Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Klaim Akan Kembalikan Aset Pasar Turi Pada Pemkot, Yusril Disebut Bangun Opini

Klaim Akan Kembalikan Aset Pasar Turi Pada Pemkot, Yusril Disebut Bangun Opini

(105 Views) September 28, 2018 2:30 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Sejumlah pedagang pasar turi yang mengklaim menjadi korban terdakwa Henry J Gunawan dalam kasus penipuan dan penggelapan mulai bereaksi atas pernyatan Yusril Ihza Mahendra, yang menebar opini di beberapa media akan menyerahkan sebagaian aset dari Henry ke Pemkot Surabaya.

Pernyataan Yusril itu dinilai hanya sebagai upaya untuk membangun opini publik. Sebab, kata-kata itu menurut para pedagang dinyatakan hanya sebatas wacana dan rencana, (belum terealisasi).

Pedagang menginginkan Yusril menyerahkan aset itu secara formal pada Pemkot Surabaya dihadapan Majelis hakim saat persidangan.

“Seharusnya kalau memang berniat ya buktikan dong, pasar turi diserahkan dulu ke pemkot dan buktinya baru diserahkkan ke pengadilan. Harus konkret itu, Kalau belum dilakukan jangan dia obral janji di media.” Kata Moh. Ilham, Salah satu pedagang yang mengaku sebagai korban dari Henry J Gunawan.

Ilham menyatakan ksiapannya terkait pernyataan Yusril, yang mengatakan akan menyampaikan masalah ini pada Presiden Jokowidodo “Jokowi”

” Apalagi Prof Yusril yang bicara mewakili Henry harusnya tahu, Jangan sampai Prof Yusril ditipu juga nanti sama Henry. Justru kalo pak Yusril bisa angkat masalah ini ke pak Joko Widodo kami siap sekali, Tapi nanti Prof Yusril yang akan malu. Tapi yah, inikan dugaan kami adalah sebuah manuver untuk ringankan hukuman dia (Henry),” imbuhnya.

Manufer yang dimaksud Ilham ialah bentuk upaya untuk bisa meloloskan atau meringankan Henry dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntutnya dengan tututan selama 4 tahun penjara.

Ilham mengatakan, opini penyerahan aset ke Pemkot Surabaya bukan berarti dapat melepas Henry dari jeratan pidananya.

“Sejak awal memang itu yang di inginkan pedagang dan pelapor bahwa jika PT GBP sudah tidak mampu mengelola dengan baik, nyatanya banyak sekali pelanggaran serta wanprestasi yang dilakukan dan menang seharusnya diserahkan ke Pemkot, Tapi itu tidak dapat melepas Henry dari perbutan pidananya,”ungkap Ilham pada awak media, Jum’at (28/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Taufik Al Djufri, Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Turi ini menjelaskan, upaya Henry menyerahkan asetnya ke Pemkot Surabaya hanyalah alibi untuk menggiring opini publik, bahkan disebut sebagai upaya untuk mengkambing hitamkan Pemkot Surabaya.

“Selama ini Henry justru telah kambing hitamkan Pemkot dan merasa tidak bersalah, lha kok sekarang malah mau menyerahkan asetnya ke Pemkot. Jangan-jangan ini hanya alibinya saja untuk mencari perhatian,”kata Taufik.

Diungkapkan Taufik, kasus ini sangatlah mudah dibuktikan, terlebih telah banyak terungkap kebenarannya dalam persidangan.

“Saya yakin perbuatan Pidana Henry itu terang benderang karena dasar Perjanjian dengan pemkot, faktanya tidak ada kata hak milik strata title yang ada hak pakai stand malah kami diiming imingi, dijualin stand dengan strata title. Sudah nipu, terus kami dipungut uang sertifikat, BHTB dan bayar PPN. Kalau dibilang itu cadangan kenapa saat sudah ditolak permohonan strata title oleh Pemkot tahun 2014 kok tidak dikembalikan,” ungkap Taufik.

Sedangkan Suchaemi, yang juga korban dalam kasus ini berharap agar majelis hakim yang memeriksa perkara ini menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya atas penderitaan yang sudah dialaminya selama 12 tahun.

“Kami beserta seluruh pedagang Pasar Turi sudah lama berjuang untuk nasib kami dan keluarga kami. Mohon agar hakim dengan nurani yang bersih memutus dengan seadil adilnya,” harap Suchaemi.

Sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis dari Kejari Surabaya, Henry dituntut 4 tahun penjara dan dinyatakan terbukti melanggar pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan.

Persidangan kasus ini akan memasuki babak akhir yakni pembacaan putusan oleh majelis hakim pada tanggal 4 oktober 2018 mendatang.

Henry Sempat mengaku tidak bersalah pada pembelaan yang disampaikan beberapa waktu lalu atas tuntutan 4 tahun penjara.

Henry melalui Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Tim Penasehat Hukumnya mengaku akan menyerahkan aset Henry yang ada di Pasar Turi ke Pemkot Surabaya dan mengembalikan biaya pungutan sertifikat hak milik dan BPHTB kepada para korban.

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat membacakan duplik yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/9). Duplik itu merupakan tanggapan atas replik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya.@ [Jun].


Berita Terkait

No comment for Klaim Akan Kembalikan Aset Pasar Turi Pada Pemkot, Yusril Disebut Bangun Opini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.