Menu Click to open Menus
Home » Opini » Empat Tips Sederhana Menjadi Jurnalis Profesional

Empat Tips Sederhana Menjadi Jurnalis Profesional

(90 Views) September 1, 2018 9:35 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Sebelum terjun kedalam dunia tulis menulis “Jurnalis ” seseorang diwajibkan terlebih dahulu dituntut untukĀ  menjadi seseorang pembaca yang baik. Sebab, Jurnalis profesional adalah pembaca yang baik.

Teknik menulis suatu artikel berita tidaklah sesulit yang dibayangkan, tulisan haruslah dikemas dengan gaya bahasa sederhana, simple dan mudah dipahami oleh pembaca, hindari sebisa mungkin kata-kata yang bersifat akademis.

Berikut ini empat hal atau tips yang perlu diketahui

1. Subyek Berita.

Subyek berita adalah hal awal yang harus diperhatikan oleh jurnalis pemula, subyek tersebut akan menentukan isi dari tulisan awal artikel supaya tulisan tidak membias.

Contoh, Saat seorang wartawan melakukan liputan bertema hukum, tentu yang bersangkutan akan fokus pada subyek dari perkara hukum yang hendak diliput.

Misalkan yang diliput adalah perkara sidang di Pengadilan, Si (A) rupanya telah melakukan tindak pidana berupa penipuan. Maka subyek dari berita tersebut nantinya adalah perkara penipuan.

Tinggal menentukan obyek dari perkara penipuan itu yang harus dimengerti. Apa yang ditipu? … Barang apa yang Ditipu …? Bergerak atau barang tidak bergerak…?

2. Obyek Berita

Setelah mengetahui bahwa obyek yang ditipu misalkan adalah sejumlah Uang senilai 1 miliar, maka uang 1 miliar itulah yang akan menjadi obyek dari artikel berita yang akan ditulis.

Contoh:

Online.com — Si (A) 35 tahun, warga Lombok barat ini duduk di kursi pesakitan pengadilan negeri Medan karena didakwa telah melakukan penipuan sejumlah uang senilai 1 miliar milik saksi korban Agus Triadmojo.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asik, menjerat terdakwa Si A dengan dakwaan melanggar pasal 372 Jo 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

” Perbuatan terdakwa diancam sebagaimana diatur dalam pasal 372 Jo 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan” Ujar JPU Asik, membacakan dakwaannya, Kamis (31/8).

Sampai disini artikel diatas telah memenuhi subyek dan obyek dari pemberitaan. Tinggal melengkapi berita dengan rangkaian peristiwa atau kejadian penipuan itu.

3. Peristiwa.

Peristiwa dalam suatu penyajian berita merupakan faktor terpenting, sebab disitu memuat informasi-informasi penting mengenai obyek berita dan juga memberikan pengetahuan yang komperhensif pada pembaca.

Contoh berita sambungan:

Perkara penipuan itu berawal dari perkenalan terdakwa dan korban pada 2017 silam, saat itu, Terdakwa menjanjikan suatu bisnis dengan keuntungan 50 persen dari modal yang ditanamkan.

Modus terdakwa dalam melancarkan aksinya adalah dengan berpura-pura mendapat proyek dari 12 Counter HP yang ada di Bali, untuk mendatangkan 5 ribu unit Handphone merk iPhone.

Terdakwa mengaku butuh suntikan modal sebesar 1 miliar.

4. Narasumber.

Nara sumber adalah bagian yang tak bisa diabaikan dalam menyajikan sebuah artikel berita, dari narasumber itulah sebuah berita dapat dinilai sebagai berita kredibel, dan bernilai.

Seorang jurnalis profesional yang setelah memahami suatu peristiwa, ia akan mencari narasumber yang pas untuk bahan artikel berita, bahkan ia sudah memiliki rangkaian pertanyaan yang dianggap penting untuk ditanyakan pada narasumber

Disisi lain, jurnalis yang benar-benar profesional ia dapat melontarkan pertanyaan yang dapat menggiring narasumber memberikan jawaban seperti yang ia inginkan.

Contoh sambungan artikel :

” Saya diimingi keuntungan 50 persen dalam waktu 3 bulan. Si A mengaku mendapat order 5000 unit HP dari 12 Counter di Bali” Terang Korban.

Setelah batas waktu yang ditemtukan, terdakwa ternyata tidak kunjung memberikan keuntungan yang telah dijanjikan. Bahkan terdakawa selalu memberikan alasan yang berbelit-belit pada korban.

” Saya tanyakan masalah keuntungan yang dijanjikan, tapi dia (terdakwa,red) selalu beralasan” imbuhnya.

Karena terdakwa memberikan jawaban yang berbelit-belit itulah korban akhirnya melapor pada Polisi.

Setelah mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi, penyidik kepolisian akhirnya menetapkan si A menjadi tersangka.

Dari hasil BAP yang dilakukan Penyidik terungkap, uang milik korban sebesar 1 miliar tersebut telah digunakan oleh Si A untuk memenuhi kepentingan pribadinya.

Pelaku juga mengaku bahwa ia selama ini tidak pernah menerima order HP dari counter manapun.

Atas tindakannya tersebut, terdakwa kini terancam dengan hukuman selama 4 tahun penjara.@[jurnalis].

Nah dalam artikel diatas secara sederhana telah memenuhi Subyek, Obyek, Peristiwa, dan Narasumber.

Walaupun dikemas dengan sederhana namun kebutuhan informasi yang dikandung didalamnya telah dianggap cukup memenuhi.

Dari artikel sederhana tersebut, setidaknya anda sudah mendapat tambahan inspirasi untuk melakukan kegiatan menulis sebuah artikel berita. Tinggal sekarang bagaiman anda mengaplikasikannya pada kegiatan sehari-hari sebagai Jurnalis.

Mudah bukan…..? selamat mencoba dan semoga dapat menambah wawasan untuk menjadi wartawan atau jurnalis Profesional.@ [Junaedi]


No comment for Empat Tips Sederhana Menjadi Jurnalis Profesional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.