Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Pekan Depan!! Saksi Akan Bongkar Perkara PkPU/Pailit PT Gusher Tarakan

Pekan Depan!! Saksi Akan Bongkar Perkara PkPU/Pailit PT Gusher Tarakan

(156 Views) September 15, 2018 7:16 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Hermawan Benhard Manurung, Ketua dari Tim Kuasa Hukum Mayjen (Purn) Gusti Syaifudin, memastikan akan mendatangkan saksi dalam sidang perkara PKPU/pailit PT. Gusher Tarakan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Kamis pekan depan.

” Pastinya Kamis depan, (20/9/18) kita akan datangkan saksi dalam sidang pembuktian, semuanya akan kita bongkar dipersidangan ” Kata Benhard Manurung, Ketua Tim Penasihat Hukum Mayjend Gusti Syaifuddin, Sabtu (15/9).

Gusti Syaifuddin, adalah Direktur Utama PT. Gusher Tarakan, yakni perusahaan pengelola Grand Tarakan Mall (GTM) di Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara.

Pada Mei 2017 lalu, PT Gusher Tarakan digugat secara misterius oleh seseorang di Pengadilan Niaga PN Surabaya dengan maksud tujuan untuk mempailitkan PT Gusher.

Namun naas, baik penggugat maupun tergugat sama sekali bukanlah pihak yang memiliki legal standing untuk dapat menggugat maupun menerima gugatan.

Penggugat atau pemohon pailit PT Gusher diketahui bernama Leny, ia merupakan salah satu pemilik tenan atau stand di Grand Tarakan Mall.

Sedangkan termohon pailit adalah Hendrik Hakim dan Steven Hakim dua orang tersebut merupakan bapak dan anak yang telah dipecat dari PT Gusher Tarakan.

Hendrik Hakim dan Steven Hakim sudah diberhentikan secara tetap sesuai dengan hasil keputusan rapat direksi pada Senin, 14 Maret 2016.

Keputusan pemecatan itu dilegalisai dengan akte Nomer: 12 tanggal 14 Maret 2016, dihadapan Notaris Yenni Agustinah, SH, M.Kn.

” Ini yang aneh, pemohon pailit dan termohon pailit sama-sama gak jelas. Tapi mereka melalui orang yang mengaku kuasa hukumnya sama sama menghadiri sidang PKPU/Pailit.” Terang Benhard.

Menurut Benhard, terdapat kejanggalan saat proses persidangan PKPU/Pailit PT Gusher Tarakan. Ia menuding adanya oknum yang sengaja membuat permainan supaya PT Gusher Tarakan dinyatakan Pailit.

“Ada yang mengaku sebagai kuasa hukum Leny dan memalsukan surat-surat untuk mengajukan permohonan di Pengadilan supaya PT Gusher Tarakan dinyatakan pailit,” terangnya

Selain itu, Benhard menambahkan. Kejanggalan juga ditemukan dalam hasil Rups yang dipakai oleh Hendrik dan Steven untuk mewakili PT Gusher Tarakan dipersidangan.

Hasil Rups tersebut adalah rups tahun 2015, terkait perpindahan kantor PT Gusher dari Tarakan ke Balikpapan.

Rups tersebut diketahui telah dibatalkan oleh Kementerian Hukum dan Ham, melalui surat pemberitahuan yang dilayangkan Kemenkum HAM pada Notaris Yenny Agustinah pada 15 Maret 2016.

Surat Keputusan kemenkumham itu telah memuat susunan direksi baru, yakni Direktur Utama dijabat oleh Gusti Syaifuddin, dan Direktur dijabat oleh Agus Tony. Sedangan jabatan Komisaris dipegang oleh Denny Mardani.

“Para direksi inilah yang sejatinya berhak mewakili PT Gusher Tarakan di dalam maupun diluar pengadilan bukan Hendrik dan Steven yang nyata-nyata Sudah dipecat” tegas Benhard.

Belakangan diketahui, Leny menyatakan bahwa ia tidak pernah melayangkan gugatan pada PT Gusher Tarakan. Pernyataan itu dituangkan Leny melalui sebuah surat yang ia layangan pada Ketua Pengadilan Negeri Surabaya.

Leny bahkan telah mencabut perkara pengajuan pailit PT Gusher Tarakan melalui surat bernomor 07/Pdt.sus.pailit/2017/Niaga.PN.Surabaya.

Melalui surat tersebut, Leny menyatakan dirinya telah ditipu daya oleh Hendrik dan Steven saat ia dan putranya Acay diundang ke Jakarta. Di Jakarta Leny diketemukan oleh keduanya dengan H. Tafrizal Gewang (alm), yang merupakan kurator dalam perkara ini.

Dijelaskan Leny, ia merasa terkena bujuk rayu Hendrik dan Steven yang berjanji akan mengembalikan uang stand yang pernah ia beli pada kedua orang itu sewaktu mereka masih menjabat sebagai Komisaris dan Presiden Direktur di PT Gusher.

Setelah melakukan pertemuan tersebut, uang yang dijanjikan ternyata tak kunjung direalisasikan. Bahkan secara tiba-tiba muncul gugatan permohonan PKPU/Pailit pada PT Gusher.

Dari gugatan itu akhirnya diketahui adanya seorang pengacara bernama Fahrul Siregar yang mengaku menjadi kuasa hukum Leny untuk melakukan gugatan permohonan PKPU/Pailit pada PT Gusher Tarakan.

Tak terima dengan yang dilakukan Fahrul, Leny akhirnya melaporkan Fahrul Ke Polisi dengan sangkaan melakukan tindak pidana pemalsuan.

Ditengarai adanya konspirasi untuk menumbalkan PT.Gusher agar melunasi hutang pribadi Hendrik dan steven yang mencapai Rp. 131 Milyar Di Bank BNI. dengan modus operandi gugatan yang terlebih dahulu di skenario.

Hasil penelusuran Awasnews.com Pada sekitar tahun 2005, Hendrik Hakim, mantan pengurus Direksi dari PT. Gusher Tarakan, telah menjaminkan sebagian atau seluruhnya aset perusahaan kepada BNI cabang Banjarmasin untuk pinjaman uang sekitar Rp 80 milyar tanpa persetujuan RUPS perseroan.

Hutang pribadi kedua mantan direksi PT Gusher tersebut kini telah mencapai Rp. 131 Miliar.@ *[Jn].


Berita Terkait

No comment for Pekan Depan!! Saksi Akan Bongkar Perkara PkPU/Pailit PT Gusher Tarakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.