Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Komisaris PT Prambanan Dinyatakan Terbukti Bersalah Menipu Uang Senilai 3 Miliar

Komisaris PT Prambanan Dinyatakan Terbukti Bersalah Menipu Uang Senilai 3 Miliar

(160 Views) Agustus 21, 2018 10:55 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Komisaris PT. Prambanan Dwipaka Hertanto Pudjihartono, dijatuhi hukuman 3 bulan 15 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (21/8/18).

Ketua Majelis hakim Pesta Partogi menyatakan, terdakwa Hertanto dinyatakan terbukti bersalah atas kasus penipuan uang senilai Rp. 3 miliar sesuai pasal yang diancamkan, yakni pasal 372 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 3 bulan dan 15 hari,” ucapnya membacakan amar putusan di ruang sidang.

Mendengar putusan Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo langsung sumringah, dan menyatakan sikap menerima, sebab dalam sidang tuntutan sebelumnya, Damang diketahui menuntut terdakwa dengan tuntutan selama 5 bulan penjara.

Selain menerima, Jaksa Damang juga menyatakan tidak melakukan upaya hukum banding, karena menurut Damang, antara terdakwa dengan pihak pelapor sudah bersepakat berdamai, dengan memberikan asetnya sebagai pengganti.

Kasus ini berawal dari dugaan tipu daya yang dilakukan Herryanto terhadap korban Freddy Subhyakto.

Pada Mei 2017, terdakwa disebut menerangkan bahwa dirinya merupakan komisaris sekaligus merupakan anak pertama pendiri PT Prambanan Dwipaka.

Padahal, sejak 2013 tersangka sudah tidak lagi menjabat sebagai komisaris di PT Prambanan Dwipaka.

Kepada korban, terdakwa menawarkan proyek kerjasama pembelian sebidang tanah di daerah Kenjeran Surabaya yang dapat langsung dijual kembali dengan keuntungan yang besar, dan sudah ada calon pembelinya.

Terdakwa memerlukan dana untuk bayar UTJ (uang tanda jadi) dan mengurus Sertifikat Tanah.

Proses perubahan Sertifikat sudah berjalan mungkin hanya butuh waktu paling lama 2 minggu akan selesai selanjutnya bisa dijual dan mendapat untung paling lama 2 bulan setelah UTJ dibayarkan.

Untuk menjalin kerjasama ini, korban diminta untuk menyetorkan dana dengan sistem pembagian hasil keuntungan sebesar 50:50.

Tertarik akan tawaran tersangka, akhirnya korban menyetujui.

Dari Rp 5 miliar yang harus dibayarkan untuk UTJ, korban harus menyetor Rp 3 miliar dan sisanya dibayarkan oleh terdakwa.

Perjanjian kerja sama dibuat di depan notaris Agatha Henny Asmana Sipa, Jalan Kusuma Bangsa no 144 Surabaya.

Tersangka mengiming-imingi korban dengan keuntungan sebesar Rp100 ribu permeter dengan total keuntungan yang di dapat sebesar Rp 4,3 miliar.

Setelah dana disetorkan, terdakwa tidak lagi melaporkan hasil dari kerjasama tersebut.

Sekitar bulan Agustus 2017 hingga Oktober 2017 korban selalu menanyakan dan melakukan penagihan kepada tersangka apakah tanah sudah berhasil terjual.

Namun, terdakwa hanya memberikan janji-janji saja dan faktanya tidak pernah ada penjualan tanah dan sejak Oktober 2017 terdakwa susah untuk dihubungi maupun ditemui dan selalu menghindar.

Korban akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya berikut barang bukti.@Jn


Berita Terkait

No comment for Komisaris PT Prambanan Dinyatakan Terbukti Bersalah Menipu Uang Senilai 3 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.