Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Sidang Kasus Suap Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha Disidangkan Di Tipikor Surabaya

Sidang Kasus Suap Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha Disidangkan Di Tipikor Surabaya

(178 Views) Agustus 20, 2018 9:43 am | Published by | No comment
Spread the love

AWASNEWS.COM — Tersangka kasus suap Perijinian Pembangunan Tower Telekomunikasi ,Mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha rencananya akan disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Senin (20/8), menyampaikan, rencananya perkara ini akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jawa Timur (Jatim) sehingga yang bersangkutan akan dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya.

“Penahanan MKP akan dipindahkan ke Rutan Klas I Surabaya. Rencana persidangan akan dilakukan di Pengadikan Tipikor di Surabaya,” kata Febri.

Bupati non aktif Mustofa segera menjalani sidang karena KPK pada hari ini melimpahkan perkaranya ketahap dua. “Proses penyidikan telah selesai sehingga berkas dan tersangka diserahkan penyidik ke penuntut umum atau tahap dua. Untuk kasus dugaan penerimaan gratifikasi masih dalam proses penyidikan di KPK,” ujar Febri.

KPK menetapkan Bupati Mustofa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan menara telekomunkasi di Kabupaten Mojokerto tahun 2015. Selain itu, KPK juga mentapkan Permit and Regulatory Division PT Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Grup), Ockyanto (OKY); dan Direktur Operasi PT Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Onggo Wijaya (OW) sebagai tersangka.

Mustofa diduga menerima suap dari Ockyanto dan Onggo terkait pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto, Jatim, tahun 2015.

“Diduga hadiah atau janji atau suap yang diterima oleh tersangka MKP [Mustofa Kamal Pasa] terkait perizinan menara telekomunikasi ini adalah sekitar Rp 2,7 milyar,” kata Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK.

KPK menyangka Mustofa Kamal Pasa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Ockyanto dan Onggo Wijaya disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian, KPK menetapkan Mustofa sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Zainal Abidin karena mereka diduga menerima gratifikasi sektar Rp 3,7 milyar.

Penerimaan gratifikasi Mustofa dan Zainal tersebut merupakan fee dari sejumlah proyek di Pemkab Mojokerto, Jatim, termasuk proyek pembangunan jalan di tahun 2015 dan proyek lainnya. Penyidik masih mendalami dan mengembangkan perkara ini, khususnya penerimaan lainnya.

KPK menyangka Mustofa Kamal Pasa dan Zainal Abidin melanggar Pasal 12B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.@Rdp


Berita Terkait

No comment for Sidang Kasus Suap Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha Disidangkan Di Tipikor Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.