsani, seperti Sultanah Safi al-Din Taj al-Alam (1641-1675), Naqi al-Din Nur al-Alam (1675-1678) sampai kepada abad ke 18 pada masa Sultan Ala al-Din Johan Syah (1735-1760).

Karya ini juga sebagai rujukan bagi para pemangku jabatan struktural dalam mengembangkan intelektual masyarakat, pembinaan adab para pemangku jabatan kerajaan seperti wajir, hakim, pengelola Baitul Mal hingga untuk rakyat jelata, agar tercipta masyarakat yang adil dan beradab.

Tergambar jelas dalam kitab ini tentang peranan Ulama pada era ini sangat penting sebagai penjaga persatuan ummat dan semangat patriotisme.

Dalam naskah Bustan Salatin ini juga diuraikan tentang kemegahan kerajaan Aceh. Kemegahan itu terinspirasi dari Khabar surga.

Taman Dar as-Salam “Syahdan, di darat Balai Keemasan yang memiliki Balee Ceureumeen (Aula Kaca) di istananya yang megah, di dalam istana ada Maligai Mercu Alam, dan Maligai Daulat Khana dan Maligai Cita Keinderaan dan Medan Khayali, dan aliran sungai Dar al-Isyki itu suatu dan terlalu amat luas, kersiknya daripada batu pelinggam, bergelar Medan Khairani yang amat luas. Dan pada sama tengah medan itu Gegunungan Menara Permata, tiangnya dari tembaga, dan atapnya daripada perak seperti sisik rumbia, adalah dalamnya beberapa permata puspa ragam, dan Sulaimani dan Yamani”.

Pada bab-bab selanjutnya diuraikan tentang etika seorang pimpinan, penegakan hukum dan keadilan, sosial dan komunitas masyarakat Melayu serta patriotisme yang zuhud dan wara’.( Memprioritaskan kehidupan akhirat).

Hikayat di dalam naskah ini tidak terlepas dari local history dan adat-istiadat yang terjadi di kehidupan masyarakat Aceh Darussalam yang majemuk, mengingat Nusantara masyarakatnya sangat majemuk.

Pada bab terakhir (bab 7) membagi pembahasan tentang bermacam tema dan topik seperti pengajaran, pendidikan, pengabdian, masalah Nisa’ atau peranan wanita dalam keluarga. Sedemikian tuntasnya pembahasan dalam Kitab Bustan Salatin ini sehingga seorang Sejarawan asal Malaysia Faizal Yusof menilai kitab kuno ini sebagai masterpiece kitab ketatanegaraan yang pernah hadir di bumi Melayu.

Negeri Jiran Malaysia dan Brunai Darussalam, hingga hari ini, kitab Bustan Salatin masih dipakai sebagai panduan dalam mengelola ketatanegaraan agar tercipta keadilan dan terbinanya peradaban masyarakat.@*(GFI)


Berita Terkait

Tags: , , ,
Categorised in:

No comment for Manuskrip Kuno Bustan Salatin Ungkap Sistem Ketatanegaraan Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.