Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Gempa Donggala Bumi Berubah Menjadi Seperti Gelombang Laut

Gempa Donggala Bumi Berubah Menjadi Seperti Gelombang Laut

(33 Views) Oktober 7, 2018 6:31 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Kampung Jono Oge di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah raib dari denah peta Desa, saat terjadi gempa berkekuatan ” magnitudo 7,4 pada 28/9/2018.

Tadinya, perumahan warga dan sebuah gereja di Desa Jono Oge bergeser sejauh tiga Kilo Meter dan tiba – tiba berubah menjadi ladang perkebunan jagung. Fenomena alam ini disebut para pakar sebagai fenomena likuifaksi.

Dilookasi bekas pemukiman warga di Desa Jono Oge. Terlihat jelas tanaman jagung, kembang kol dan pepohonan kelapa yang masih berdiri kokoh.

Sedangkan Desa Jono Oge “asli”, sudah pindah sejauh 3 KM, yang tampak tinggal reruntuhan bangunan menyembul dari dalam lumpur yang kini sudah mulai mengering.

Arfan, 51 tahun, seorang warga Jono Oge yang selamat dari musibah hari Jumat tersebut mengaku, saat datangnya musibah gempa, jalan di kampungnya tiba-tiba bergelombang layaknya ombak di lautan.

“Jalanannya seperti bergelombang dan tanah kayak kendaraan itu bertabrakan. Pokoknya tanah ini kayak lautan karena seperti gelombang,” ujarnya.

Gelombang tanah itu diikuti luapan air. Luapan air dari tanah itulah yang kemudian menggulung pemukiman padat penduduk itu dari atas dan kemudian mengaduknya.

Gunung dan Bumi Bergerak

Tanah yang bergerak dan ambles tertelan bumi atau disebut likuifaksi adalah fenomena langka di Indonesia. Belum lama ini, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Suhendar menjelaskan secara ilmiah proses likuifaksi yang menimpa wilayah Petobo dan Balaroa di Palu, Sulawesi Tengah.

Menurut Rudy Suhendar, peristiwa likuifaksi ditandai dengan tanah yang kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi lumpur. Ini terjadi disebabkan kawasan yang berada di Petobo dan Balaroa berada di tanah aluvium atau ‘tanah muda’.

“Bahasa geologinya tanah yang masih muda. Hitungan mudanya ratusan tahun,” kata Rudy di Gedung Kementerian ESDM, di Jakarta, belum lama ini. Menurutnya, lapisan ‘tanah muda’ itu sangat mudah lepas akibat guncangan gempa yang sebelumnya terjadi.

“Kenapa ada likuifaksi? Karena ada guncangan. Likuifaksi ini mengakibatkan terjadinya lepasnya daya dukung tanah,” kata dia.

Rudi menyebutkan potensi tanah yang mengalami likuifaksi akan menjadi lebih besar, jika lapisan pasirnya lebih tebal.

Menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, tanah yang terlikuifaksi tidak dapat menahan berat apapun yang berada di atasnya, baik itu berupa lapisan batuan di atasnya maupun bangunan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya daya dukung pada pondasi bangunan. Menurut Sutopo, wilayah yang ‘ditelan bumi’ di Kelurahan Petobo, Palu mencapai 180 hektare.

“Permukaannya sudah tidak kelihatan, semua tenggelam. Untuk evakuasi kita kerahkan alat berat,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kamis lalu di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur.

Tercatat, ada 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo yang ‘ditelan’ lumpur. Dugaan sementara, ratusan orang juga ikut terhisap tertimbun ke dalamnya.

Dari informasi yang dihimpun, belum terlihat alat berat diturunkan untuk mengevakuasi korban yang diperkirakan ratusan bahkan ribuan orang yang hanyut dan tertimbun bumi.@ [J2/AW]


Berita Terkait

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Gempa Donggala Bumi Berubah Menjadi Seperti Gelombang Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.