Menu Click to open Menus
Home » Kepolisian » Polisi Sita Dua Unit Mobil Komando Aksi #2019GantiPresiden Di Surabaya

Polisi Sita Dua Unit Mobil Komando Aksi #2019GantiPresiden Di Surabaya

(188 Views) Agustus 26, 2018 12:21 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Sekretaris Panitia diskusi #2019GantiPresiden Agus Maksum menilai, pihak kepolisan telah menerapkan tebang pilih saat proses pengamanan acara deklarasi damai di Tugu Pahlawan, Surabaya, Pada Minggu (26/8).

Tindakan tebang pilih itu menurut Agus terkait pengamanan dua unit mobil komando yang telah disita oleh pihak kepolisian. Sedangkan mobil komando dari kubu yang kontra akan aksi #2019GantiPresiden dibiarkan melenggang begitu saja.

“Alhamdulillah, Deklarasi tetap berlangsung walaupun dengan panggung becak. Karena 2 mobil komando yang kita siapkan disita aparat. ” Kata Agus pada awasnews.com, Minggu malam, (26/8/18), Pukul 19:00.

Agus mengklaim aksi Deklarasi #2019GantiPresiden sukses digelar walaupun ada perlakuan represif dari aparat.

“Komitmen kami untuk menggelar aksi secara damai dan bermartabat tetap kami gelar dengan dasar menghormati aspirasi publik yang semakin menguat. Sayangnya polisi bersikap tidak adil, Aksi kami dibubarkan dengan tindakan represif. Sikap ini sungguh menciderai kebebasan berpendapat di muka umum.” Katanya.

Menurut Agus, massa aksi #2019GantiPresiden memutuskan untuk membubarkan diri setelah adanya himbauan polisi yang disertai dengan persekusi oleh pihak yang kontra.

” Kami putuskan untuk membubarkan diri demi keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif.” bebernya.

Seluruh peserta aksi akhirnya membubarkan diri, sebagian masuk ke Masjid Kemayoran untuk bersiap melaksanakan Sholat Dhuhur. Namun tiba-tiba didatangi oleh anggota Banser dan GP Anshor yang sengaja memantik provokasi.

” Tak lama kemudian Banser dan GP Ansor masuk ke Masjid Kemayoran dan melakukan persekusi terhadap massa #2019GantiPresiden yang sedang beriatirahat menunggu sholat dhuhur.” Terang Agus.

Seperti diketahui sebelumnya, Polisi telah membubarkan aksi #2019GantiPresiden di tugu pahlawan Surabaya. Pihak kepolisian berdalih pihaknya belum menerima Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Dari alasan tersebut, pihak kepolisian menganggap bahwa acara Diskusi #2019GantiPresiden adalah aksi terlarang dan tidak prosdural.

Agus Maksum membantah pernyataan tersebut, pihaknya mengaku telah memenuhi seluruh prosedur sesuai Undang-undang seperti yang tersebut dalam UU nomer 9 Tahun 1998 Tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

“Surat pemberitahuan kami tersebut sudah diterima dan sudah ada tanda tangan aparat saat surat tersebut diterima.” Pungkasnya.@ [J-1].


Berita Terkait

No comment for Polisi Sita Dua Unit Mobil Komando Aksi #2019GantiPresiden Di Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.