Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Notaris Agatha Disebut Saksi Pernah Berikan Uang Rp. 20 Juta Untuk THR

Notaris Agatha Disebut Saksi Pernah Berikan Uang Rp. 20 Juta Untuk THR

(54 Views) Oktober 15, 2018 10:00 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Saksi Munandar Alias Bagong menerangkan bahwa ia pernah diberi uang sebesar Rp. 20 juta oleh terdakwa Notaris Agatha Henny Asmania Sipa. Penyerahan uang itu dilakukan dikantor terdakwa sekitar tahun 2013.

Pernyataan itu disampaikan Munandar saat gelar sidang lanjutan kasus pemalsuan yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki pada Notaris Agatha.

Selain Notaris Agatha, kasus pemalsuan ini juga menyeret 3 terdakwa lain sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya, Tiga terdakwa itu ialah Sudjoko Muhammad Anton, Nafsijah, dan Munandar sendiri.

Saksi Munandar, yang juga berstatus terdakwa dalam berkas terspisah (split), meyebut uang tersebut merupakan uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan terdakwa Agatha pada Saksi.

” Iya pernah, dikasih dikantornya” Kata Munandar menjawab pertanyaan JPU, saat proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/10/18).

Munandar alias Bagong dan Nafsijah adalah salah seorang ahli waris dari Saripin (alm), sedangan Sudjoko disebut sebagai pendana dalam perkara ini.

Awal mula perkara pemalsuan ini berawal saat ahli waris dari Saripin (alm) menuntut obyek tanah di jalan Kenjeran Nomer 337-339 Surabaya, dengan bermodalkan lansiran petok-D nomer 1166.

Belakangan dieketahui, obyek tanah tersebut telah terbit sertifikat Hak Milik (SHM) Nomer 90 dan 91 atas nama Taher Gunadi dan Herlani Sumaharjana.

Ahli waris Saripin cs merasa tanah tersebut tidak pernah dialihkan atau dijual belikan pada orang lain, sehingga mereka berusaha merebut kembali obyek tanah yang diketahui dikuasai oleh seseorang bernama Kwan Tat (Edy) dan Boen Liang.

Untuk menguatkan pernyataan itu, para Ahli waris Saripin cs akhirnya membuat surat pernyataan yang pada intinya tidak pernah mengetahui adanya peralihan hak akan obyek tanah yang dimaksud.

Pernyataan para ahli waris Saripin Cs itu akhirnya dilegisasi oleh Notaris Agatha Henny Asmania Sipa tertanggal 16 Pebruari 2015 dengan nomor 641/AHS/L/N/II/2015.

Produk buatan Notaris Agatha itu lalu dijadikan dasar oleh para ahli waris Saripin cs, untuk melayangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN), tujuannya adalah untuk membatalkan sertifikat nomer 90 dan 91 yang mereka anggap cacat administrasi.

Segala hal urusan pembiayaan dalam upaya merebut obyek tanah itu disepakati didanai oleh Sudjoko Muhammad Anton. Hal itu diketahui melalui surat dakwaan yang dibacakan JPU pada Notaris Agatha Henny Asmania Sipa.

Legisasi Notaris Agatha ini lah yang diperkarakan oleh pemilik SHM Nomer 90 dan 91, Terdakwa (Notaris Agatha) di seret ke pengadilan atas tudingan melegalisasi surat pernyataan yang isinya dianggap tidak benar.

Sebelum  diadili, Notaris Agatha sempat daporkan ke polisi. Namun laporan itu bukan dilakukan oleh korban yang dirugikan melainkan dilaporkan oleh seseorang  bernama Harijono. Ia mengaku mendapat kuasa dari korban untuk melakukan pelaporan.

Oleh JPU, Notaris Agatha Henny Asmania Sipa di dakwa dengan dakwaan melanggar pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, tentang pemalsuan atau turut serta melakukan pemalsuan.@ [Jn].


Berita Terkait

No comment for Notaris Agatha Disebut Saksi Pernah Berikan Uang Rp. 20 Juta Untuk THR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.