Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Saksi Bongkar Perbuatan Hendrik Dan Steven Hakim Adalah Tindakan Terorganisir Masif

Saksi Bongkar Perbuatan Hendrik Dan Steven Hakim Adalah Tindakan Terorganisir Masif

(84 Views) September 27, 2018 8:00 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Mantan Direksi PT Gusher Tarakan Hendrik Hakim dan Steven Hakim, disebut telah melakukan Tindakan terorganisir dan masif dalam perkara PKPU/Pailit PT Gusher Tarakan, yakni sebuah perusahaan yang mengola sebuah mall di kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Pernyataan itu diungkap oleh Muchlis Ramlan, saksi yang dihadirkan Kuasa Hukum Mayjend (Purn) Gusti Syaifuddin dalam persidangan lanjutan atas gugatan lain-lain dalam perkara PKPU/pailit di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (27/9).

“Perbuatan Hendrik Hakim dan Steven Hakim, merupakan perbuatan yang terorganisir dan masif.” Kata Muchlis Ramlan, dihadapan Ketua Majelis Hakim Dwi Winarko.

Pernyataan Muchlis itu adalah tindak lanjut atas sikap Hendrik dan Steven Hakim yang seolah masih memiliki jabatan di PT Gusher.

Saksi menduga, tindakan Hendrik dan Steven itu merupakan upaya penyelamatan diri atas utang pribadi keduanya yang telah mencapai 130 miliar di Bank BNI.

Pria yang mengaku sebagai putra daerah Tarakan ini menyatakan, Hendrik Hakim dan Steven Hakim diposisikan sebagai termohon pailit dan mengaku sebagai pihak yang mewakili PT Gusher Tarakan.

Adapun pemohon PKPU/pailit pada PT Gusher Tarakan kala itu adalah Fahrul Siregar, yakni seseorang yang mengaku-ngaku sebagai kuasa hukum Leny.


Hermawan Benhard Manurung, kuasa Hukum Mayjend (Pur) Gusti Syaifuddin Direktur Utama PT Gusher Tarakan/ (Ist).


Keterangan saksi itu dibenarkan oleh Kuasa Hukum Gusti Syaifuddin, Hermawan Benhard Manurung. Menurutnya, baik Pemohon dan termohon PKPU/Pailit PT Gusher Tarakan sama-sama tidak memiliki legal standing.

” Leny ini dibuat seolah-olah sebagi kreditur dari PT Gusher Tarakan, padahal dia hanyalah salah satu pemilik stand di Grand Tarakan Mall.” Kata Benhard Manurung, Kuasa Hukum dari Gusti Syaifuddin.

Sedangkan termohon PKPU/pailit Hendrik Hakim dan Steven Hakim. Lanjut Benhard lagi, sudah diberhentikan secara tetap dari jajaran direksi PT gusher sesuai dengan hasil keputusan rapat Direksi pada Senin, 14 Maret 2016.

Keputusan pemecatan itu dilegalisai dengan akte Nomer 12 tanggal 14 Maret 2016, dihadapan Notaris Yenni Agustinah, SH, M.Kn, dan memuat susunan direksi baru, yakni Direktur Utama di Jabat oleh Mayjend (purn) Gusti Syaifuddin, posisi direktur dipegang oleh Agus Tony, sedangakan Komisaris dijabat oleh Deny Mardani.

“Para Direksi inilah yang sejatinya berhak mewakili PT Gusher Tarakan, di dalam maupun diluar pengadilan bukan Hendrik dan Steven yang nyata-nyata Sudah dipecat,” Ungkap Benhard.

Advokat dari HBM Law firm Jl. Kartini Surabaya ini kembali menegaskan, baik Pemohon maupun termohon PKPU/pailit pada perkara nomer 7/pdt.sus.pailit/Niaga. PN Surabaya, sama-sama tidak memiliki dasar atau legal standing untuk beracara di Pengadilan.

Dikesempatan yang sama, saksi Muchlis Ramlan juga menceritakan, bahwa susunan direksi yang baru itu sempat digugat oleh Hendrik dan Steven di Pengadilan Tata Usaha Negara, namun gugatan itu menurut saksi kandas dan menguatkan susunan direksi yang baru.

” Sudah sampai Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara PT TUN, tapi putusannya tetap mengesahkan susunan direksi yang baru, Sekarang mau apa dan mau bikin ulah apa lagi” Terang Muchlis.

Lebih lanjut Muchlis juga menerangkan, bahwa Leny tidak pernah mengahadiri rapat para kreditur saat digelarnya Sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Surabaya pada 2017 silam.

Sedangkan yang menghadiri rapat tersebut sepengetahuan saksi adalah seseorang bernama Fahrul Siregar yang mengaku seolah mendapat kuasa dari Leny untuk mengajukan permohonan PKPU/pailit pada PT Gusher Tarakan.

Atas tindakannya itu, Fahrul Siregar telah dilaporkan oleh Leny ke Polrestabes Surabaya dengan sangkaan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan. Laporan tersebut diketahui telah sampai pada tahap penyidikan.

Muara kasus perkara ini berawal saat PT Gusher Tarakan digugat oleh Fahrul siregar sebagai pemohon untuk mempailitkan PT Gusher Tarakan, pada 24 Februari 2017.

Gugatan yang disebut sebagai gugatan konspiratif itu berhasil mempailitkan PT Gusher Tarakan dengan turunnya putusan pada Mei 2017.

Mengetahui hal itu, Direktur Utama PT Gusher tarakan Gusti Syaifuddin, lalu melakukan upaya hukum perlawanan dengan mengajukan gugatan lain-lain di Pengadilan Negeri Surabaya.

Tak hanya melayangkan gugatan, Purnawirawan Perwira Tinggi Angkatan Darat (AD) itu, juga telah melaporkan Steven dan Hendrik ke Kepolisian.@ [Jn*]


Berita Terkait

No comment for Saksi Bongkar Perbuatan Hendrik Dan Steven Hakim Adalah Tindakan Terorganisir Masif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.