Menu Click to open Menus
Home » Nasional » Krisis Kemanusiaan, Ratusan Relawan Asing Kebingungan Di Sulteng

Krisis Kemanusiaan, Ratusan Relawan Asing Kebingungan Di Sulteng

(79 Views) Oktober 12, 2018 6:13 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Ratusan relawan bantuan asing yang datang ke Sulawesi Tengah atas tanggapan terhadap bencana baru-baru ini, menuai kebingungan. Di tengah krisis kemanusiaan dengan ribuan orang yang selamat dari gempa bumi dan tsunami dan ribuan orang hilang, tidak semua orang merasa diterima.

Beberapa pekerja bantuan asing telah menyatakan frustrasi bahwa mereka memiliki sumber daya dan keterampilan di ujung jari mereka untuk membantu para korban yang sangat kekurangan kebutuhan dasar termasuk air bersih, hanya saja merasa merada tidak diinginkan dan disuruh pulang. Pihak berwenang, termasuk Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), telah membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa semua pembantu asing telah diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

Para pejabat juga telah menegaskan kembali bahwa ada “cukup” bantuan lokal, penyelamat dan pekerja kesehatan. Namun situasi yang menantang seperti tempat penampungan sementara, persediaan dan obat-obatan yang terbatas, memulihkan infrastruktur yang rusak parah di tengah lumpur tebal dan puing-puing di daerah-daerah yang terkena dampak di dekat khatulistiwa, dapat dengan cepat membebani siapa pun.

Rekonstruksi baru akan dimulai. Kurangnya koordinasi mungkin menjadi salah satu alasan utama di balik perasaan tidak diterima di antara para pekerja bantuan asing. Jelas mereka membutuhkan peran penduduk setempat, kata BPNB, mengingat hambatan bahasa dan budaya.

Tetapi kami menduga bahwa xenofobia yang berlarut-larut mungkin juga merupakan reaksi orang asing, diwarnai dengan kenangan negatif setelah bencana Desember 2004 di Aceh. Kami ingat keluhan terhadap pekerja bantuan yang diduga terlalu besar, bersama dengan desas-desus tentang perdagangan anak dan protes terhadap Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi untuk Aceh dan Nias (BRR), yang mengoordinasikan semua donasi nasional dan internasional. Agar dapat mempertanggungjawabkan setiap sen laporan-laporan BRR diaudit secara teratur dan Indonesia meningkatkan kredibilitasnya di antara semua donor.

Upaya ini mengikuti sambutan terbuka dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan komandan militer Jenderal Endriartono Sutarto, yang semuanya meyakinkan para jenderal dan politisi yang geram untuk memprioritaskan paham kemanusiaan di atas kekhawatiran warga sipil dan pasukan asing yang menginjak-injak seluruh Aceh, meskipun Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dipengaruhi oleh bencana sama seperti orang lain.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan para pejabatnya harus dengan tegas menyambut orang-orang asing yang berdedikasi ini, yang bersama penduduk setempat berusaha membantu orang-orang yang selamat mendapatkan kembali kekuatan untuk membangun kembali kehidupan mereka di tengah hilangnya orang-orang yang mereka cintai.@ [J3/AW]


Berita Terkait

No comment for Krisis Kemanusiaan, Ratusan Relawan Asing Kebingungan Di Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.