Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kejari Surabaya Bekuk Buronan Kasus Korupsi MERR-II-C Setelah Menghilang Selama 3 Tahun

Kejari Surabaya Bekuk Buronan Kasus Korupsi MERR-II-C Setelah Menghilang Selama 3 Tahun

(86 Views) Agustus 23, 2018 2:36 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COMKejaksaan Negeri Surabaya berhasil membekuk Sumargo, buronan Terpidana kasus korupsi pembebasan lahan proyek Middle East Road (MERR-II-C) di Gunung Anyar, Surabaya.

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya M. Teguh Budi Darmawan menyatakan, Sumargo berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Bojonegoro, pada Rabu malam (22/8/18) pukul 20:00 WIB.

“Sudah tiga tahun ini menjadi buronan, Alhamdullillah jam 8 malam tadi, tim esekutor kami berhasil menangkap terpidana kasus korupsi MERR II-C itu” terang Teguh Darmawan.

Menurut Teguh, keberhasilan eksekusi ini merupakan buah dari kinerja tim Intelijen dan Pidsus Kejari Surabaya, yang sebelumnya telah melakukan pengintaian selama berminggu-minggu setelah turunnya putusan kasasi.

“Eksekusi ini adalah perintah dari putusan Kasasi, dan terpidana ini tidak kooperatif saat kami panggil secara patut,”kata Kajari Teguh.

Setelah dilakukan proses administrasi, Sumargo langsung digiring oleh petugas Kejaksaan ke Lembaga Pemasyarakatan Porong, Sidoarjo.

“Malam ini Sumargo kami bawa ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman,”sambung Teguh.

Peran Sumargo dalam kasus korupsi ini adalah sebagai penyambung lidah pada 40 orang warga pemilik lahan, ia ditunjuk oleh Olli Faisol, Selaku satgas pembebasan lahan yang juga merupakan staf PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya.

Selain Sumargo dan Olli Faisol, kasus ini juga menyeret lima orang lainnya. Mereka ialah Djoko Waluyo, koordinator sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen dari Dinas Bina Marga dan Pematusan, Euis Darliana, staf Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Eka Martono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hadri dan Abdul Fatah (keduanya kordinator yang juga ditunjuk oleh satgas pembebasan lahan).

Ke 7 terdakwa pada kasus ini divonis berbeda oleh Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Djoko Waluyo divonis 8 tahun penjara, Olli Faisol divonis 5,5 tahun penjara, Euis Dahlia divonis 16 bulan penjara, Eka Martono dan Abdul Fatah divonis 1 tahun penjara. Sementara Hadri divonis 1 tahun penjara dan Sumargo divonis 3 tahun penjara.

Sumargo sempat ditahan namun Ia bebas ketika proses pengajuan kasasi, dimana saat itu masa penahanannya telah habis dan Sumargo lepas demi hukum.

Kasus ini bermula dari pelepasan lahan sepanjang 1,6 kilometer menggunakan 300 persil dengan luas 1,2 hektare. Dana pelepasan tanah itu Rp 30 miliar. Dalam data 2011 dan 2012, ada 163 persil yang berhasil dibebaskan. Dari jumlah tersebut, terdapat 40 persil data bangunan yang harganya digelembungkan. Kelebihan pembayaran di tiap persil berbeda-beda. Penyidik menaksir kerugian negara secara kasar sebesar Rp 8 miliar.

Sementara itu, Pakar hukum pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya I Wayan Titip Sulaksana menilai, masih ada dalang utama di balik kasus ini, sebab kata dia, yang dihukum adalah pejabat bawahan, sedangkan mereka merupakan pelaksana dari atasan atau pimpinannya.

Bisa jadi kepala dinas, bahkan sekkota, dan wali kota Surabaya bisa diseret, sebab pejabat inilah yang memberikan persetujuan dalam penganggaran dana pelepasan lahan untuk MERR II C.

“Proyek itu ada pimpronya, pimpro apa kata kepala dinas, sekkota dan wali kota, itu seharusnya juga disidik, tapi lagi-lagi bergantung dari keseriusan kejaksaan,” katanya.@Jn


Berita Terkait

No comment for Kejari Surabaya Bekuk Buronan Kasus Korupsi MERR-II-C Setelah Menghilang Selama 3 Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.