Menu Click to open Menus
Home » Daerah » SUPARDI KASUBAG OPERASIONAL DAN PERENCANAAN PD SUMEKAR “DANA PEMBANGUNAN RUMAH BUKAN DARI APBD ATAU APBN.”

SUPARDI KASUBAG OPERASIONAL DAN PERENCANAAN PD SUMEKAR “DANA PEMBANGUNAN RUMAH BUKAN DARI APBD ATAU APBN.”

(133 Views) September 3, 2018 7:32 am | Published by | No comment

Sumenep, Awasnews.com :Perbincangan Tim Media dengan Supardi Kasubag Operasional dan Perencanaan  PD Sumekar terus berlanjut, menurutnya, sebagai Perusahaan Pengembang Properti, PD Sumekar hanya sebagai pemasar Rumah milik PT Randu Putra Perkasa Nusantara (PPRN).Segala biaya yang ditimbulkan terkait dengan perumahan yang dipasarkan, dibebankan pada PPRN. Dan satu rupiah pun tidak ada uang yang dikeluarkan oleh PD Sumekar.

“Sekedar diketahui saja mas, ketika Direktur PD Sumekar dilantik pada 17 November 2016, kondisinya sangat memprihatinkan, kantor tidak ada, ekuitas/kekayaan PDS minus puluhan juta, hutang ratusan juta.”ungkap Supardi.

Sebab itu, sebagai Pemasar, PDS harus bertanggungjawab agar pembayaran user pada PPRN lancar dan rumah yang dibeli oleh User dari PPRN sesuai dengan spek yang disepakati, karena rumah yang dibangun oleh PT Randu dibiayai sendiri, kecuali bagi user yang membeli secara chas berat.

Yang dimaksud dibiayai sendiri oleh PT Randu, setelah user membayar DP (uang muka),  pihak perusahaan membangunkan  secara bertahap menggunakan dana sendiri, setelah selesai dibayar pihak user harus membayar sejumlah nilai bangunan sesuai penilaian pihak penilai yang ditunjuk oleh user.

Artinya walau menurut pihak perusahaan menganggap sudah selesai 100% akan tetapi oleh pihak user dinilai belum 100%, maka pembayaran sementara yang diterima pihak perusahaan sesuai nilai  bangunan dimaksud.

Sementara itu, chas Berat hanya berlaku sampai tanggal 31 Desember 2017. Dalam penjualan pola semacam ini diberi Diskon sampai 10% dari harga semula.Di samping itu (user chas berat)  jangka waktu pembangunannya juga telah  ditentukan dan apabila melebihi jangka waktu yang ditentukan, maka pihak perusahaan didenda sekian persen perhari.Bagi pembayaran User yang bersumber  dari bank (KPR), maka pembayaran sesuai dengan hasil apraizal yang ditunjuk oleh bank yang bersangkutan.

“Jadi biaya pembangunan rumah sama sekali tidak ada yang bersumber dari APBD atau APBN. “tandasnya.

Dikatakan pula oleh Supardi, terkait dengan user yang berhak menerima subsidi dari pemerintah, sepanjang yang kami ketahui berupa subsidi uang muka sebesar 4 juta rupiah dan  keringanan bunga kredit.

Dan subsidi uang muka diterima oleh User setelah sekian pekan atau bukan bangunan rumah dinyatakan selesai oleh pihak BTN.

“Untuk lebih jelasnya tanyakan pada pihak BTN, untuk mendapat penjelasan detail, siapa yang berhak mendapat subsidi, berapa besar subsidinya, berupa apa saja, kapan subsidinya diserahkan. “tegas Supardi.

Terpisah, penjelasan dimaksudkan untuk meluruskan, apabila ada anggapan miring yang dikhawatirkan akan mengganggu pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung.

“ Alhamdulillah PPRN bersedia bekerja sama dan masyarakat masih percaya pada PDS, sehingga sampai akhir 2017, hutang mulai terbayar, asset dan ekuitasnya semakin membaik.”kata Supardi diakhir perbincangannya dengan Tim Media. Kamis 23/08/2018.(Tim Media FN)


Categorised in: , , ,

No comment for SUPARDI KASUBAG OPERASIONAL DAN PERENCANAAN PD SUMEKAR “DANA PEMBANGUNAN RUMAH BUKAN DARI APBD ATAU APBN.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.