Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Istilah “Pokir” Muncul Dalam Sidang Kasus Korupsi Massal DPRD Kota Malang

Istilah “Pokir” Muncul Dalam Sidang Kasus Korupsi Massal DPRD Kota Malang

(77 Views) Oktober 17, 2018 5:49 pm | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Sutiaji, Walikota Malang yang baru saja dilantik dijadikan saksi dalam kasus korupsi yang menyeret 18 orang mantan anggota DPRD [Malang], Rabu (17/10). Di pengadilan Tipikor Surabaya.

Tak hanya Sutiaji, Jaksa Penuntut Umum Arif Suhermanto juga mengahdirkan Sekretaris Kota Malang, Cipto Wiyono.

Kasus suap massal itu diketahui memakai sandi Pokir. Yakni singkatan dari kata (Pokok pikiran). Hal itu diungkap jaksa sebab saat rapat pembahasan APBD 6 Juli 2015, istilah pokir sudah familiar diantara para penerima suap.

Istilah Pokir sendiri menurut saksi Cipto Wiyono, disebut juga sebagai uang Tunjangan Hari Raya [THR].

“Waktu itu, kan, menjelang hari raya, jadi sebutan uang pokir itu ya THR,” ungkap saksi.

Sutiaji, disebut-sebut turut hadir dalam rapat pembahasan APBD yang digelar pada 6 Juli 2015 tersebut, namun ia mengaku tidak tahu menahu akan istilah Pokir yang dimaksud Jaksa.

“Saya justru baru tahu istilah pokir, jasmas, dan sebagainya di sidang ini,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan ia pernah hadir dalam rapat dewan saat membahas proyek multiyears Jembatan Kedungkandang, namun ia menyatakan tidak pernah hadir dalam rapat dewan terkait pembahasan APBD.

Sedangkan Jaksa Arif mengatakan, pihaknya memiliki bukti risalah dan absensi kehadiran Sutiaji dalam rapat di tanggal tersebut.

“Kami ada bukti risalahnya,” ujarnya.

Jaksa Arif Suhermanto mengatakan setiap saksi memiliki hak memberikan keterangan apapun. Tapi jaksa pasti akan mencocokkan dengan bukti dan keterangan saksi lain untuk menguji apakah keterangan tersebut benar atau bohon.

“Dan setiap keterangan saksi itu memiliki konsekuensi hukum,” ujarnya.@ [Jn].


Berita Terkait

No comment for Istilah “Pokir” Muncul Dalam Sidang Kasus Korupsi Massal DPRD Kota Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.