Menu Click to open Menus
Home » Daerah » Ditemukan Sebuah Rumah Masih Berdiri Kokoh Setelah Gempa Sulteng!! Milik Siapa Itu?

Ditemukan Sebuah Rumah Masih Berdiri Kokoh Setelah Gempa Sulteng!! Milik Siapa Itu?

(51 Views) Oktober 8, 2018 4:01 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Terdapat sebuah rumah yang masih kokoh berdiri setelah adanya gempa berkekuatan 7,4 SR, yang disusul tsunami setinggi lebih dari 3 meter menghantam kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018.

Rumah berwarna crem itu diketahui milik dari Mantan Bupati Donggala, Habir Ponulele.

Relawan Lazis Wahdah Islamiyah Nasruddin Abdul Karim menyaksikan adanya satu rumah di antara segilintir rumah yang hampir masih utuh dan menarik perhatian rombongannya.

Berdasarkan penuturan Ustaz Abdul Haris (40) rekan seperjalanan dia, Habir sekeluarga selamat setelah sebelumnya terjebak dalam terjangan lumpur. Mereka akhirnya berhasil dievakuasi warga sekitar yang selamat.

“Putri beliau adalah binaan Dirosa istri kami dan Alhamdulillah selamat juga” kata Abdul Azis yang juga Sekretaris DPD Wahdah Islamiyah Sigi.

Areal persawahan yang dulunya berada di belakang rumah kini telah bergeser dan berad tepat di seberang jalan depan rumah. Fenomena ini menurut para pakar disebut sebagai likuifaksi.

Semwntara itu, dilokasi bekas pemukiman warga di Desa Jono Oge. Terlihat jelas tanaman jagung, kembang kol dan pepohonan kelapa yang masih berdiri kokoh.

Sedangkan Desa Jono Oge “asli”, sudah pindah sejauh 3 KM, yang tampak tinggal reruntuhan bangunan menyembul dari dalam lumpur yang kini sudah mulai mengering.

Arfan, 51 tahun, seorang warga Jono Oge yang selamat dari musibah hari Jumat tersebut mengaku, saat datangnya musibah gempa, jalan di kampungnya tiba-tiba bergelombang layaknya ombak di lautan.

“Jalanannya seperti bergelombang dan tanah kayak kendaraan itu bertabrakan. Pokoknya tanah ini kayak lautan karena seperti gelombang,” ujarnya.

Gelombang tanah itu diikuti luapan air. Luapan air dari tanah itulah yang kemudian menggulung pemukiman padat penduduk itu dari atas dan kemudian mengaduknya.

AKIBAT GEMPA DONGGALA DAN PALU TAK LAYAK MENJADI HUNIAN

Akibat Gempa dan tsunami yang meluluhlantahkan wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala. Akibat kejadian itu, dilaporkan keluar semburan lumpur dari bawah tanah yang dikenal dengan istilah liquefaction atau likuefaksi.

Tanah yang sudah mengalami likuefaksi itu disebut-sebut tidak akan bisa digunakan kembali sebagai tempat hunian. Hal ini diungkap salah satu peneliti LIPI, Adrin Tohari.

“Saya kira tidak bisa lagi (tanah likuefaksi) kalau untuk dijadikan hunian, karena kondisinya cukup parah dan tanahnya hancur,” kata Adrin.

Tidak itu saja, ia menyebut, tanah yang sudah terkena likuefaksi juga berbahaya jika dijadikan hunian kembali. Sebab, tanah tersebut sangat rentan terlebih jika terjadi gempa gempa berkekuatan besar di lokasi yang sama ke depannya.

“Karena kalau sudah likuefaksi tanahnya kan debur yah, tidak padat lagi,” ujarnya.

Adrin menerangkan, proses likuefaksi merupakan sebuah fenomena alamiah akibat adanya kejadian gempa di sebuah kawasan. Hal yang sama juga ditemukan saat gempa di Yogyakarta dan Padang, Sumatera Barat beberapa tahun lalu.@[Jn]


Berita Terkait

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Ditemukan Sebuah Rumah Masih Berdiri Kokoh Setelah Gempa Sulteng!! Milik Siapa Itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.