Menu Click to open Menus
Home » Hukrim » Kuasa Hukum Tieneke Sebut Banyak Pengaburan Fakta Hukum!! Ini Alasannya

Kuasa Hukum Tieneke Sebut Banyak Pengaburan Fakta Hukum!! Ini Alasannya

(79 Views) Oktober 17, 2018 9:52 am | Published by | No comment

AWASNEWS.COM — Vonis lima belas hari yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Tieneke Vita Agustine Riany (38) dinilai menyimpang dari fakta hukum selama persidangan.

Pernyataan itu dikatakan kuasa hukum Tieneke, Jhon Redo. Menurutnya banyak terdapat pengaburan fakta yang ia nilai sebagai tindakan manipulasi dari pelapor untuk mengelabui Penuntut Umum dan Majelis Hakim untuk tujuan tertentu.

Kendati demikian, Jhon Redo tetap menghormati putusan majelis hakim, walaupun pihaknya mengaku kurang puas.

“Saya sebagai pembela terdakwa belum puas, karena sangat jelas klien saya tidak ada kaitan dengan urusan Henky dan Alex [pelapor]. tapi saya menghormati putusan majelis hakim dan berterimakasih telah profesional selama persidangan” Ungkap Jhon Redo, Rabu (17/10).

Pada sidang sebelumnya, Tieneke di tuntut hukuman satu bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo.

Tuntutan JPU itu dijawab oleh Jhon Redo melalui nota pembelaan, yang pada intinya memohon pada mejelis hakim yang memeriksa perkara ini agar membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan yang dituduhkan pada Tieneke.

Setelah mendengar pembelaan dari Jhon Redo, JPU mengatakan bila pertimbangan tuntutan satu bulan itu lantaran terdakwa tidak terlibat dalam perkara penggelapan yang ia dakwakan.

“Terdakwa tak tahu-menahu, semuanya kakaknya,” kata Damang.

Yang dimaksud oleh Damang, ialah kakak terdakwa yakni Alex, dalam kasus penipuan penggelapan ini Alex telah divonis pidana selama delapan bulan penjara

Sementara itu, tuntutan dari JPU dikatakan Jhon Redo. Menyimpang dari fakta hukum yang sebenarnya.

” Penuntut Umum dalam tuntutannya didasarkan pada penyimpangan hukum pembuktian dengan tidak mencantumkan analisis fakta yang sebenarnya.” Kata Jhon Redo, Rabu (17/10).

Menurut Jhon Redo, tuntutan JPU kala itu tidak mengemukakan analisis fakta. dalam Requisitoire kata Jhon Redo, telah membuktikan bahwa Penuntut Umum tidak dapat membedakan mana fakta hukum dan mana yang bukan fakta hukum

” Begitu banyak fakta yang telah dimanipulasi sedemikian rupa oleh Korban dan saksinya yang tentunya hal ini dilakukan untuk mengelabui Penuntut umum, Majelis Hakim dengan tujuan agar Terdakwa dijatuhi hukuman pidana.” Ungkapnya.

Perkara yang membelit Tieneke tersebut berawal dari hubungan bisnis yakni kerjasama dibidang jual beli handphone antara Henky Soetanto dengan Oen Lexsye Nota Ota Riani alias Alex (terdakwa dalam berkas terpisah) yang tak lain adalah kakak dari Tieneke.

Alex lalu mendapat pinjaman uang sebesar 4,5 miliar dari Henky.

Pinjaman Uang itu adalah modal untuk mendatangkan 2 ribu unit handphone merek Apple dengan perhitungan keuntungan yang akan diberikan kepada pemodal sebanyak 15 persen dari modal yang dipinjam.

Dari pinjaman itu, Alex memberikan jaminan bilyet giro dengan nilai total Rp 2,5 miliar dan cek kontan senilai Rp 500 juta yang ia pinjam pada Tineke Vita Agustine.

” Iya cek itu memang saya yang pinjamkan pada lexsye untuk jaminan, tapi isi perjanjian kerja sama itu saya tidak tau” terang Tineke.

Tieneke bahkan mengaku tidak mendapat keuntungan apapun dari pinjaman yang ia berikan pada kakaknya itu.

Tieneke juga sempat membuat laporan kehilangan cek pada polisi agar uang yang tertera dalam cek itu tidak dapat dicairkan. Tieneke saat itu mengaku khawatir dengan pinjaman yang ia berikan pada Alex, sebab telah dipindahtangankan pada Henky.

Selain cek dan Giro milik Tieneke, Alex juga menjaminkan tiga ( 3 ) lembar sertifikat kepemilikan bangunan kios/toko yang ada di WTC Depok, Jawa Barat.

Perkara pinjam meminjam dan kerjasama tersebut menurut Jhon Redo adalah murni perkara perdata namun terlalu dipaksakan sedemikian rupa oleh pihak yang berkepentingan hingga masuk keranah hukum pidana.

“Artinya, pandangan penyidik terlalu subyektif dan terlalu memaksakan perkara klien kami keranah hukum pidana, padahal ini murni perkara perdata ” katanya.

Sempat terjadi tarik ulur saat proses penyidikan berlangsung, pihak pelapor meminta pada Tineke untuk menyiapkan uang sebesar 2 miliar apa bila laporannya itu ingin di cabut di kepolisian.

“Henky dimintai uang 6 miliar kalau ingin damai, sedangkan pada Tineke pelapor minta 2 miliar , perkara ini polisi juga tau” Pungkas Jhon Redo.@ [Ahy]


Tags: , ,
Categorised in:

No comment for Kuasa Hukum Tieneke Sebut Banyak Pengaburan Fakta Hukum!! Ini Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.