Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kejari Surabaya Kembalikan Berkas Korupsi Ruislag ke Polisi

Kejari Surabaya Kembalikan Berkas Korupsi Ruislag ke Polisi

(16 Views) Oktober 8, 2018 2:54 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengembalikan berkas perkara dugaan korupsi kasus tukar guling atau ruislag tanah Pemkot Surabaya di Manyar Sabrangan ke penyidik Tipikor Polrestabes Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun, Pengembalian BAP kasus ini disinyalir lantaran adanya kekurangan alat bukti yang harus dilengkapi oleh penyidik.

“Kita terimanya awal September, setelah diteliti oleh jaksa peneliti, ternyata masih ada kekurangan yang belum sesuai dengan amanat undang-undang,”terang Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah saat dikonfirmasi, Senin (8/10)

Dalam P 19 itu, lanjut Heru, Jaksa Peneliti telah memberikan petunjuk yang harus dipenuhi penyidik. Tapi Heru enggan menjelaskan ketidaksempurnaan berkas perkara tersebut.

“Yang jelas masih ada kekurangan yang harus dipenuhi. Dan itu wilayah penyidikan, kami tidak etis kalau membuka kekurangannya,”sambung Heru

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengaku segera melengkapi petunjuk jaksa pada perkara korupsi pelepasan tanah Pemkot Surabaya.

“Petunjuk jaksa peneliti akan segera kita lengkapi, kekurangan hanya saksi saja” ujarnya saat dikonfirmasi melalui seluler nya.

Petunjuk yang akan dilengkapi itu, lanjut Sudamiran adalah keterangan saksi. “Kekurangannya hanya keterangan saksi saja, kalau hasil audit sudah kita lengkapi sebelum penetapan tersangka,”sambung Sudamiran.

Untuk diketahui, kasus korupsi ruislag atau tukar guling tanah Pemkot Surabaya ini terjadi pada 2011 lalu. Saat itu pihak Pemkot Surabaya telah melakukan tukar guling dengan pihak swasta yakni PT. Abadi Purna Utama (APU).

Namun tukar guling tanah di Manyar Sabrangan itu tak sesuai berita acara serah terima nomor : 593/048/402.01.02/2001 tanggal 5 Januari 2001. Dimana seharusnya pihak PT APU menyediakan tanah pengganti 90.000 meter persegi, tapi nyatanya hanya menyerahkan 82.000 meter persegi saja.

Sehingga kekurangan penyerahan itu dianggap sebagai kerugian negara yang nilainya senilai Rp 8.008.290.000.

Pada kasus ini, Polrestabes Surabaya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Mantan Plt Walikota Surabaya, M Jasin, Mantan Kabag Pemerintahan Pemkot Surabaya, Sugiarto, Mantan Direktur PT. Abadi Purna Utama (APU) HF  dan LJ, yang juga Mantan Direktur PT. APU.@ [Jn]


Berita Terkait

No comment for Kejari Surabaya Kembalikan Berkas Korupsi Ruislag ke Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.