Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » “Tante-Tante” Pensiunan Staf Dispendik Jember Dihukum 7 Tahun Gara-gara Demen Nyabu

“Tante-Tante” Pensiunan Staf Dispendik Jember Dihukum 7 Tahun Gara-gara Demen Nyabu

(177 Views) September 10, 2018 11:42 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Maria Indriyani (57) alias mama, Pensiunan Staf dinas pendidikan (Dispendik) kabupaten Jember ini dijatuhi hukuman tujuh (7) tahun enam (6) bulan penjara atas kasus kepemilikan sabu seberat 3,8 gram.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Rachman dari Kejaksaan Tinggi Jawatimur, yang menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman selama 10 tahun.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan, terdakwa Maria Indriyani bersalah dengan memiliki, menguasai dan menyimpan, sabu-sabu tanpa ijin dari lembaga yang berwenang.

Perbuatan Maria dinilai hakim melanggar pasal 112 ayat (1) UU Nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

” Terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana memiliki, menguasai dan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu, menjatuhkan pidana pada terdakwa Maria Indayani Delapan (7) tahun 6 bulan.” Ucap Ketua Majelis Hakim Hariyanto, membacakan amar putusannya, Senin (10/9).

Selain hukuman badan, perempuan yang sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Jember itu juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 800 Juta, atau diganti hukuman kurungan selama 3 bulan apa bila tidak mampu membayar denda yang disebutkan.

Dalam pertimbangannya. Majelis Hakim menyatakan, hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah terkait pemberantasan tindak pidana narkotika.

Terdakwa juga pernah dihukuman dengan perkara dan tindak pidana kejahatan yang sama.

Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa dinyatakan tidak berbelit-belit sewaktu memberikan keterangan di Persidangan. Terdakwa juga mengakui dengan terus terang tentang perbuatan pidana yang dilakukan.

Usai membacakan putusan, Majelis Hakim memberikan kesempatan pada terdakwa untuk melakukan upaya hukum banding. Namun kesempatan itu dijawab terdakwa dengan jawaban “pikir-pikir”.

Terdakwa Maria Indriyani ditangkap Petugas Ditreskoba Polda Jatim di depan Indomart, Jl. Letjend Panjaitan, Jember. Pada hari Rabu sore 18 Oktober 2017, pukul 15:45 WIB.

Sebelum melakukan penangkapan pada terdakwa, petugas terlebih dahulu mendapat informasi adanya transaksi narkoba di area tersebut oleh saseorang dengan ciri-ciri wanita “tante-tante yang memakai jilbab.”

Petugas lalu melakukan pengintaian dan melakukan penangkapan pada seorang wanita dengan ciri-ciri yang dimaksud.

Tente-tante berjilbab itu tidak lain adalah terdakwa Maria Indriyani.

Dari tangan terdakwa, petugas mendapati barang bukti dua (2) poket sabu yang dikemas dalam bungkus plastik seberat 1,97 gram.

Petugas lalu bergerak, dengan menggeledah rumah terdakwa yang berada di Jalan Pajajaran Gang XI No. Blok E 15 RT. 002 RW. 022 Kel. Kebonsari Kec. Sumbersari, Kab. Jember.

Dirumah terdakwa ini petugas kembali menemukan barang bukti sabu-sabu sebanyak 3 poket dalam kemasan plastik seberat 1,414 gram.

Diakui terdakwa, barang haram itu didapat dari seseorang bernama Agustinus (DPO) seharga Rp. 1.350.000,- ( Satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah).

Selain dikonsumsi sendiri, sabu-sabu tersebut rencananya akan dijual kembali oleh terdakwa kepada teman-temannya di sekitar kota Jember.

Namun hal itu dibantah oleh terdakwa, Ia mengaku tidak berniatan untuk memperjualbelikan sabu-sabu kecuali untuk dikonsumsi sendiri.

Sabu-sabu dikenal dikalangan pemakainya sebagai stamina dan juga pembangkit gairah seks.@ [Jun].


Berita Terkait

No comment for “Tante-Tante” Pensiunan Staf Dispendik Jember Dihukum 7 Tahun Gara-gara Demen Nyabu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.