Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Lontarkan Pertanyaan Membias, Yusril Di Interupsi Jaksa, Saksi Hanya Bisa Geleng Kepala

Lontarkan Pertanyaan Membias, Yusril Di Interupsi Jaksa, Saksi Hanya Bisa Geleng Kepala

(150 Views) Oktober 8, 2018 6:28 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Yusril Ihza Mahendra, di interupsi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, karena melontarkan pertanyaan yang membias pada saksi fakta dalam kasus penipuan kongsi pembangunan pasar Turi Surabaya.

Saksi yang dihadirkan JPU itu adalah Asoei, Komisaris Utama PT. Graha Nadi Sampoerna (GNS),Investor sekaligus salah satu perusahaan yang membiayai pembangunan pasar Turi.

Pertanyaan Yusril pada Saksi Asoei tersebut adalah terkait lelang PT Grahanadi, yang pada intinya menanyakan kenapa bisa kalah dalam lelang proyek pembangunan Pasar Turi.

Pertanyaan membias itu buru-buru ditepis oleh JPU, karena tidak memiliki relevansi dalam dakwaan tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan yang didakwakan pada Henry J Gunawan.

” Interupsi yang mulia pertanyaan kuasa hukum tidak ada relevansinya dengan dakwan dalam perkara ini” kata Darwis, menghentikan pertanyaan pengacara Ahli Hukum Tata Negara itu.

Lontaran pertanyaan Yusril itu adalah tindak lanjut dari pertanyaan Agus Dwi Warsono, yang juga merupakan salah seorang kuasa hukum terdakwa Henry J Gunawan.

Agus sebelumnya juga menanyakan pertanyaan yang sama dengan Yusril.

” Apakah PT GNS pernah mengikuti tander Pasar Turi?” tanya Agus kepada Asoei.

Saksi yang mendengar pertanyaan tim pembela Henry itu hanya menggelengkan kepala, sambil meluapkan kekesalannya dengan aksi penolakan jawaban.

” Pertanyaan macam apa ini yang mulia” Ujar Asoei, pada Majelis hakim.

Dalam keterangannya, Asoei menyebut jika penggantian saham dan janji keuntungan yang dituangkan dalam kesepakatan antara PT GBP dan PT GNS pada 13 September 2013 lalu tidak pernah direalisasikan oleh terdakwa Henry.

Dalam kesepakatan itu, Henry memberikan janji harapan untuk mengembalikan saham dan keuntungan berupa giro senilai 120 miliar dan 57 unit gudang senilai Rp 120 miliar.

“Cek giro kosong dan gudang tidak ada secuil pun, ini kebohongan dari terdakwa,”kata Asoei menjawab pertanyaan jaksa Darwis.

Senada dengan saksi Asoei, Saksi Torino Junaidi juga membenarkan adanya kesepakatan jual beli saham antara PT GBP dengan PT GNS.

“Pembelian itu ada kompensasi sebesar 240 miliar,”terang Junaidi saat bersaksi.

Pada kesaksiannya, Torino juga menjelaskan asal muasal terbentuknya Joint Operation Gala Megah Investment (JO GMI) selaku perusahaan pemenang tender pembangunan dan pengelolaan pasar turi.

Ironisnya, disaat perusahaan joint operation sedang laris manisnya mendapat penjualan kios, terdakwa Henry justru mendepak saksi Torino dari posisi sebagai peserta perusahaan tersebut.

“Baru tiga minggu sudah laku 1,7 trilun, itu berupa uang pesan. Dan saat itu ada keuntungan yang didapat sebesar 1 trilun karena biaya pembangunan hanya habis sekitar 600 juta,”terang Torino.

Aksi penyingkiran para peserta joint operation itu, lanjut Torino juga dialami peserta lainnya, yakni Totok Lusida. Keduanya disingkirkan Henry dengan janji akan memberikan kompensasi sebesar 440 milliar. “Tapi kenyataanya tidak sesuai dengan yang dijanjikan,”sambung Torino.

Upaya Henry untuk mengelabuhi para kongsinya, menurut saksi sudah terlihat sejak didepaknya dirinya dan Totok Lusida sebagai peserta joint operation. Dimana Henry telah mengganti nomor rekening perusahaan joint operation ke rekening PT GBP.

“Rekening itu untuk menampung hasil penjualan stand pasar turi,”ungkap Torino yang dibantah Henry.

Untuk diketahui, Henry dilaporkan oleh tiga pengusaha asal surabaya, mereka adalah Shindo Sumidomo alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widjojono Nurhadi.

Laporan para kongsi Henry itu adalah terkait beberapa lembar cek bodong yang diberikan Henry pada pelapor.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti, Polisi akhirnya menetapkan Henry Gunawan Sebagai Tersangka.

Perbuatan terdakwa Henry dianggap melanggar pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dan 372 KUH Pidana tentang penggelapan.@ [Jn]


Berita Terkait

No comment for Lontarkan Pertanyaan Membias, Yusril Di Interupsi Jaksa, Saksi Hanya Bisa Geleng Kepala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.